Fungsi dan Peranan Pupuk Organik

Fungsi dan Peranan Pupuk Organik

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari sisa mahluk hidup dan tumbuhan diolah melalui tangan manusia, dapat terbentuk padat dan cair. Contohnya pupuk kandang, kompos, pupuk hijau, humus dan pupuk cair biogas. Sedangkan pupuk anorganik merupakan jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki persentase kandungan hara yang tinggi. Contohnya pupuk urea, Zn, dolomit, gandasil, pupuk kiserit, TSP, vitabloom, hyponex dan pupuk guano (Setyamidjaya, 1986).

Pupuk Kompos

Salah satu pembentuk tanah adalah bahan organik sehingga sangat penting dilakukan penambahan bahan organik ke dalam tanah melalui pemberian pupuk organik yang berpengaruh positif terhadap tanaman. Dengan adanya bantuan jasad renik yang ada di dalam tanah maka pupuk organik akan berubah menjadi humus. Humus ini merupakan perekat yang baik bagi butir-butir tanah saat membentuk gumpalan tanah. Akibatnya, susunan tanah akan menjadi lebih baik dan lebih tahan terhadap gaya-gaya perusak dari luar seperti hanyutan air (erosi) ataupun hembusan angin. Selain itu, pemberian pupuk organik akan menambah unsur hara yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman (Musnamar, 2005).

Presentase unsur hara yang diberikan dari pupuk organik masih kecil dibanding pupuk anorganik. Secara umum, fungsi pupuk organik adalah sebagai berikut:

  1. Kesuburan tanah bertambah. Adanya penambahan unsur hara, humus, dan bahan organik ke dalam tanah yaitu berpengaruh dalam jangka panjang terhadap tingkat kesuburan tanah.
  2. Sifat fisik dan kimia tanah diperbaiki. Pemberian pupuk organik menyebabkan terjadinya perbaikan struktur tanah. Akibatnya, sifat fisik dan kimia tanah ikut diperbaiki. Pemberian pada tanah berpasir menyebabkan daya ikat tanah meningkat. Pemberian pada tanah berlempung akan menjadi ringan, daya ikat air menjadi tinggi, daya ikat tanah terhadap unsur hara meningkat, serta drainase dan tata udara tanah dapat diperbaiki. Tata udara tanah yang baik dengan kandungan air cukup akan menyebabkan suhu tanah lebih stabil serta aliran air dan aliran udara tanah lebih baik.
  3. Sifat biologi tanah dapat diperbaiki dan mekanisme jasad renik yang ada menjadi lebih baik. Pemberian pupuk organik akan meningkatkan populasi musuh alami mikroba tanah sehingga menekan aktivitas saprofitik dan patogen tanaman.
  4. Keamanan penggunaannya dapat dijamin. Pupuk organik tidak akan merugikan kesehatan ataupun mencemari Iingkungan. (Musnamar, 2005).
Loading...
error: Content is protected !!