Pengertian Pembangunan Masyarakat

Pengertian Pembangunan Masyarakat

Pembangunan masyarakat diartikan sebagai aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat dimana mereka mengidentifikasikan kebutuhan dan masalahnya secara bersama (Adisasmita, 2006:12).

Program-program pembangunan yang direncanakan berarti harus memenuhi kebuutuhan masyarakat dan tidak hanya untuk memuaskan beberapa orang atau pihak saja, tetapi harus ada timbal balik antara pembuat program pembangunan dengan masyarakat sebagai pihak yang berhak mendapatkan pelayanan dan manfaat dari program pembangunan tersebut. Untuk menampung, menjaring, dan menyaring kepentingan dan aspirasi dari berbagai kelompok dalam masyarakat agar dilakukan melalui musyawarah.

Musyawarah sebagai upaya meningkatkan partisipasi dan rasa memiliki terhadap program yang dilaksanakan, dan harus mengandung unsure pemberdayaan masyarakat. Unsur-unsur tersebut dapat tercipta secara kuat, apabila terdapat transparansi dalam implementasi program dan akuntabilitas para pelaksana program sehingga tidak terjadi salah sasaran dan salah kelola. Beberapa yang harus diperhatikan agar program itu berhasil yang biasa disebut DISCUSS, (Adisasmita, 2006:13-14) berikut penjelasan mengenai DISCUSS tersebut:

  1. Development, perumusan program-program pembangunan agar didasarkan pada kebutuhan masyarakat locak yang memiliki tujuan dan sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi.
  2. Involve, dimaksudkan bahwa dalam penyusunan program-program pembangunan itu harus melibatkan dan mengikutsertakan seluruh kelompok strategis dalam masyarakat.
  3. Socialize, bahwa program pembangunan yang telah diidentifikasikan dan disusun itu harus disosialisasikan atau didesiminasikan kepada seluruh masyarakat, sehingga mereka memahami, merasa memilikinya dan bertanggungjawab.
  4. Caster, artinya program-program yang dilaksanakan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  5. Utilize, dalam mengimplementasikan program (proyek) pembangunan diharapkan sedapat mungkin menggunakan atau memanfaatkan tenaga kerja dan material pembangunan setempat/local.
  6. Sensitive atau kepekaan, pembangunan program (proyek) tersebut harus memperhatikan dan memahami situasi dan aspirasi masyarakat baik secara psikologi, sosial maupun budaya lokal.
  7. Spatial atau tata ruang, yang dimaksudkan bahwa manyadari keragaman potensi dan kondisi daerah-daerah (desa-desa) maka pembangunan program atau proyek agar ditempatkan dalam kawasan pedesaan dengan memahami konfigurasi desa-desa pusat pertumbuhan yang efektif.

Dari penjelasan di atas bahwa program pembangunan harus berdasarkan kebutuhan masyarakat, mengikutsertakan masyarakat dalam penentuan program pembangunan, mensosialisasikan program tersebut kepada masyarakat, memanfaatkan tenaga kerja setempat, serta menyesuaikan program pembangunan dengan kawasan desa tersebut.

Faktor penting yang membuat desa menjadi tidak berdaya adalah produktivitas yang rendah dan kualitas sumber daya manusia yang lemah. Beberapa daerah terdapat kondisi tanah yang sewaktu-waktu semakin tidak produktif, sehingga hasil produksi sangat bergantung kepada pupuk kimiawi dan obat-obatan. Ketika terjadi kelambatan dalam pemberian pupuk atau obat-obatan maka hasil produktivitas desa menurun. Sementara itu penduduk desa sangat bergantung pada hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhannya. Peningkatan sumber daya manusia sangat perlu ditingkatkan, sehingga penduduk desa bukan hanya menghasilkan tetapi dapat juga mengelola hasil sehingga memiliki nilai jual tinggi.

Oleh karena itu pembangunan masyarakat pedesaan dapat ditingkatkan melalui pengembangan kemampuan sumber daya manusia ada di pedesaan, sehingga prakarsa dan kreativitas anggota masyarakat menjadi semakin berkembang dan tingkat kesadarannya semakin tinggi.

error: Content is protected !!