Pengertian Tanaman Kailan (Brassica oleraceae)

Pengertian Tanaman Kailan (Brassica oleraceae var. acephala)

Tanaman kailan berasal dari negara Cina. Penyebaran ke Negara lain termasuk Indonesia relatif baru dibanding dengan kubis lain. Kailan mempunyai daun yang memanjang dengan tekstur lunak dan rasanya manis (Harjono, 2000). Terdapat banyak kultivar dengan warna bunga dan ciri-ciri vegetatif yang berbeda, terutama mengenai tinggi dan besarnya batang (William, 1993).

Kailan

Menurut Palungkun dan Asiani, (1992). Bentuk tanaman kailan menyerupai tanaman sawi/caisim atau kembang kol. Daunnya panjang dan melebar, sedangkan wama daun dan batangnya mirip dengan kembang kol, yaitu berwama hijau tua. Sayuran ini cocok untuk masakan cina atau ditumis karena memiliki rasa yang segar renyah, lebih lunak, dan tidak berasa pahit. Macam varietas kailan di Indonesia tidak banyak bahkan yang terkenal hanya beberapa macam, diantaranya Full White. Varietas ini mempunyai daun tebal dengan bulu-bulu pendek dan warnanya hijau tua (Harjono, 2001). Ditinjau dari kebutuhan haranya tanaman kailan termasuk heavy feeders (Harjono, 2000), yaitu tanaman yang membutuhkan unsur hara dalam jumlah besar.

Menurut Tjitrosoepomo (1994), kailan termasuk kelompok kubis-kubisan, dalam sistem taksonomi tanaman kailan dimasukkan dalam :

Divisio : Spermatophyta, Sub division : Angiospermae, Kelas : Dicotyledoneae (Tumbuhan biji berkeping dua), Ordo : Rhoeodales (Brassicales), Famili : Cruciferae (Brassicaceae), Genus : Brassica, Spesies : Brassica oleraceae var. acephala

Manfaat tanaman kailan (Brassica oleraceae var. acephala)

Sayuran yang tampak sederhana ini ternyata memiliki harga yang tidak ternilai bagi kesehatan. Kol atau ada yang menyebutnya dengan kubis terlahir dari keluarga yang banyak sekali jenisnya, diantaranya yang dikenal adalah sawi hijau, sawi putih, kembang kol, kailan, kolrabi, salad air dan brokoli (Anonim, 2007).

Semua keluarga kol mengandung senyawa anti kanker dan merupakan sumber vitamin C, vitamin A, vitamin B 1 , serta mineral, kalsium, kalium, klor, fosfor, sodium dan sulfur. Kandungan serat kasar pada kol sangat tinggi sehingga dapat memperkecil resiko penyakit kanker lambung dan usus (Anonim, 2007).

Penelitian di Amerika membuktikan bahwa kol yang dikonsumsi dalam keadaan mentah atau yang telah dimasak dapat mengurangi terjadinya kanker usus besar sebanyak 66 %. Manfaat lain dari kol adalah dapat mencegah dan menyembuhkan luka lambung, menstimulasi kekebalan, menurunkan kadar kolestrol dalam darah serta dapat mencegah infeksi. Juga sebagai resep masakan khas seperti tumis kailan jamur, kailan saus udang dan cocok untuk bahan campuran mie gorging (Anonim, 2008).

Di lihat dari segi ekonominya, hasil panen kailan dapat dijual di hotel, swalayan, pasar tradisional, dan beberapa rumah makan, dengan harga yang relatif tinggi. Kailan dapat dikatakan dengan sayuran komersial (Pracaya, 1996).

Syarat tumbuh kailan

Seperti halnya tanaman kubis-kubisan lainnya, kailan juga menghendaki keadaan iklim yang dingin selama pertumbuhannya. Suhu yang baik untuk pertumbuhannya berkisar antara 15-25 °C. Kailan juga menghendaki keadaan tanah yang gembur dan subur dengan pH 5,5-6,5 dengan cukup mendapat air tetapi tidak tergenang (Palungkun dan Asiani, 1992).

Loading...
error: Content is protected !!