Pengertian Kegiatan re-Greening (Penghijauan)

Pengertian Kegiatan re-Greening (Penghijauan)

Dampak dari kegiatan penambangan sangat luas, meliputi dampak terhadap lingkungan maupun kehidupan manusia. Menurut Subroto (2003), untuk mengetahui timbulnya dampak terhadap tanah, lahan dan ruang terlebih dahulu harus mengetahui

– Parameter komponen tanah, lahan dan ruang yang sangat menentukan daya dukunanya.

– Harus mengetahui luas atau besar dampak yang ditimbulkan. Mengetahui sifat dan spesifikasi kegiatan yang dilakukan (industri, pertanian, kehutanan, pertambangan dan lain-lain).

Komponen yang dapat terganggu akibat kegiatan kegiatan penambangan adalah

  1. lkiim (suhu, kelembaban, penyinaran dan kecepatan angin),
  2. Tanah (kimia dan fisik).
  3. Tata ruang (perubahan penggunaan lahan, perubahan pencadangan lahan, perubahan sistem dan pola pemanfaatan lahan.
  4. Perubahan status lahan,

Wisnubroto dkk (1991), menyatakan tiga golongan tanah kritis untuk dihijaukan yaitu :

  1. Areal kritis yang mempunyai keadaan lapangan berjurang serta bertebing dengan kemiringan lebih besar dan 50 . Tanah kondisi ini secara teknis tidak dapat diolah untuk dijadikan tanah pertanian dengan tanaman semusim. Sebagai gantinya dilakukan penghijauan tanaman tahunan.
  2. Areal kritis dalam keadaan ditelantarkan atau tidak digarap lagi sebagai pertanian tanaman semusim. Areal kritis dengan pertimbangan khusus, misalnva untuk perlindungan mata air, sehingga perlu dijadikan areal yang tertutup dengan tanaman tahunan.

Vegetasi yang tumbuh di atas tanah sangat penting peranannya dalam menentukan kualitas dari sebuah lahan. Dalam Road and Drilling Location Earth Work VICO Indonesia (1999), menjelaskan. bahwa penggunaan tanaman penutup untuk menutupi tanah berfungsi untuk :

  1. Melindungi permukaan tanah dan tumbuhan langsung air hujan.
  2. Memperlambat aliran permukaan.
  3. Menjaga kemampuan tanah dalam penyerapan air.
  4. Mengikat partikel tanah dengan tetap pada tempatnya.

Namun pada kondisi pasca penambangan meninggalkan lahan yang sangat kritis maka perlu pen ambahan bahan organik ke dalam tanah ataupun pupuk-pupuk untuk menambah hara dalam tanah.

Dalam Kumpulan Makalah Kursus Singkat Amdal (1996), menjelaskan bahwa untuk penanganan limbah ada dua alternatif yaitu:

  1. Recycling (daur ulang).
  2. Disposal (dibuang)

Kedua alternatif atau cara diatas dilakukan dengan penanganan yang aman, efektif dan legal. Limbah-limbah tersebut memiliki beberapa karakteristik yaitu:

  1. Origin, dilihat dari asal limbah
  2. Destination, limbah dilihat dari tujuan penanganan limbah,
  3. Content-phase of liquid and pollutant yang berupa limbah cair,
  4. Content physical nature of pollutant yang dilihat dari segi fisik limbah,
  5. Content physical of chemical nature, yang dilihat dari segi bahan kimia yang dikandung limbah,
  6. Content quality and concentration of pollutant, mengarah pada kecepatan aliran limbah dan konsentrasi limbah yang dikandung
  7. Content toxicity dan hazard, kandungan racun dan akibatnya,
  8. Treatment yaitu per lakuan limbah dan
  9. Value atau nilai limbah.

Tujuan dari kegiatan re-greening pada lahan bekas tambang yaitu menutupi lahan kembali dengan vegetasi dan diharapkan kondisi tanah akan dapat baik kembali mendekati seperti semula. Perbaikan ini disamping untuk mernperbaiki kondisi lahan tetapi juga untuk rnencegah limbah-limbah berbahaya bagi lingkungan.

Pelaksanaan penghijauan di VICO Badak merupakan teknik yang umum. Akan tetapi dengan penambahan bidang vaitu bidang konstruksi maka lahan yang sangat rusakpun dapat diperbaiki kembali. Pelaksanaan re-greening ini memang tidak ada panduan khusus (literatur) tetapi mengacu pada prinsip kerja pada pertanian dan pengalaman sebelumnya. Dengan perpaduan ilmu tersebut menghasilkan lahan yang sebelumnya tandus kembali menjadi hijau.

Secara umum kegiatan re-greeening yang dilaksanakan di PT. VICO Badak pada lokasi bekas penambangan minyak dan gas adalah sebagai berikut:

1). Perbaikan lahan

Lahan yang telah selesai di tambang meninggalkan lokasi yang tidak teratur dan tanah menjadi rusak akibat kegiatan tambang tersebut. Perbaikan dengan cara manual yaitu dengan cangkul sampai tanah kembali rata.

2). Penaburan bahan organik

Bahan organik yang digunakan adalah dengan pemberian pupuk kandang baik itu pupuk kandang ayam atau pupuk kandang sapi. Pupuk tersebut ditaburkan secara merata pada seluruh lahan. Pemberian pupuk ini dimaksudkan untuk rnenambah unsur hara pada tanah dan perbaikan sifat-sifat tanah.

3). Penanaman

Penanaman lahan dengan mengamankan tanaman penutup tanah serta tanaman-tanaman kehutanan untuk mencegah kerusakan lahan yang lebih parah.

4). Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman tidak terlalu intensif karma prioritas penghijauan ini hanya sampai tanaman mampu hidup sendiri.

Loading...
error: Content is protected !!