Klasifikasi dan Morfologi Ular Boa (Boa constrictor)

Klasifikasi dan Morfologi Ular Boa (Boa constrictor)

Ular boa memiliki nama latin (Boa constrictor) merupakan satwa sejenis ular pemangsa yang buas yang tersebar di daerah tropis Amerika Selatan, sebagaian Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia. Nama boa constrictor berawal dari karena kebiasaannya saat berburu mangsanya, saat tertangkap ia akan melilitkan tubuhnya pada korbannya sampai lemas kehabisan nafas dan meremukkan tulang-tulangnya sampai mati. Cara boa berburu sama seperti jenis ular piton dan anaconda sehingga berkerabat dekat.

Ular Boa: wikipedia.org

Ular boa hidup dan berkembang biak pada daerah seperti pedalaman hutan hujan di dataran rendah. Boa biasa ditemukan ditempat yang lembab, di atas pepohonan sekitaran sungai, dan sering juga dijumpai di dekat padang pasir.

Ular boa lebih banyak hidup menyendiri dan jarang sekali bertemu dengan ular lain, kecuali sesama jenisnya untuk melakukan pesta perkawinan. Boa termasuk hewan nokturnal yang beraktivitas pada malam hari untuk mencari makan atau aktivitas lainnya. Tidak jarang juga boa sering ditemukan berjemur di atas pepohonan untuk berjemur dan melintas di dasar hutan pada saat siang hari. Meskipun ular boa mampu memanjat pohon, namun ia lebih banyak berhibernasi di tanah.

Makanan ular boa adalah mamalia kecil dan burung. Hewan lain yang sering dimangsa oleh ular boa adalah tikus hutan, kapibara, sejenis kucing hutan, kadal dan amfibi. Boa memiliki alat semacam sensor yang terletak di sepanjang bibir atasnya. Sensor tersebut berfungsi untuk merasakan suhu udara di sekelilingnya dan mendeteksi energi panas dari suhu tubuh korbannya. Boa tidak berbisa dan melumpuhkan mangsanya dengan cara melilitkan erat-erat tubuhnya ke mangsanya hingga lemas dan mati, kemudian menelannya secara utuh. Dalam keadaan kenyang ular boa mampu bertahan untuk tidak makan selama beberapa bulan.

Ular boa berkembang biak secara betelur dan melahirkan (ovovivipar). Boa mampu melahirkan anak sebanyak 10-65 ekor, dengan ukuran panjang tubuhnya berkisar 38-51 cm. Dari awal menetas atau melahirkan, ular boa masuk dalam masa perkawinan pada usia 3-4 tahun.

Klasifikasi Ular Boa

Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Boidae
Genus: Boa Linnaeus, 1758
Nama binomial: Boa constrictor

Morfologi Ular Boa

Ular boa memiliki tubuh yang besar dengan ukuran panjang tubuhnya antara 0,91-3,9 meter. Di alam ular boa sering ditemukan berukuran panjang sekitar 2,2 meter. Boa memiliki bobot tubuh rata-rata mencapai 27 kg. Keunikan ular boa ini adalah usianya yang sangat panjang dari pada jenis ular yang lainnya, yaitu mencapai 40 tahun dan juga memiliki 2 paru-paru yang semuanya dapat berfungsi dengan baik.

Sisik tubuhnya memiliki warna cokelat terang berpola lingkaran besar yang tersusun berjejer dari belakang kepala sampai pangkal ekor. Pola lingkaran tersebut dibatasi dengan warna cokelat tua. Perut ular boa berwarna cokelat pucat. Terdapat warna cokelat tua yang dihiasi dengan guratan-guratan indah berwarna cokelat pucat letaknya berbaris dari leher hingga ekor pada kedua sisi badannya. Bagian ekor berwarna cokelat tua dan terdapat garis-garis berwarna cokelat muda membentuk lingkaran. Beberapa jenis boa lainnya memiliki kombinasi warna seperti kehitaman, abu-abu, oranye, kuning, albino, pastel albino hingga kemerah-merahan.

error: Content is protected !!