Kepemimpinan : Pengertian dan Ciri-Ciri Kepemimpinan

Kepemimpinan : Pengertian dan Ciri-Ciri Kepemimpinan

Pengeritan Kepemimpinan

Konsep kepemimpinan atau Leadership pada dasarnya berasal dari kata “pimpin” yang artinya bimbing atau tuntun. Dari kata “pimpin” melahirkan kata kerja memimpin yang artinya membimbing atau menuntun dan kata benda pemimpin (Leader) yaitu orang yang berfungsi memimpin, atau orang yang membimbing atau menuntun. Bisa dikatakan arti dari kepemimpinan adalah keunggulan seseorang atau beberapa individu dalam kelompok, dalam proses mengontrol gejala-gejala sosial.

Kepemimpinan sangat diperlukan bagi suatu organisasi dalam menentukan kemajuan dan kemunduran organisasi, serta tidak ada organisasi yang dapat maju tanpa kepemimpinan yang baik (Mas’ud,2004). Tanpa kepemimpinan, organisasi hanyalah merupakan kumpulan orang-orang yang tidak teratur. Kepemimpinan akan merubah sesuatu yang potensial menjadi kenyataan . Dengan demikian keberadaan kepemimpinan dalam organisasi adalah sangat penting mencapai tujuan dan kemajuan organisasi.

Pemimpin, kepemimpinan dan gaya kepemimpinan meskipun memiliki perbedaan tetapi merupakan tiga hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kepemimpinan apapun. Kepemimpinan merupakan sebuah fenomena universal. Apabila seseorang sedang menjalankan tugas-tugas kepemimpinan maka dia akan selalu berinteraksi dengan orang lain. Bahkan dalam kapasitas pribadi, dalam tubuh manusia terdapat kapasitas atau potensi pengendali, yang intinya memfasilitasi seseorang untuk dapat memimpin dirinya sendiri.

Handoko (2003) mengemukakan bahwa kepemimpinan ialah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar dapat bekerja mencapai tujuan dan sasaran. Sedangkan Nimran (2004) mendefinisikan kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi perilaku orang lain agar sama seperti yang dikehendakinya. Kemudian Mulyadi dan Rivai (2009) menjelaskan bahwa kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, motivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki budaya pengikut, serta proses mengarahkan ke dalam aktivitas-aktivitas positif yang ada hubungannya dengan pekerjaan dalam organisasi.

Berdasarkan definisi-definisi kepemimpinan diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah bagian yang dianggap panting dalam managemen organisasi, yang dimana melekat pads diri seorang pemimpin dalam bentuk kemampuan dan atau proses untuk mempengaruhi orang lain atau bawahan perorangan atau kelompok, agar mereka mau berperilaku seperti apa yang dikehendaki pemimpin untuk mengarahkan bawahan ke dalam aktivitas-aktivitas positif yang ada hubungannya dengan pekerjaan dalam rangka mencapai tujuan oraganisasi.

Sementara kajian tentang tema kepemimpinan yang merupakan salah satu fokus utamanya adalah teori kepemimpinan. Teori kepemimpinan merupakan generalisasi dari perilaku pemimpin dan konsep kepemimpinannya dengan menitikberatkan pada latar belakang historis, sebab musabab, munculnya kepemimpinan, sifat-sifat utama kepemimpinan.

Ada beberapa teori yang menonjol dalam menjelaskan kemunculan pemimpin, Mulyadi dan Rivai (2009), mengemukakan beberapa teori dasar munculnya pemimpin, yaitu:

1). Teori Sifat

Teori ini memandang kepemimpinan sebagai sutu kombinasi sifat-sifat yang tampak dari pemimpin. Asumsi dasar dari teori ini adalah keberhasilan pemimpin disebabkan karena sifat atau karakateristik, dan kemampuan yang luar biasa yang dimiliki seorang pemimpin, dan oleh sebab itu seseorang dirasa layak untuk memimpin. Adapun sifat atau karakteristik, dan kemampuan yang luar biasa yang dimiliki seorang pemimpin, atara lain

