Pengertian, Sumber-Sumber, Jenis-Jenis, Keuntungan Dana dan Modal Koperasi

Pengertian, Sumber-Sumber, Jenis-Jenis, Keuntungan Dana dan Modal Koperasi

Koperasi merupakan salah satu bentuk badan hukum yang sudah lama dikenal di Indonesia. Pelopor pengembangan perkoperasian di Indonesia adalah Bung Hatta, dan Sampai saat ini beliau sangat dikenal sebagai bapak koperasi Indonesia. Bentuk koperasi pada mulanya tumbuh dan berkembang bersama dengan munculnya pikiran manusia tentang pembaharuan kehidupan masyarakat kapitalis sebagai kelanjutan dari liberalisme ekonomi, yang telah memberi peluang kepada setiap individu untuk bebas bersaing mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya dan bebas pula dalam mengadakan segala bentuk bisnis atau kontrak campur tangan pemerintah, maka dari semua itu menimbulkan suatu akibat bahwa sekelompok kecil yang mempunyai modal menguasai kehidupan ekonominya semakin mendesak saat itulah koperasi muncul menentang aliran individualism dengan asas kerjasama dan bertujuan mensejahterahkan rakyat. Dari kerjasama ini melahirkan perkumpulan koperasi .

Dalam perjalanannya koperasi yang sebenarnya sangat sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia justru perkembangannya tidak menggembirakan. Koperasi yang dianggap sebagai anak kandung dan tulang punggung ekonomi kerakyatan justru hidupnya timbul tenggelam, sekalipun pemerintah telah berjuang keras untuk menghidupkan dan memberdayakan koperasi ditengah-tengah masyarakat. Begitu banyak kemudahan yang diperoleh oleh badan hukum koperasi melalui berbagai fasilitas, namun tidak banyak mengubah kehidupan koperasi itu sendiri. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa ada sebagian kecil koperasi yang masih tetap eksis ditengah masyarakat.

Pengertian Koperasi

Banyak penulis yang mengemukakan pengertian koperasi, kebanyakan dari mereka memberikan definisi sebagai berikut ;

Kasmir (2004 : 270) mendefinisikan koperasi adalah sebagai berikut :

“Koperasi adalah merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai tujuan atau kepentingan bersama. Jadi koperasi merupakan bentukan dari sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama. Kelompok orang inilah yang akan menjadi anggota koperasi yang didirikannya. Pembentukan koperasi berdasarkan asas kekeluargaan dan gotong royong khususnya untuk membantu para anggotanya yang memerlukan bantuan baik berbentuk barang maupun pinjaman uang.”

Sedangkan Edilius dan Sudarsono (2005 : 1) dalam bukunya yang berjudul

“Koperasi Dalam Teori dan Praktek” mendefinisikan koperasi sebagi berikut “Secara harafia kata “koperasi” berasal dari cooperation (latin), atau Cooperation (inggris) atau Co-opeartie (belanda) dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai bekerjasama, atau kerjasama, merupakan koperasi”.

Dari definisi diatas bahwa koperasi disini dalam kaitannya dengan demokrasi ekonomi modern yang mempunyai tujuan mempunyai asas dan sendi-sendi dasar.

Edilius dan Sudarsono (2005 : 11) Juga mendefinisikan koperasi yang dipublikasikan oleh ILO (Internasional Labaour Organization) yang berjudul “Co-operetive Administration and Management”. 1960 sebagai berikut : “A co-operative is association of persons, usuallt of limitied economic and through the formation ofa democatically controlled business organization, making equitable contributions to the capital required and acsepting a fair share of the risk and benefits of the undertaking. “

Maksud dari definisi ini adalah koperasi merupakan suatu perkumpulan yang terdiri dari orang-orang umumnya yang ekonominya lemah, yang secara sukarela untuk mencapai suatu tujuan bersama dalam bidang perkoperasian dengan jalan pembentukan perusahaan yang diawasi secara dimana masing-masing anggotanya secara ikhlas turut memberikan modal yang dibutuhkan dan masing-masing bersedia memikul resiko dan turut mengecap keuntungan yang timbul dari usaha berdasarkan imbangan yang adil.

