Pengertian Zat Pengatur Tumbuh Rootone F

Pengertian Zat Pengatur Tumbuh Rootone F

Menurut Abidin (1992), Zat pengatur tumbuh atau hormon setiap tanaman adalah senyawa organik bukan hara, yang dalam jumlah sedikit dapat merangsang, sedangkan dalam jumlah banyak dapat menghambat, dan merubah proses fisiologi tumbuh.

Hormon berasal Bari bahasa Yunani “Hormaein” yang berarti menggiatkan Dwidjoseputro, 1985 ). Hormon merupakan zat yang berfungsi sebagai pengatur yang dapat mempengaruhi jaringan tanaman. Hormon tidak sama dengan pupuk, sebab hormon sama sekali tidak akan memberi unsur hara pada tanaman, walaupun hormon berperan dalam mengatur berbagai proses fisiologi seperti pembelahan dan perpanjangan sel, pertumbuhan akar, batang, daun, bunga dan buah (Lingga, 1995 dan Heddy, 1996).

Rootone F mengandung auksin yang mempunyai bahan aktif : Naphtalene Asetamida (NAA) 0,067%, 3 Methyl Naphtalene Asetamida (MNAD ) 0,013%, 2 Methyl 1 Naphtalene Asetat Acid ( MNAA ) 0.033%, Indol 3 Butiric Acid ( IBA ) 0,057%, Thiram ( Tetra Methyl Therma Disulfida ) 4%. (petunjuk peraturan Rootone F).

Menurut Lingga dan Marsono (2006), keuntungan memakai hormon atau ZPT yaitu: (1) memperbaiki sistem perakaran; (2) membantu tanaman menyerap unsur hara dari tanah; (3) mencegah gugur daun,bunga,dan buah: (4) memperkaya pertumbuhan vegetatif.

Untuk mendapatkan hasil yang baik bagi pertumbuhan akar pada stek, disamping penggunaan zat pengatur tumbuh Rootone F, perlu dibarengi dengan nutrisi berupa unsur makro dan mikro, sebab zat pengatur tumbuh Rootone F berfungsi sebagai penggerak untuk mengaktifkan sel-sel parenkim dalam proses membelah, membesar, dan memisah. Proses selanjutnya tergantung pada kondisi unsur hara Abidin, Z 1982 ).

Loading...
error: Content is protected !!