Pengertian Peran

Pengertian Peran

Peran didefinisikan sebagai corak perilaku yang diharapkan, yang seharusnya dimiliki oleh seorang yang menduduki salah satu posisi di dalam sebuah unit sosial. Pengertian tentang perilaku yang diperankan akan menjadi sangat sederhana andaikan setiap individu diantara kita memilih satu peran dan memainkannya secara regular dan konsisten, sayangnya kita dituntut untuk memainkan sejumlah peran yang berbeda, baik di dalam maupun di luar pekerjaan. Dengan demikian, salah satu cara mempelajari peran yang sedang dimainkannya ini, adalah sebagai berikut:

Gambar oleh Pexels dari Pixabay

a). Identitas Peran

Ada beberapa sikap dan perilaku yang konsisten dengan perannya bias sehingga tercapai identitas peran. Manusia pada dasarnya memiliki kemampuan untuk berganti peran secara manakala dia menyadari bahwa situasi tuntutannya betul-betul memerlukan perubahan besar.

b). Persiapan Peran

Persiapan peran ini didefinisikan sebagai pandangan seseorang, bagaimana dia seharusnya bertindak dalam sebuah situasi tertentu. Berdasarkan interprestasi kita, bagaimana seharusnya kita berperilaku yang sesuai dengan kepercayaan kita, kita sebetulnya terikat dengan tipe-tipe tertentu.

c). Ekspetasi Peran

Ekspetasi peran ini didefinisikan sebagai kepercayaan/harapan orang lain tentang tindakan yang sebaiknya dilakukan dalam sebuah situasi tertentu, perilaku seseorang ditentukan sebagai peran besar oleh peran yang telah ditentukan dalam “konteks dimana seseorang berakting”.

d). Konflik Peran

Konflik peran didefinisikan sebagai sebuah situasi dimana seseorang dikonfrontasi oleh ekspetasi peran. Hal ini terjadi karena penerimaan seseorang pada persyaratan suatu peran yang telah membuatnya sukar menerima persyaratan peran yang lain. Secara ekstrim, hal ini termasuk situasi-situasi dimana dua atau lebih ekspetasi peran saling bertentangan. Banyak orang yang percaya bahwa topik tentang konflik peran ini termasuk konsep tentang peran yang paling penting dalam mencoba menerangkan perilaku manusia (Jackson dan Schuler).

Menurut Gibson, Ivanocvich dan Donelly (1997:58) “Peran adalah seseorang yang harus berhubungan dengan dua system yang berbeda biasanya organisasi dan beberapa bagian dari lingkungan”. Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan. Penulis menyimpulakan peran adalah kemampuan seseorang yang harus dimiliki dalam sebuah organisasi yang berkedudukan di masyarakat sesuai dengan situasi tertentu untuk mewujudkan aktivitas atau kegiatan.

Pengertian peran menurut ilmu sosial. Peran dalam ilmu sosial berarti suatu fungsi yang dibawakan seseorang ketika menduduki suatu posisi dalam struktur sosial tertentu. Dengan menduduki jabatan tertentu, seseorang dapat memainkan fungsinya karena posisi yang didudukinya tersebut. Pengertian peran dalam kelompok pertama di atas merupakan pengertian yang dikembangkan oleh paham strukturalis di mana lebih berkaitan antara peran-peran sebagai unit cultural yang mengacu kepada hak dan kewajiban yang secara normatif telah dicanangkan oleh system budaya. Sedangkan pengertian peran dalam kelompok dua adalah paham interaksionis, karena lebih memperlihatkan konotasi aktif dinamis dari fenomena peran. Seseorang dikatakan menjalankan manakala ia menjalankan hak dan kewajiban yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari status yang disandangnya.

Dapat disimpulkan peran adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang agar dapat mempengaruhi suatu keadaan tertentu berdasarkan status dan fungsi yang dimilikinya dan seseorang dikatakan menjalankan peran apabila telah menjalankan hak dan kewajiban yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari status yang disandangnya.

Menurut Vetzhal Rivai (2006:148) Peran dapat diartikan sebagai perilaku yang diatur dan diharapkan dari seseorang dalam posisi tertentu. Pemimpin di dalam sebuah organisasi mempunyai peran, setiap perkerjaan membawa harapan bagaimana penanggung peran perilaku. Fakta bahwa organisasi mengidentifikasikan pekrjaan yang harus dilakukan dan perilaku peran yang diinginkan yang berjalan seiring pekerjaan tersebut juga mengandung arti bahwa harapan mengenai peran penting dalam mengatur perilaku bawahan.

Menurut Thoha (2003:263), menyebutkan bahwa suatu peran dirumuskan sebagai suatu rangkaian perilaku yang teratur, yang ditimbulkan karena suatu jabatan tertentu, atau karena adanya suatu kantor yang mudah dikenal.

Secara etimilogis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Peran dapat diartikan sebagai tingkat yang diharapkan oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat. Peran dirukuskan sebagai suatu rangkaian perilaku yang teratur yang ditimbulkan karena suatu jabatan tertentu.

Dalam pengertian di atas, terkandung makna keterlibatan seseorang atau lembaga baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan ataupun aktifitas usaha-usaha perorangan sendiri atau secara berkelompok. Dalam kondisi yang demikian dapat dipahami bahwa keterlibatan maupun peran serta tersebut berkaitan dengan fungsi orang atau lembaga tersebut. Dengan kata lain, makin tinggi kedudukan atau keberadaan dan fungsi orang atau lembaga tersebut dalam masyarakat maka makin tinggi pula peranan yang dituntut partisipasi sebagai konsekuensi dan tanggung jawab kehadiran orang atau lembaga tersebut ditengah-tengah masyarakat.

Dengan memahami penjelasan di atas, setidaknya ada dua hal yang berkaitan dengan pembahasan masalah peran tersebut, antara lain:

  1. Peranan berkaitan dengan fungsi dan kedudukan seseorang di masyarakat, artinya bagaimana seseorang menajalankan peranannya amat ditentukan oleh kedudukannya dalam statifikasi sosialnya di masyarakat, maka tinggi pula peranannya dalam kehidupan sosial.
  2. Peranan berkaitan dengan hak dan kewajiban seseorang, artinya bagaimana peranan seseorang tersebut di masyarakat maka akan berdampak pula pada kewajiban dan hak yang melekat padanya.
error: Content is protected !!