Pengertian Objek Wisata

Pengertian Objek Wisata

Pengertian obyek wisata adalah perwujudan daripada ciptaan manusia, tata hidup, seni budaya serta sejarah bangsa dan tempat atau keadaan alam yang mempunyai daya tarik untuk dikunjungi wisatawan (Fandeli : 2001).

Menurut SK Menparpostel No. KM 98 PW. 102 MPPT-87 yaitu : “Objek wisata adalah suatu tempat atau keadaan alam yang memiliki sumber daya alam yang dibangun dan dikembangkan sehingga mempunyai daya tarik yang diusahakan sebagai tempat yang dikunjungi wisatawan”.

Suatu obyek pariwisata harus memenuhi tiga kriteria agar obyek tersebut menarik dan diminati banyak pengunjung, yaitu :

  1. Something to see adalah obyek wisata tersebut harus mempunyai sesuatu yang bisa di lihat atau di jadikan tontonan oleh pengunjung wisata. Dengan kata lain obyek tersebut harus mempunyai daya tarik khusus yang mampu untuk menyedot minat dari wisatawan untuk berkunjung di obyek tersebut.
  2. Something to do adalah agar wisatawan yang melakukan pariwisata di sana bisa melakukan sesuatu yang berguna untuk memberikan perasaan senang, bahagia, relax berupa fasilitas rekreasi baik itu arena bermain ataupun tempat makan, terutama makanan khas dari tempat tersebut sehingga mampu membuat wisatawan lebih betah untuk tinggal di sana.
  3. Something to buy adalah fasilitas untuk wisatawan berbelanja yang pada umumnya adalah ciri khas atau icon dari daerah tersebut, sehingga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh (Yoeti, 2002).

Agar suatu obyek wisata dapat dijadikan sebagai salah satu obyek wisata yang menarik, maka faktor yang sangat menunjang adalah kelengkapan dari sarana dan prasarana obyek wisata tersebut. Karna sarana dan prasarana juga sangat diperlukan untuk mendukung dari pengembangan obyek wisata.

Menurut Yoeti (2002) dalam bukunya Pengantar Ilmu Pariwisata mengatakan sarana kepariwisataan adalah perusahaan-perusahaan yang memberikan pelayanan kepada wisatawan, baik secara langsung maupun tidak langsung dan hidup serta kehidupannya tergantung pada kedatangan wisatawan, meliputi :

  1. Perusahaan akomodasi meliputi hotel, losmen, bungalow dan lain-lain.
  2. Perusahaan transportasi meliputi pengangkutan udara, laut atau kereta api dan bus-bus yang melayani khusus pariwisata saja.
  3. Rumah makan, restaurant, depot atau warung-warung yang berada di sekitar obyek wisata dan memang mencari mata pencaharian berdasarkan pengunjung dan obyek wisata tersebut.
  4. Toko-toko penjual cinderamata khas dari obyek wisata tersebut yang notabene mendapat penghasilan hanya dari penjualan barang-barang cinderamata khas obyek tersebut.
  5. Dan lain-lain.

Adapun prasarana kepariwisataan adalah semua fasilitas yang memungkinkan agar sarana kepariwisataan dapat hidup dan berkembang sehingga dapat memberikan pelayanan untuk memuaskan kebutuhan wisatawan yang beraneka ragam. Prasarana tersebut antara lain :

  1. Perhubungan meliputi : jalan raya, rel kereta api, pelabuhan udara dan taut, terminal.
  2. Instalasi pembangkit listrik dan instalasi air bersih.
  3. Sistem telekomunikasi, baik itu telepon, telegraf, radio, televise dan kantor pos.
  4. Pelayanan kesehatan baik itu puskesmas maupun rumah sakit.
  5. Pelayanan keamanan baik itu pos satpam penjaga obyek wisata maupun pas-pos polisi untuk menjaga keamanan di sekitar obyek wisata.
  6. Pelayanan wistawan baik itu berupa pusat informasi ataupun kantor pemandu wisata.
  7. Pom bensin dan lain-lain.

Dalam pengembangan sebuah obyek wisata sarana dan prasarana tersebut harus dilaksanakan sebaik mungkin karena apabila suatu obyek wisata dapat membuat wisatawan untuk berkunjung dan betah untuk melakukan wisata disana maka akan menyedot banyak pengunjung yang kelak akan berguna juga untuk peningkatan ekonomi baik untuk masyarakat di sekitar obyek wisata tersebut maupun pemerintah daerah.