Tinjauan Umum Tanaman Jagung

Tinjauan Umum Tanaman Jagung

Klasifikasi dan Botani

Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan jenis tanaman biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan (Graminae). Menurut seiarahnya, tanaman dari Amerika (Warisno, 2004). Di Indonesia, jagung merupakan makanan pokok kedua setelah padi bahan makanan pokok di dunia, jagung menduduki urutan ketiga setelah gandum dan padi (Aksi Agraris Kanisius, 2001 Menurut Warisno (2004). Dalam sistematika taksonomi kedudukan tanaman jagung diklasifikasikan sebagai berikut :

Tanaman Jagung

Regnum : Plantae

Divisio : Angiospermae

Kelas : Monocotyledon

Ordo : Poales

Familia : Poaceae/Gramineae

Genus : Zea

Spesies : Zea mays saccharata [Sturt.] Bailey

Menurut Rahmat Rukmana (2003), kandungan kimia jagung terdiri dari air protein 10.0%, lemak 430%, karbohidrat 61 gula 1,4%, potasium 6,0%, serat kasar 2,35, abu dan zat-zat lain 0,4%. Sehingga memadai untuk dijadikan makanan pokok sebagai pengganti beras atau dicampurkan dengan beras (Supprapto, 1999).

Jagung (Zea mays L.) termasuk ordo Zea dan famili rumput-rumputan Graminae. Seperti halnya famili rumput-rumputan, tanaman jagung berakar serabut dan mempunyai 3 tipe, yaitu : (a) akar seminal, tumbuh dari embrio, (b) akar adventif, tumbuh dari buku terbawah, (c) akar udara (brace root), keluar dari dua atau lebih buku terbawah delat permukaan tanah. Perkembangan akar jagung (kedalaman dan penyebarannya) sangat tergantung pada varietas, kesuburan dan kedalaman air tanah (Aksi Agraris Kanisius, 2001).

Akar tanaman jagung menyebar ke samping dank ke bawah sepanjang 25 cm, batang jagung berwarna hijau keunguan, berbentuk bulat dengan penampang melintang 2,0-2,5 cm, tinggi tanaman bervariasi antara 125-150 cm, batangnya berbuku-buku dan dibatasi oleh ruas-ruas (Suprapto, 1999). Ditambahkan oleh Warisno (2004), seperti halnya pada jenis rumput-rumputan yang lain, akar tanaman jagung dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada kondisi tanah yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pada kondisi tanah yang subur dan gembur karena system pengolahan tanahnya cukup baik, akan didapatkan jumlah akar yang cukup banyak, sedangkan pada tanah yang kurang baik akar yang tumbuh jumlahnya terbatas.

Daun tanaman jagung berbentuk pita atau garis. Selain itu, tanaman juga mempunyai ibu tulang daun yang terletak tepat di tengah-tengah daun sejajar dengan ibu daun. Tangkai daun merupakan pelepah yang biasanya berfungsi untuk membungkus batang tanaman jagung. Daun-daun jagung mempunyai telinga daun yang terletak di pangkal daun. Jumlah daun sekitar 8 helai 48 helai setiap batangnya tergantung pada jenis atau varietas yang ditanam. Panjang daun 30 cm-45 cm dan lebarnya antara 5 cm-15 cm. Pada Sisi sebelah atas daun trdapat sel-sel kipas. Sel-sel kipas ini pada musim kemarau sangat berguna, yaitu mampu menyerap air di bawah tekanan turgor sehingga daun menggulung atau mengerut. Pada sisi bawah terdapat stomata atau mulut daun yang jumlahnya lebih banyak (Warisno, 2004).

