Pelaku Usaha Gaharu Alam

Pelaku Usaha Gaharu Alam

Menurut Sudiyono (2002), lembaga pemasaran adalah badan usaha atau individu yang menyelenggarakan pemasaran, menyalurkan jasa dan komoditi dari produsen kepada konsumen akhir serta mempunyai hubungan dengan badan usaha atau individu lainnya. Lembaga pemasaran ini timbul karena adanya keinginan konsumen untuk memperoleh komoditi yang sesuai dengan waktu, tempat, dan bentuk yang diinginkan konsumen. Tugas lembaga pemasaran ini adalah menjalankan fungsi-fungsi pemasaran serta memenuhi keinginan konsumen semaksimal mungkin.

Ada tiga kelompok yang secara langsung terlibat dalam penyaluran barang dan jasa, mulai dari tingkat produsen sampai tingkat konsumen yaitu nihak produsen, pihak perantara, dan pihak konsumen akhir. Pihak produsen adalah pihak yang memproduksi barang dan jasa yang dipasarkan. Pihak lembaga perantara adalah pihak yang memberikan pelayanan dalam hubungannya dengan pembelian atau penjualan barang dan jasa dari produsen ke konsumen, yaitu pedagang besar (wholesaler) dan pedagang pengecer (retailer), sedangkan konsumen akhir adalah pihak yang langsung menggunakan barang/jasa yang dipasarkan (Limbong dan Sitorus, 1987).

Pemasaran gaharu melibatkan beberapa pelaku usaha gaharu mulai dari pencari gaharu sebagai produsen, pengumpul kecil (tengkulak) dan pengumpul besar sebagai lembaga perantara, eksportir sebagai lembaga pengekspor.

1). Pencari Gaharu

Pencarian gaharu di Provinsi Kalimantan Timur telah dilakukan sejak tahun 1990 sampai sekarang. Para pencari gaharu ini biasanya mengerjakannya adalah dengan cara berkelompok yang berasal dari masyarakat sekitar maupun dari penduduk pendatang yang berasal dari luar kampung mereka. Biasanya kelompok pencari ini bukan kelompok yang tetap karena sering kali anggota kelompok bertukar disesuaikan dengan kesempatan mengerjakan pencarian gaharu. Ada hal menarik yang menjadi kebiasaan dan kepercayaan dalam pembentukan kelompok antara pencari gaharu dimana anggota kelompok pencahari gaharu jumlahnya tidak boleh ganjil dengan alasan apabila anggota kelompok berjumlah ganjil dikhawatirkan akan terjadi suatu musibah ketika pencarian. Tapi ada kelompok pencari gaharu yang tidak menghiraukan tentang jumlah anggota kelompok yang berangkat. Sehingga jumlah anggota dari berbagai kelompok pencari gaharu sangat bervariasi berdasarkan tempatnya.

Jumlah anggota kelompok dibedakan berdasarkan status kelompok pencari gaharu yaitu terbagi atas dua jenis dimana terdapat kelompok pencari bebas dan kelompok pencari terikat. Kelompok bebas adalah pencari gaharu perorangan yang melakukan pencarian gaharu dengan modal kerja sendiri sehingga bebas dalam menentukan tempat dan waktu pencarian gaharu serta bebas menjual hasil perolehan gaharunya baik kepada pengumpul kecil ataupun pada pengusaha/Pengumpul besar. Pencari terikat adalah para pencari gaharu yang ada keterikatan modal pinjaman atau persekot yang diberikan oleh pedagang pengumpul besar, sehingga kebebasan waktu pencarian dan penjualan hasil perolehannya ditentukan oleh para pemberi modal.

2). Pedagang Pengumpul Gaharu

Pedagang pengumpul gaharu dibedakan atas 2,yaitu:

a). Pedagang Pengumpul kecil

Pedagang pengumpul kecil dalam pengusahaan gaharu merupakan pelaku usaha gaharu yang berperan sebagai perantara antara pencari gaharu dan pedagang pengumpul besar. Pedagang pengumpul kecil dan pedagang pengumpul besar memiliki keterkaitan yang erat karena pedagang pengumpul kecil merupakan penunjukan dari pedagang pengumpul besar untuk membantu pedagang pengumpul besar dalam mengumpulkan gaharu Bari kelompok pencari gaharu. Penunjukan yang dimaksud adalah pedagang pengumpul kecil merupakan orang yang dipercaya oleh pedagang pengumpul besar dan merupakan rekomendasi dari pedagang pengumpul besar, sehingga pedagang pengumpul kecil mendapatkan izin dari BKSDA. Dengan adanya keterkaitan izin ini pedagang pengumpul kecil berkewajiban untuk melaporkan pembelian dan melakukan penjualan kepada Pedagang pengumpul besar.

Terdapat beberapa hambatan yang dihadapi oleh pedagang pengumpul kecil diantaranya jumlah pembelian gaharu sangat tergantung pada basil yang diperoleh kelompok pencari, modal yang dimiliki oleh pedagang pengumpul kecil seringkali mengalami kemacetan karena kelompok pencari yang tidak mendapatkan basil sesuai dengan target dan juga semakin banyaknya pembeli gaharu yang illegal yang memberikan harga lebih tinggi.

b). Pedagang Pengumpul Besar

Pedagang pengumpul besar merupakan pusat sistem pemasaran gaharu di Provinsi Kalimantan Timur, pedagang pengumpul besar menerima penjualan gaharu dari pencari langsung maupun dari pedagang pengumpul kecil dan menjualnya langsung kepada eksportir yang ada di Kalimantan Timur.

Kegiatan yang dilakukan oleh pedagang pengumpul besar sama halnya seperti yang dilakukan oleh pedagang pengumpul kecil yaitu pengumpulan, pensortiran, pengaritan, pengemasan dan penjualan (pengangkutan). Tenaga kerja ditingkat pedagang pengumpul besar merupakan anggota keluarganya sendiri dan kerabat. Pedagang pengumpul besar yang terdaftar memiliki izin yang resmi untuk melakukan pembelian dan penjualan gaharu. Untuk mendapatkan izin sebagai pedagang pengumpul ada beberapa hal yang harus dipenuhi dan dipatuhi sebagai pedagang pengumpul.

Sama halnya pedagang pengumpul kecil, pedagang pengumpul besar memiliki permasalahan dan resiko usaha yang cukup besar diantaranya jumlah pembelian yang sangat tergantung pada basil kelompok pencari, modal yang mengalami kemacetan karena pencari tidak mendapatkan hasil sesuai dengan target atau kelompok pencari yang tidak dapat mengembalikan modal yang diberikannya dan terjadinya resiko penjualan pada saat gaharu dijual kepada eksportir. Resiko penjualan yang terkadang dihadapi adalah harga jual gaharu yang terkadang tidak sesuai dengan target dan perkiraan pedagang pengumpul besar.

Loading...
error: Content is protected !!