Pengertian Spektrofotometer Serapan Atom (SSA)

Pengertian Spektrofotometer Serapan Atom (SSA)

Metode analisis spektrofotometri serapan atom adalah salah satu metode analisis kimia yang dilakukan berdasarkan pada pengukuran besaran sifat-sifat fisik yang timbul atau berubah akibat adanya interaksi materi dengan berbagai bentuk energi panas, energi radiasi, energi kimia dan energi listrik (Eko Sugiharto,1990).

Spektrofotometer: wikipedia.org

SSA digunakan untuk analisis kuantitatif unsur-unsur logam dalam jumlah renik karena mempunyai kepekaan tinggi. Cara analisis dengan alat ini akan didapatkan kadar total unsur dalam cuplikan. Untuk analisis suatu logam tentu dapat dilakukan dengan campuran unsur-unsur lain tanpa dilakukan pemisahan terlebih dahulu (Underwood, 1999).

1). Prinsip Dasar SSA

Prinsip kerja metode ini mirip dengan metode fotometri nyala api tetapi sumber energi berupa lampu katoda berongga (Hollow Chathode Lamp). Sedang nyala pembakar berguna untuk mengaktifkan atom-atom logam sebelum menyerap energi. Metode ini dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi hampir semua logam yang ada dalam Sistem Periodik Unsur (SPU).

2). Prinsip Pelaksanaan SSA

Larutan cuplikan diambil melalui kapiler dan disempurnakan sebagai kabut halus dalam nyala api yang berbentuk memanjang. Setelah cuplikan dalam kabut halus mengalami berbagai proses dalam nyala api, maka akhirnya unsur logam yang dianalisis timbul sebagai atom-atom netral yang masih berada dalam keadaan dasarnya. Atom-atom tersebut kemudian disinari dengan sinar yang karekteristik untuknya sehingga terjadi adsorpsi sinar oleh atom atom logam.

Adsorbansi berbanding lurus dengan konsentrasi unsur logam yang di analisis. Absorpsi sinar oleh atom-atom logam terjadi didalam nyala api.

SSA merupakan alat yang tersusun atas sumber energi, lensa nyata, gas bahan bakar, dan detector. Spektrofotometer serapan atom terdiri dari lima komponen dasar, yaitu sumber sinar, sinar pengatoman, monokromator, detektor dan sistem pembacaan. Adapun pengertian dari komponen dasar diatas seperti berikut:

1). Sumber sinar

Sumber sinar yang digunakan untuk pengukuran secara spektrofotometri serapan atom adalah hollow cathode dan setiap pengukuran logam harus menggunakan hollow cathode khusus. Hollow cathode akan memancarkan energi radiasi yang sesuai dengan energi yang diperlukan untuk transisi elektron atom. Hollow cathode terdiri dari tungsten (bermuatan positif) dan katoda silindris (bermuatan negatif). Kedua elektroda tersebut berada di dalam sebuah tabung gelas yang berisi gas neon (Ne) atau gas argon (Ar) dengan tekanan 1-5 Torr.

2). Sistem Pengatoman

Pada sistempengatoman unsur yang akan dianalisis diubah bentuknya dari bentuk ion menjadi atom bebas.

3). Monokromator

Monokromator berfungsi untuk meneruskan panjang gelombang emisi dari lampu katoda berongga yang diabsorpsi paling kuat oleh atom-atom di dalam nyala api (panjang gelombang maksimum) dan menahan garis-garis emisi lain dari lampu katoda berongga yang tidak di gunakan untuk analisis.

4). Detektor

Detektor berfungsi mengubah energi sinar menjadi energi listrik. Energi yang dihasilkan dapat menggerakkan jarum (bila sistem pembacaannya merupakan sistem jarum), akan mengeluarkan angka digital, atau menggerakkan pen pada recorder maupun menampilkan angka pada layar monitor.

5). Sistem Pembacaan

Sistem pembacaan pada SSA sangat bervariasi dan tergantung pada keperluan. Untuk analisis raksa maupun pengatoman dengan tungku grafik, yang diperlukan adalah terutama sistem pembacaan recorder atau monitor komputer. Tetapi untuk unsur lain, terutama pengatoman dengan nyala data sistem pembacaan digital atau printer sudah sangat berguna.

Cuplikan yang di ukur biasanya berupa larutan dengan pelarut air. SSA ini mampu mengukur lebih kurang 60 logam, termasuk logam alkali dan alkali tanah (Sumar Hendayana, 1994).

Loading...
error: Content is protected !!