Pengertian Tanaman Kangkung

Pengertian Tanaman Kangkung

Taksonomi Kangkung

Menurut Rukmana 1994, sistematika tumbuhan (taksonomi) tanaman kangkung dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae ; Divis : Spermatophyte; Subdivisi : Angiospermae; Kelas : dicotylodenae; Ordo : Convolvulales; Famili : Convolvulacae; Genus : Ipomoea; Spesies : ipomoea reptana Poir

Kangkung memiliki perakaran tunggang dan dapat menembus tanah kedalaman 60-100 m, batang tanaman berbentuk bulat panjang dan berbuku-buku.

Kelebihan tanaman kangkung darat adalah umur panennya yang pendek. Tanaman kangkung darat dipanen pada umur 35 hari. Ciri tanaman kangkung siap dipanen adalah pertumbuhan tunasnya telah memanjang sekitar 20-25 cm dan daunnya cukup besar (normal). Waktu panen yang paling baik adalah pagi atau sore hari agar tidak mengalami kelayuan yang drastis akibat pengaruh suhu udara yang panas ataupun teriknya sinar matahari.

Berdasarkan tempat tumbuhnya, kangkung ada dua macam

1). Kangkung darat (Ipomoe reptans Poir)

Kangkung ini daunnya panjang dan ujungnya runcing, warnanya hijau pucat keputih-putihan dan bunganya berwarna putih. Biasanya ditanam di tempat yang agak kering. Tanaman jenis ini di kembangbiakan dengan biji.

2). Kangkung air (Ipomea aquatica)

Kangkung ini daunnya panjang dan ujungnya agak tumpul, warnanya hijau tua segar dan bunganya berwarna ungu. Biasanya ditanam di dekat rawa, dan lain-lain. Biasanya ditanam di dekat sumber air, seperti pinggir kolam, rawa-rawa dan lain-lain. Tangkai daun kangkung air lebih panjang dan lebih lebar daripada tangkai daun kangkung darat. Tumbuhan ini di kembang biakkan dengan stek batang yang agak tua. Secara umum, batang kangkung berbentuk bulat dan berongga. Daunnya berupa daun tunggal dengan tangkai panjang yang tumbuh berseling. Bentuk daunnya segitiga memanjang, pipih dan agak lemas. Karangan bunga yang keluar dari ketiak daun berbentuk seperti coning. Buahnya berbentuk kotak atau agak bulat berisi 2-4 biji (Suhaeni, 2008).

Syarat Tumbuh Kangkung

1). Tanah

Wahyudi (2010) menjelaskan bahwa kangkung tumbuh pada tipe tanah lempung, sampai lempung berpasir, gembur dan mengandung bahan organik serta lokasi yang terbuka dan memperoleh sinar matahari langsung, masih bisa ditanam ditanah rawa yang drainase airnya tidak lancar. Kangkung termasuk tipe sayuran dataran rendah yang pertumbuhannya kurang optimal bila ditanam di dataran yang lebih dari 700 mil dari permukaan laut (Maria, 2009).

2). Iklim

Kangkung dapat tumbuh di daerah dengan iklim panas dan tumbuh optimal pada suhu 25-30 °C (Palada dan Chang, 2003 dalam (Maria, 2009). Kangkung sangat kuat terhadap panas terik dan terhadap kemarau yang panjang dengan kelembabnn 60%. Kangkung darat tumbuh optimal pada tanah banyak mengandung bahan organik, tinggi kandungan air dengan pH 5.3-6.0 (Maria, 2009).

Setiowati (2006) mengemukakan bahwa umurnya kangkung merupakan tanaman hari pendek dan termasuk tipe sayuran dataran rendah. Kangkung jarang tumbuh pada ketinggian lebih dari 700 meter karena pada suhu rata-rata 23 °C. Kecepatan pertumbuhannya akan mengalami penurunan, oleh karenanya jika di budidayakan sebagai sayuran komersial tidak akan memberikan keuntungan bagi petani.

Kangkung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik jika di budidayakan pada tempat dengan ketinggian maksimal 2000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur dan mengandung banyak bahan organik sebagai tempat tumbuhnya, untuk kangkung darat khususnya tidak menyukai lahan yang tergenang karena akarya mudah membusuk, kangkung membutuhkan lahan yang terbuka atau lahan yang mendapatkan sinar matahari yang cukup sebagai tempat tumbuhnya, karena di lahan yang ternaungi tanaman kangkung akan tumbuh memanjang tanaman ini akan naik sepanjang tahun, curah hujan yang baik untuk tanaman kangkung adalah 500-5000 mm/tahun, kangkung adalah tanaman yang memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi sehingga dapat tumbuh hampir disemua kondisi lahan, namun jika di tanam pada lahan yang memiliki suhu udara relatif panas batang tanaman ini akan mengeras. Waktu bertanam yang baik adalah pada musim hujan untuk kangkung darat atau musim kemarau untuk kangkung air (Sumaryono, 1984).

Loading...
error: Content is protected !!