Pada setiap tanaman jagung biasanya terdapat bunga jantan dan bunga betina yang letaknya terpisah. Bunga jantan terdapat pada malai bunga di ujung tanaman, sedangkan bunga betina terdapat pada tongkol jagung (Aksi Agraris Kanisius, 2001). Warisno (2004) mengemukakan bahwa bunga betina ini yang biasa disebut tongkol, selalu dibungkus oleh kelopak-kelopak bunga yang jumlahnya sekitar 6 helai-14 helai. Tangkai kepala putik merupakan rambut atau benang yang terjumbai di ujung tongkol sehingga kepala putiknya menggantung di luar tongkol. Ditambahkan Danarti dan Sri Najiyanti (1992), bahwa tiap bunga mempunyai tangkai putik yang terus memanjang keluar dari kelobot sampai bunga dibuahi, kumpulan dari tangkai putik ini sering disebut sebagai rambut jagung. Penyerbukan jagung umumnya terjadi secara silang. Hal ini karena tepung sari sudah siap membuahi 1-2 hari sebelum bunga betina siap dibuahi karena sifa-sifat keturunan jagung sering tidak sama dengan sifat induknya.

Syarat Tumbuh Tanaman Jagung

Iklim

Iklim yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman jagung adalah daerah-daerah beriklim sedang hingga daerah beriklim tropis (Aksi Agraris Kanisius, 2001). Tanaman jagung dapat beradaptasi luas terhadap lingkungan tumbuh. Secara umum, tanaman jagung dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi 1.300 m dpl, kisaran suhu udara antara 130C -380C dan mendapat sinar matahari penuh (Rahmat Rukmana, 2003).

Ditambahkan oleh Warisno (2004), tanaman jagung menghendaki suhu optimum 23-270c. Lebih lanjut di tambahkan, tanaman jagung akan tumbuh dengan normal pada curah hujan 250 mm/tahun sampai 2.000 mm/tahun, dan yang paling penting adalah distribusinya pada setiap tahap pertumbuhan. Unsur iklim yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi jagung adalah factor penyinaran matahari. Tanaman jagung membutuhkan penyinaran matahari penuh, maka tempat penanamannya harus terbuka. Di tempat yang terlindung, pertumbuhan batang tanaman jagung menjadi kurus, dan tongkolnya ringan sehingga produksinya cenderung menurun (Rahmat Rukmana, 2003).

Warisno (2004), menambahkan tanaman jagung akan dapat tumbuh dengan baik dan sempurna serta dapat menghasilkan dengan produktivitas yang tinggi bila mendapatkan sinar matahari yang cukup. Hasil jagung akan lebih tinggi bila ditanam di tempat yang terbuka

Tanah

Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus, hampir berbagai macam tanah dapat diusahakan untuk pertanaman jagung, akan tetapi jagung yang ditanam pada tanah yang gembur, subur, dan kaya akan humus dapat memberikan hasil yang baik (Warisno, 2004).

Menurut Aksi Agraris Kanisius (2001), hal-hal yang harus diperhatikan tentang tanah sebagai syarat yang baik untuk pertanaman jagung adalah sebagai berikut :

  1. pH tanah netral atau mendekati netral. pH tanah yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal pada tanaman jagung ialah angka pH 5,5-6,5. Tanah yang bersifat asam yaitu pH kurang dari 5,5 dapat dilakukan pengapuran.
  2. Tanah dan tempat pertanaman hendaknya memperoleh sinar dan udara yang cukup.
  3. Drainase yang baik sangat membantu usaha pengendalian pencucian tanah, selanjutnya ada hubungannya dengan keasaman tanah. Di samping itu tanah gembur dengan porositas tanah cukup, sangat baik untuk pertanaman jagung.
  4. Unsur hara di dalam tanah sangat menentukan kesuburan tanah. Pada kesuburan tanah yang tinggi akan membantu dalam penyediaan hara. Hal ini perlu dijaga kestabilannya selama tanah masih diolah.

Tanaman jagung toleran terhadap reaksi keasaman tanah pada kisaran pH 5,5-7,0. tingkat keasaman tanah yang paling baik untuk tanaman jagung adalah pada pH 6,8 (Rahmat Rukmana, 2003).

error: Content is protected !!