Pengertian Geometri Batu bara

Pengertian Geometri Batu bara

Geometri batubara merupakan bentuk 3 dimensi batubara di bawah permukaan bumi maupun yang tersingkap di permukaan. Secara umum geometri lapisan batubara lebih sederhana bila dibandingkan dengan endapan mineral yang lain. Hal ini tampak pada keberadaan batubara yang terhampar dan secara umum tidak tercampur dengan litologi batuan lainnya. Berbeda dengan minyak dan gas bumi yang harus dipisahkan dengan cara-cara tertentu yang lebih rumit. Tetapi pada kenyataan di lapangan, selain ditemukan sebagai lapisan yang menghampar luas dengan ketebalan menerus dan dalam urutan yang teratur, juga dijumpai lapisan batubara yang tersebar tidak teratur, tidak menerus, menebal, menipis, terpisah dan melengkung dengan geometri yang bervariasi. Maka geometri menjadi perlu dipelajari dan dipahami secara baik karena merupakan salah satu aspek penting di dalam usaha mengembangkan industri pertambangan batubara.

Batu bara

Adapun parameter geometri lapisan batubara harus dikaitkan dengan kondisi penambangannya karena hasil pemetaan mengenai geometri lapisan batubara akan menjadi dasar untuk tahap berikutnya, yaitu tahap penambangan. Selanjutnya agar geometri lapisan batubara menjadi berarti dan menunjang untuk perhitungan cadangan, bahkan sampai pada tahap perencanaan tambang, penambangan pencucian, pengangkutan, penumpukan, maupun pemasaran, maka menurut (B. Kuncoro, 2000), parameter yang perlu diperhatikan meliputi ketebalan, kemiringan, pola sebaran lapisan batubara, kemenerusan lapisan batubara, keteraturan lapisan batubara, bentuk lapisan batubara.

Ketebalan Lapisan Batubara

Lapisan batubara tebal merupakan deposit batubara yang mempunyai nilai ekonomis tinggi (Sukandarrumidi, 1995). Lapisan batubara di suatu tempat selalu bervariasi ketebalannya yang kadang-kadang hanya pada jarak yang dekat atau pendek. Faktor utama yang menyebabkan variasi tersebut adalah kondisi cekungan tempat terbentuknya batubara tersebut. Faktor lain adalah faktor kerapatan tumpukan tumbuhan yang akan membentuk gambut dan perbedaan tekanan dari lapisan sedimen di atas lapisan batubara atau akibat aktivitas tektonik.

Menurut B. Kuncoro (2000) ketebalan lapisan batubara merupakan unsur penting yang langsung berhubungan dengan perhitungan cadangan, perencanaan produksi, sistem penambangan dan umur tambang. Oleh karena itu perlu diketahui faktor pengendali terjadinya kecenderungan arah perubahan ketebalan, penipisan, splitting dan kapan terjadinya. Apakah terjadi selama proses pengendapan, yang dapat disebabkan karena perubahan kecepatan akumulasi batubara, perbedaan morfologi dasar cekungan, dan hadirnya channel, atau terjadi setelah pengendapan, seperti sesar atau erosi permukaan.

Pengertian tebal lapisan batubara dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Tebal lapisan termasuk parting (gross coal thickness).
  2. Tebal lapisan batubara tidak termasuk parting (net coal thickness).
  3. Tebal lapisan batubara yang ditambang (mineable thickness).

Kemiringan Lapisan Batubara

Besarnya kemiringan lapisan batubara berpengaruh terhadap perhitungan cadangan ekonomis dan sistem penambangan. Besarnya kemiringan harus berdasarkan hasil pengukuran dengan akurasi yang tinggi. Kemiringan lapisan batubara dibagi sebagai berikut:

  1. Lapisan horizontal.
  2. Lapisan landai; kemiringannya kurang dari 25°.
  3. Lapisan miring; kemiringannya berkisar 25°-45°.
  4. Lapisan miring curam; kemiringannya berkisar 45°-75°.
  5. Lapisan vertikal.

Pola Sebaran Lapisan Batubara

Pola sebaran lapisan batubara akan berpengaruh pada penentuan Batas perhitungan cadangan dan pembagian blok penambangan. Oleh karena itu, faktor pengendalinya harus diketahui, yaitu apakah dikendalikan oleh struktur lipatan (antiklin, sinklin), struktur sesar dengan pola tertentu atau dengan persesaran yang kuat.

Kemenerusan Lapisan Batubara

Selain jarak kemenurusan, faktor pengendalinya juga perlu diketahui, yaitu apakah kemenurusannya dibatasi oleh proses pengendapan, split, sesar, instrusi atau erosi.

Keteraturan Lapisan Batubara

Keteraturan lapisan batubara ditentukan oleh pola kedudukan lapisan batubara (jurus dan kemiringan).

Bentuk Lapisan Batubara

Bentuk lapisan batubara merupakan perbandingan antara tebal lapisan batubara dan kemenurusannya, apakah melembar, bongkah, atau bentuk lainnya.

Arti penting geometri lapisan batubara. Pembahasan dan pemahaman geometri lapisan batubara harus dikaitkan dengan kegiatan eksplorasi dan penambangan batubara. Pada tahap eksplorasi akan sangat membantu di dalam usaha menentukan besarnya cadangan batubara, kemudian akan sangat membantu untuk:

  1. Evaluasi pada setiap tahap eksplorasi.
  2. Perencanaan pengembangan atau perluasan daerah eksplorasi.
  3. Sebaran kualitas dan sekaligus kuantitas.
  4. Keputusan mendirikan usaha pertambangan.
  5. Rencana penambangan.

Selanjutnya pada tahap penambangan, karakteristik geometri lapisan batubara akan menjadi salah satu dasar di dalam penentuan:

  1. Perencanaan produksi dan umur tambang karena berkait dengan cadangan batubara.
  2. Sistem penambangan yang akan diterapkan.
  3. Pemilihan tata letak tambang.
  4. Penerapan teknologi penambangan.
  5. Proses pengolahan.
  6. Penumpukan batubara.
  7. Pemasaran batubara (B.Kuncoro, 2000).
Loading...
error: Content is protected !!