  1. Inteligensia. Seorang pemimpin memiliki kecerdasan diatas para bawahannya. Pemimpin dengan kecerdasannya itulah dapat mengatasi masalah yang timbul dalam oraganisasi, dengan cepat mengetahui permasalahan apa yang timbul dalam organisasi, menganalisis setiap permasalah, dan dapat memberikan solusi yang efektif, serta dapat diterima semua pihak.
  2. Kepribadian. Seorang pemimpin memiliki kepribadian yang menonjol yang dapat dilihat dan dirasakan bawahannya, seperti 1) Memiliki sifat percaya diri, dan rasa ingin tau yang besar. 2) Memiliki daya ingat yang kuat. 3) Sederhana, dan dapat berkomunikasi dengan baik kepada semua pihak. 4) Mau mendengarkan masukan (ide), dan kritikan dari bawahan. 5) Peka terhadap perubahan globalisasi, baik itu perubahan lingkungan. 6) Mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang timbul. 7) Berani dan tegas dalam melaksanakan tugas pokoknya, dan dalam mengambil sikap, serta mengambil keputusan bagi kepentingan organisasi dan pegawainya. 8) Mampu menyatakan peredaan-peredaan yang ada dalam organisasi.
  3. Karakteristik fisik. Seorang pemimpin dikatakan layak menjadi pemimpin dengan melihat karakteristik fisiknya, yaitu : usia, tinggi badan, berat badan, dam penampilan.

2). Teori Perilaku

Dalam teori ini perilaku pemimpin merupakan sesuatu yang bisa dipelajari. Jadi seseorang yang dilatih dengan kepemimpinan yang tepat akan meraih keefektifan dalam memimpi. Teori ini memusatkan perhatiannya pada dua aspek perilaku kepemimpinan, yaitu fungsi kepemimpinan, dan fungsi kepemimpinan, yaitu:

  1. Fungsi yang berorientasi tugas
  2. Fungsi yang berorientasi orang atau pemeliharaan kelompok (sosial).

Suprayetno dan Brahmasari (2008) menyebutkan beberapa tugas pemimpin adalah sebagai berikut.

  1. Peranan yang bersifat interpersonal. Maksudnya adalah seorang pemimpin dalam organisasi adalah simbol akan keberadaan organisasi, bertanggung jawab untuk memotivasi dan mengarahkan bawahannya.
  2. Peranan yang bersifat informasional. Maksudnya adalah seorang pemimpin dalam organisasi mempunyai peran sebagai pemberi, penerima, dan penganalisis informasi.
  3. Peranan pengambilan keputusan. Maksudnya adalah seorang pemimpin mempunyai peran sebagai penentu kebijakan yang akan diambil berupa strategi-strategi untuk mengembangkan inovasi, mengambil peluang atau kesempatan, dan bernegosiasi.

3). Teori Situasional

Merupakan suatu pendekatan terhadap kepemimpinan yang menyatakan bahwa pemimpin memahami perilakunya, sifat-sifat bawahannya, dan situasi sebelum menggunakan suatu gaya kepemimpinan tertentu. Pendekatan ataupun teori ini mensyaratkan pemimpin untuk memiliki keterampilan diagnostik dalam perilaku manusia. Sholeha dan Suzy (1996) mengemukakan bahwa dalam teori ini kepemimpinan dipengaruhi oleh berbagai faktor situasi dalam organisasi, dan faktor situasi organisasi, antara lain:

  1. Faktor situasi diluar organisasi : sosial dan budaya yang berkembang, perubahan globalisasi, dan kondisi perekonominan.
  2. Faktor situasi dalam organisasi kepribadian dan latar belakang pemimpin, pengharapan dan perilaku atasan, tingkatan organisasi dan besarnya kelompok, pengharapan dan perilaku bawahan.

Ciri-ciri Kepemimpinan

Menurut Davis yang dikutip oleh Reksohadiprodjo dan Handoko (2003:290), ciri-ciri utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah

  1. Kecerdasan (Intellig): Seorang pemimpin yang mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dan pada pengikutnya, tetapi hal tersebut berdasarkan masalah-masalah yang sedang dihadapi.
  2. Kedewasaan, sosial dan hubungan sosial yang luas : Seorang pemimpin cenderung mempunyai emosi yang stabil dan dewasa atau matang, serta mempunyai kegiatan dan perhatian yang luas
  3. Motivasi dari dorongan berprestasi : Seorang pemimpin secara relatif mempunyai motivasi dan dorongan berprestasi yang tinggi, mereka bekerja keras untuk nilai instrinsik
  4. Sikap-sikap hubungan manusiawi : Seorang pemimpin yang sukses akan mengakui harga diri dan martabat pengikut-pengikutnya, mempunyai perhatian yang tinggi dan berorientasi pada bawahannya.