Pengertian Kesejahteraan Karyawan dan Tujuan Pemberian Kesejahteraan

Pengertian Kesejahteraan Karyawan dan Tujuan Pemberian Kesejahteraan

Pengertian Kesejahteraan Karyawan

Pengertian Kesejahteraan Pekerja/Buruh menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah “Suatu pemenuhan kebutuhan dan/atau keperluan yang bersifat jasmaniah dan rohaniah, baik didalam maupun diluar hubungan kerja, yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempertinggi produktivitas kerja dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat”.

Adapun pengertian Kesejahteraan Karyawan yang dikutip Malayu Hasibuan dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Sumber Daya Manusia” adalah sebagai berikut: (2005:1.85)

“Indirect compensations are reimbursements received by employees in from other than direct wages or salary”. (Kompensasi tidak langsung adalah balas jasa yang diterima oleh pekerja dalam bentuk selain upah atau gaji langsung).

“A benefit would he company program such as pension holiday pay, health, severancepay, A service would he things like a company car, athletic field, Christmas party etc”. (Benefit meliputi program-program perusahaan, seperti jaminan hari tua, waktu libur, tabungan, sedangkan service adalah berupa fisiknya/bendanya seperti mobil dinas, fasilitas olahraga, memperingati hari besar, dan sebagainya).

Sedangkan menurut Dale Yoder adalah:

“Benefit may be regarded as the more tangible financial contributions to employees. Special payment to those who are ill, contribution to employees savings, distribution of stock, insucance, ho.spitalization, and private pensions for example”. (Kesejahteraan dapat dipandang sebagai uang bantuan lebih lanjut kepada karyawan. Terutama pembayaran kepada mereka yang sakit, uang bantuan untuk tabungan karyawan, pembagian berupa saham, asuransi, perawatan dirumah sakit, dan pensiun).

Berdasarkan definisi-definisi tersebut, maka penulis menarik kesimpulan yaitu:

“Kesejahteraan karyawan adalah pemenuhan kebutuhan atau keperluan yang dibutuhkan karyawan yang dapat mempertingi produktifitas kerja karyawan”.

Tujuan Pemberian Kesejahteraan

Menurut Malaya Hasibuan dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Sumber Daya Manusia” menjelaskan bahwa Kesejahteraan yang diberikan hendaknya bermanfaat dan mendorong untuk mencapainya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat serta tidak melanggar peraturan legal pemerintah. (2005:204)

Tujuan pemberian kesejahteraan antara lain:

  1. Untuk meningkatkan kesetiaan dan keterikatan karyawan kepada perusahaan.
  2. Memberikan ketenangan dan pemenuhan kebutuhan bagi karyawan beserta keluarganya.
  3. Untuk memotivasi gairah kerja, disiplin, dan produktivitas kerja karyawan.
  4. Menurunkan tingkat absensi dan turnover karyawan.
  5. Menciptakan lingkungan dan suasana kerja yang baik serta nyaman.
  6. Membantu melancarkan kerja untuk mencapai tujuan.
  7. Memelihara kesehatan dan meningkatkan kualitas karyawan.
  8. Mengefektifkan pengadaan karyawan.
  9. Membantu pelaksanaan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia.
  10. Mengurangi kecelakaan dan kerusakan peralatan perusahaan.
  11. Meningkatkan status sosial karyawan beserta keluarganya.
Loading...