Menurut Undang-Undang No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian beserta peraturan pemerintah mendefinisikan koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Dalam praktiknya terdapat banyak jenis koperasi. Pendirian jenis koperasi tidak lepas dari keinginan para anggota koperasi tersebut. Koperasi yang dapat dikategorikan sebagai lembaga pembiayaan adalah koperasi simpan pinjam. Koperasi simpan pinjam sebagai lembaga pembiayaan dikarenakan sebagai usaha yang dijalankan oleh koperasi simpan pinjam adalah usaha pembiayaan yaitu menghimpun dana dari para anggotanya atau masyarakat umum. Hal ini tentunya sesuai pula dengan cirri-ciri dan definisi lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun atau menyalurkan dana atau kedua-duanya. Dalam menjalankan kegiatannya koperasi simpan pinjam memungut sejumlah uang dari setiap anggota koperasi. Uang yang dikumpulkan para anggota tersebut kemudian dijadikan modal untuk dikelola oleh pengurus koperasi, dipinjamkan kembali bagi anggotanya yang membutuhkannya.

Sumber-Sumber Dana Koperasi

Sumber dana koperasi hal yang sangat penting bagi kehidupan koperasi simpan pinjam dalam rangka memenuhi kebutuhan dana para anggotanya. Bagi anggota koperasi yang kelebihan dana diharapkan untuk menyimpan dananya di koperasi dan kemudian oleh pihak koperasi dipinjamkan kembali kepada para anggota yang membutuhkan dana dan jika memungkinkan koperasi juga dapat meminjamkan dananya kepada masyarakat luas.

Setiap anggota koperasi diwajibkan untuk menyetor sejumlah uang sebagai sumbangan pokok anggota, di samping itu ditetapkan pula sumbangan wajib kepada para anggotanya. Kemudian sumber dana lainnya dapat diperoleh dari berbagai lembaga baik lembaga pemerintah maupun lembaga swasta yang kelebihan dana.

Kasmir (2004 : 271) menyatakan bahwa secara umum sumber dana koperasi adalah sebagai berikut :

“a. Dari para anggota koperasi berupa iuran wajib, iuran pokok dan iuran sukarela. b. Dari luar koperasi berupa badan pemerintah, perbankan dan lembaga swasta lainnya”.

Pembagian keuntungan diberikan kepada para anggota sangat tergantung kepada keaktifan para anggotanya dalam meminjamkan dana. Sebagai contoh dalam koperasi simpan pinjam semakin banyak seorang anggota meminjam sejumlah uang, maka pembagian keuntungan akan lebih besar dibandingkan dengan anggota yang tidak meminjam, demikian pula sebaliknya.

Jenis-Jenis Koperasi

Salah satu tujuan pendirian koperasi didasarkan kepada kebutuhan dan kepentingan para anggotanya. Masing-masing kelompok masyarakat yang mendirkan koperasi memiliki kepentingan ataupun tujuan yang berbeda. Perbedaan kepentingan ini menyebabkan koperasi dibentuk dalam beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan kelompok tersebut.

“Kasmir (2004 : 272) menyatakan bahwajenis-jenis koperasi yang ada dan berkembang dewasa ini ada empat jenis yaitu koperasi produksi, koperasi konsumsi, koperasi simpan pinjam dan koperasi serbaguna”.

Yang membedakan jenis koperasi tersebut adalah usaha yang mereka jalankan. Sebagai contoh untuk koperasi produksi diutamakan diberikan kepada para anggotanya dalam rangka berproduksi untuk menghasilkan barang maupun jasa. Produksi dapat dilakukan dalam berbagai bidang seperti pertanian, industry atau jasa.

