Tinjauan Umum Tanaman Kacang Panjang

Tinjauan Umum Tanaman Kacang Panjang

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) termasuk sayuran buah yang sudah sangat populer. Buah atau polong muda bermanfaat antara lain sebagai bahan makanan dan pengobatan (terapi) yaitu pengobatan kanker payudara, anemia, antioksidan, antibakteri, antivirus, dan juga sebagai penyeimbangan bakteri dan usus dan kontisipasi. Disamping itu, daun muda tanaman kacang panjang dapat dimanfaatkan untuk makanan sayuran dan pakan ternak. Kacang panjang dapat digunakan untuk pengobatan karena zat-zat yang berkhasiat sebagai Obat. Zat yang terkandung dalam kacang panjang adalah lignin, klorofil dan serat. Lignin berkhasiat sebagai anti kanker, sedangkan serat berfungsi penyeimbang bakteri dalam usus (Cahyono, 2006).

Banyak manfaat tersebut disebabkan oleh banyaknya kandungan gizi dalam kacang panjang. Menurut Irfan dan Sunarjono (2003) polong kacang panjang yang muda banyak mengandung vitamin A,B,C sedangkan bijinya yang sudah tua mengandung protein yang cukup tinggi (17-23%). Polong muda kacang panjang mengandung 2,7 gram, lemak 0,3 gram, karbohidrat 7,8 gram, dan menghasilkan 34 kalori per 100 gram bahan serat bersih. Karena begitu banyaknya manfaat dari kacang panjang, sehingga menggugah kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsinya. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya konsumsi kacang panjang perkapita sejak tahun 2004 (3,43 kg/th) dan tahun 2006 (4,00 kg/th) (Deptan, 2008).

Klasifikasi botani tanaman kacang panjang adalah sebagai berikut :

Divisio : Spermatophyta

Sub Divisio : Angiospermae

Kelas : Dicotyledoneae

Ordo : Rosales

Famili : Leguminaceae

Genus : Vigna

Spesies : Vigna sinensis (L)

Sentra penanaman kacang panjang di dominasi di pulau Jawa terutama Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan DI Aceh, Sumatera Utara, Lampung dan Bengkulu.

1. Kacang Panjang Biasa

Kacang panjang jenis ini ciri-ciri jenis umumnya batangnya panjang sekali dan membelit. Panjang polong sekitar 40 cm, berwarna hijau sekali masih muda dan setelah tua menjadi putih. Bentuk biji bulat, panjang agak pipih, kadang-kadang ada yang melengkung, warna bijinya kuning, coklat, hitam, putih atau kuning kemerahan. Ukuran bijinya 5-6 mm X 8-9 mm. Beberapa kultivar jenis ini antara lain dari Kabupaten Ciwideuy dan lokal Subang.

2. Kacang Panjang Usus

Kacang panjang usus memiliki ciri-ciri batang yang sama seperti kacang panjang biasa, tetapi polongnya panjang sekali, dapat lebih dari 80 cm. Polong yang muda berwarna hijau keputihan dan seteleah tua berwarna putih kekuning-kuningan. Warna bijinya putih belang-belang merah. Beberapa kultivar jenis ini antara lain usus putih, usus hijau Subang dan usus hijau Purwokerto.

Beberapa varietas unggul tanaman kacang panjang yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian yaitu:

a. Varietas Kacang Panjang 1 (KP-I)

Varietas ini berasal dari Bekasi. Batangnya berwarna hijau muda, berbentuk segi enam. Bentuk daun delta dengan ujung runcing. Tiap daun majemuk terdiri dari tiga daun. Permukaanya rata, berbulu halus dan berwarna hijau tua. Bunganya berbentuk kupu-kupu dan berwarna biru muda. Polong berbentuk gilig langsing, warna polong muda hijau tua. Jumlah polong tiap tanaman 4-15 buah dengan panjang 40-75 cm. Rasa polong muda renyah dan agak manis. Bijinya berwarna cokelat tua. Kadang berbelang putih. Bentuknya bulat agak gepeng. Tinggi tanaman ini sekitar 2 m lebih. Mulai berbunga pada umur 28 hari dan panen polong muda pada umur 59-79 hari. Produksi rata-rata 6,2 ton/ha. Varietas ini cukup tahan terhadap serangan hama penggerak polong dengan cendawan busuk polong.

b. Varietas Kacang Panjang 2 (KP-2)

Varietas ini berasal dari Bogor. Tanaman ini merambat tingginya 2 m atau lebih daun dan bunganya mirip dengan Varietas KP-I. Varietas ini mulai berbunga pada umur 30 hari, jumlah polong tiap tanaman 5-18 hari, panjangnya 35-60 cm. Polong muda dapat di panen pada umur 58-80 hari. Hasil rata-rata polong 5,9 ton/ha.

c. Varietas Usus Hijau

Varietas ini berasal dari Banyumas. Tinggi tanaman dewasa 215-240 cm. Daunya berbentuk delta, tiap daun majemuk terdiri dari tigai helai, permukaannya halus dan berwarna hijau. Bunganya berbentuk kupu-kupu berwarna ungu. Tanaman mulai berbunga umur 39 hari. Polong berbentuk gilig panjang, berwarna hijau tua. Polong muda renyah dan rasanya agak manis. Jumlah polong per pohon 10-20, buah dengan panjang 50-75 cm. Biji tua berwarna coklat tua dan berbentuk gilig panjang agak gepeng, pemanenan polong muda dilakukan pada umur 58 hari. Produksi polong muda rata-rata 12,5-15,0 ton/ha. Varietas ini agak tahan terhadap penyakit sapu dan tahan terhadap hama penggerak polong.

Syarat Tumbuh Tanaman Kacang Panjang

Iklim

Suhu yang dibutuhkan tanaman kacang panjang dengan curah hujan 600-1500 mm/tahun tempat terbuka (mendapat sinar matahari penuh). Musim yang tepat menjadi budidaya tanaman kacang panjang yaitu pada musim kemarau. Sebaiknya tanaman kacang panjang ditanam di awal atau diakhir musim hujan.

Tanah

Tanah yang subur dan gembur diperlukan oleh tanaman kacang panjang. Agar dapat tumbuh dengan baik, tanaman ini menghendaki tanah yang subur, banyak mengandung bahan organik dan cukup mengandung air, selain itu, drainase yang baik diperlukan karena kacang panjang peka terhadap kandungan air. Lahan yang ditanami kacang panjang bisa di pekarangan, sawah atau tegalan dan tanaman bisa ditanam dengan cara tumpang sari di lahan tanaman lainnya.

Jenis tanah yang baik untuk tanaman ini adalah tanah bertekstur liat berpasir, kacang-kacangan peka terhadap alkalin atau keasaman tanah yang tinggi. Untuk pertumbuhan yang optimal diperlukan derajat keasaman (pH) tanah 5,5-6,5. Tanah yang terlalu asam dengan pH dibawah 5,5 dapat menyebabkan tanaman tumbuh kerdil karena teracuni garam alumunium (Al) yang larut dalam tanah. Untuk mengatasi hal ini perlu dilakuan pengapuran.

Ketinggian Tempat

Tanaman ini tumbuh berproduksi dengan baik di dataran rendah dan dataran tinggi ± 1500 m dpl, tetapi yang paling baik di dataran rendah. Penanaman di dataran tinggi umur panen relatif lama dari waktu tanam, tingkat Produksi maupun produktivitasnya lebih rendah bila dibanding dengan dataran rendah. Ketinggian optimum adalah kurang dari 800 m dpl.