Karakteristik Pestisida Nabati

Karakteristik Pestisida Nabati

Menurut Kardinan (1999), pestisida nabati secara umum dapat diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan yang terdapat secara alami di dalam bagian-bagian tertentu seperti akar, batang, daun, bunga dan buah. Secara alami tanaman memproduksi senyawa beracun untuk melindungi spesiesnya dari kepunahan akibat serangan organisme pengganggu tanaman. Senyawa-senyawa ini disebut metabolit sekunder. Spesies tanaman yang tidak pernah diserang OPT yang menjadi pengganggu tanaman lain bisa jadi mengandung bahan metabolit sekunder yang dipakai sebagai pestisida nabati.

Pesnab

Pestisida nahati bersifat mudah terurai dengan cepat oleh sinar matahari, udara, kelembaban dan komponen alam lainnya, sehingga mengurangi resiko pencemaran tanah dan air. Toksisitas (daya racun) umumnya rendah terhadap mamalia, sehingga relatif lebih aman terhadap manusia dan hewan ternak yang dihasilkannya cepat terurai, pengaruhnya hanya terlihat pada organisme yang merugikan tanaman, sedangkan pada organisme yang bukan sasaran dampaknya sangat kecil, sehingga pestisida nabati bersifat selektif dan umumnya tidak meracuni serta tidak merusak tanaman atau phitotoksitas rendah (Novizan, 2002).

Menurut Kardinan (1 999), tumbuhan mengandung banyak bahan kimia yang merupakan produksi metabolit sekunder dan digunakan oleh tumbuhan sebagai alat pertahanan dari serangan organisme penganggu. Walaupun hanya sekitar 10.000 jenis produksi metabolit sekunder yang telah teridentifikasi , tetapi sesungguhnya jumlah bahan kimia pada tumbuhan dapat melampaui 400.000. Lebih dari 2.400 jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam 235 famili dilaporkan mengandung bahan pestisida, satu diantaranya adalah daun sirih (Piper belle).

Loading...
error: Content is protected !!