Kemudian koperasi konsumsi, dalam kegiatan usahanya adalah menyediakan kebutuhan akan barang-barang pokok sehari-hari seperti sandang, dan pangan dan kebutuhan yang berbentuk barang lainnya. Koperasi jenis ini banyak dilakukan oleh karyawan atau perusahaan dengan menyediakan berbagai kebutuhan bagi para anggotanya. Sedangkan koperasi simpan pinjam melakukan usaha penyimpanan dan peminjaman sejumlah uang untuk keperluan para anggotanya. Koperasi jenis ini disebut dengan koperasi kredit yang khusus menyediakan dana bagi para anggotanya yang memerlukan dana dengan biaya murah tentunya.

Keuntungan Koperasi

Keuntungan dari koperasi adalah bunga yang dibebankan kepada peminjam. Semakin banyak uang yang disalurkan akan memperbesar keuntungan koperasi. Disarnping itu keuntungan lainnya adalah memperoleh biaya-biaya administrasi yang dibebankan kepada peminjam. Kemudian keuntungan juga dapat diperoleh dari hasil investasi lain yang dilakukan di luar kegiatan peminjaman misalnya penempatan uang dalam bidang surat-surat berharga.

Pembagian keuntungan di dalam koperasi simpan pinjam diberikan terutama bagi peminjam yang tidak pernah lalai memenuhi kewajibannya. Keuntungan akan diberikan sesuai dengan jumlah yang dipinjam dalam suatu periode. Semakin besar pinjaman, maka pembagian keuntungan pun semakin besar pula, demikian pula sebaliknya.

“Menurut kasmir (2004 : 273) menyatakan bahwa keuntungan koperasi antara lain, yaitu biaya bunga yang dibebankan ke peminjam, biaya administrasi setiap kali transaksi dan hasil investasi di luar kegiatan koperasi”.

Modal Koperasi

Secara formal, anggota dapat diakui sebagai anggota koperasi jika ia telah menyetor uang sejumlah tertentu sebagai simpanan pokok pada saat pertama menjadi anggota, Disamping itu, ia juga harus menyetor uang sejumlah tertentu secara berkala sebagai simpanan wajib.

Menurut Arifin Sitio (2004 :84) yang menjadi acuan pembahasan permodalan adalah UU No. 25/992 pasal 41, bab VII tentang disebutkan bahwa modal koperasi terdiri dari :

  1. Modal Sendiri
  2. Modal Pinjaman

Modal sendiri bersumber dari :

  1. Simpanan pokok anggota, yaitu sejumlah uang yang sama banyaknya, yang wajib dibayarkan oleh masing-masing anggotakepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok ini sifatnya permanen, artinya tidak dapat diambil selama yang bersangkutan masih menjadi anggota.
  2. Simpanan wajib, yaitu sejumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama banyaknya, yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada periode tertentu. Simpanan wajib ini tidak dapat diambil selama bersangkutan masih menjadi anggota.
  3. Dana cadangan, yaitu sejumlah dana yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha dan cadangkan untuk menutupi kerugian koperasi bila diperlukan
  4. Donasi atau hibah, yaitu sejumlah uang atau barang dengan nilai tertentu yang disumbangkan oleh pihak ketiga, tanpa ada suatu ikatan atau kewajiban untuk mengembalikannyae

Sedangkan modal pinjaman atau modal luar, bersumber dari :

  1. Anggota, yaitu pinjaman dari anggota ataupun calon anggota koperasi yang bersangkutan
  2. Koperasi lainnya dan / atau anggotanya, pinjaman dari koperasi iainnya dan / atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerja sama antara koperasi.
  3. Bank dan lembaga keuangan lainnya, yaitu pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
  4. Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, yaitu dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
  5. Sumber lain yang sah, pinjaman yang diperoleh dari bukan anggota yang dilakukan tanpa melalui penawaran secara umum.
error: Content is protected !!