Pengertian dan Penggolongan Biaya

Pengertian dan Penggolongan Biaya

Setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatan proses produksinya tidak lepas dari pengorbanan alat-alat produksi yang dilakukan untuk menghasilkan barang dan jasa yang merupakan produk akhir dari perusahaan tersebut. Pengorbanan yang dilakukan untuk tujuan proses produksi tersebut disebut biaya. Menurut Hansen Simamora (1999) dalam bukunya akuntansi manajemen, dinyatakan bahwa biaya (cost) adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk barang dan jasa yang diharapkan memberikan manfaat pada saat ini atau di masa yang akan datang.

Slamet Sugiri (1999 : 15) mendefinisikan biaya (cost) adalah pengorbanan daya ekonomis tertentu untuk memperoleh sumber daya ekonomi lainnya.

Sedangkan menurut Abdul Halim (1999 : 4) definisi biaya adalah merupakan semua pengeluaran yang telah terjadi (expired) yang digunakan dalam memproses produksi yang dihasilkan.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka secara umurn biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan ekonomis yang dapat diukur dalam satuan unit baik yang sifatnya telah terjadi atau yang akan terjadi.

Penggolongan Biaya

Penggolongan biaya adalah suatu kegiatan mengelompokkan biaya ke dalam kelompok-kelompok atau golongan biaya, dan keseluruhan elemen biaya, yang ada secara sistematis agar dapat membedakan biaya yang ada.

Abdul Halim (1999: 5-11) menyatakan bahwa biaya dapat digolongkan adalah sebagai berikut :

  1. Berdasarkan hubungan dengan produk.
  2. Berdasarkan akuntansi atau
  3. Berdasarkan hubungan dengan volume produksi atau kegiatan
  4. Berdasarkan dalam hubungannya untuk tujuan pengawasan.
  5. Berdasarkan hubungannya dengan departemen produksi.
  6. Berdasarkan hubungan dengan fungsi-fungsi yang ada di perusahaan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan dijelaskan penggolongan biaya yang telah di kemukakan di atas, yaitu :

  1. Berdasarkan hubungan dengan produk, biaya digolongkan atas : 1) Biaya produksi, yaitu biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan produksi dan suatu produk dan akan dipertemukan (di-match-kan) dengan penghasilan (revenue) di periode mana produk dijual. 2) Biaya periodik, yaitu biaya-biaya yang lebih berhubungan dengan waktu dibanding unit yang diproduksi.
  2. Berdasarkan periode akuntansi atau pembukuan, biaya digolongkan atas: 1) Pengeluaran modal (capital expenditure), yakni biaya-biaya yang dikeluarkan yang manfaatnya dinikmati oleh lebih dan satu periode akuntansi (biaya satu tahun). 2) Pengeluaran penghasilan, yakni biaya-biaya yang dikeluarkan yang hanya bermanfaat dalam satu periode akuntansi (kurang atau sama dengan satu tahun).
  3. Berdasarkan hubungan dengan volume produksi atau kegiatan perusahaan, biaya digolongkan atas : 1) Biaya variabel, yakni biaya-biaya yang selalu berubah secara proporsional (sebanding) sesuai dengan perbandingan volume kegiatan perusahaan. 2) Biaya semi variabel, yakni biaya yang selalu berubah tetapi perubahannya tidak proporsional (sebanding) dengan perubahan kegiatan/voluume perusahaan. 3) Biaya tetap, yaitu biaya yang besar kecilnya tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya volume kegiatan perusahaan.
  4. Berdasarkan dalam hubungannya untuk tujuan pengawasan, biaya digolongkan atas : 1) Biaya standar, yaitu biaya yang telah ditentukan terlebih dahulu (diperkirakan akan terjadi) dan apabila terjadi penyimpangan terhadapnya, maka biaya standar ini dianggap benar. 2) Biaya taksiran, yaitu biaya yang ditaksir terlebih dahulu (diperkirakan akan terjadi) dan apabila terjadi penyimpangan terhadapnya maka akan dianggap betul adalah biaya sesungguhnya. 3) Biaya sesungguhnya, yaitu biaya-biaya yang sungguh-sungguh terjadi atau biaya yang dibebankan.
  5. Berdasarkan hubungannya dengan departemen produksi, biaya digolongkan atas : 1) Biaya departemen produksi, yaitu biaya yang dibebankan atau diperhitungkan pada bagian/departemen yang secara langsung menangani pembuatan barang (produk). 2) Biaya departemen pembantu, yaitu biaya yang dibebankan pada departemen yang menyediakan fasilitas/memberikan servis untuk departemen yang lain (dengan departemen produksi atau departemen pembantu lainnya). 3) Biaya langsung departemen, yakni biaya-biaya yang langsung terjadi pada tiap-tiap departemen. 4) Biaya tidak langsung departemen, yakni biaya-biaya yang diperhitungkan terhadap suatu departemen karena departemen tersebut menggunakan fasilitas departemen yang lain.

Berdasarkan hubungan dengan fungsi-fungsi yang ada di perusahaan, biaya digolongkan atas :

  1. Biaya produksi, yakni total biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik dalam rangka memproduksi produk.
  2. Biaya pemasaran, yakni biaya yang dikeluarkan dalam rangka memasarkan produk yang dihasilkan.
  3. Biaya administrasi dan umum, yakni biaya yang dikeluarkan dalam rangka mengarahkan, mengendalikan dan mengoperasikan perusahaan.
  4. Biaya keuangan, yaitu biaya yang dikeluarkan dalam rangka mendapatkan dana untuk operasi perusahaan.

Menurut Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri (2003: 288-299) menyatakan bahwa biaya digolongkan menurut sifatnya ada tiga macam, yaitu :

  1. Biaya tetap (fixed cost) yaitu biaya-biaya yang cenderung untuk bersifat konstan secara total dari bulan ke bulan, tanpa terpengaruh oleh volume kegiatan, dengan beberapa asumsi tertentu seperti kebijaksanaan manajemen, periode waktu dan lain-lain.
  2. Biaya variabel (variable cost) yaitu biaya-biaya yang secara total selalu mengalami perubahan, dimana perubahan itu searah dan sebanding dengan perubahan tingkat kegiatan.
  3. Biaya semi variabel (semi variable cost) yaitu biaya-biaya yang tidak bersifat variabel. Biaya mengalami perubahan, tetapi tidak sebanding dengan perubahan tingkat kegiatan.

Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan di atas, maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kita harus menentukan penggolongan mana yang harus kita pakai berdasarkan tujuan kita menyajikan inforrnasi karena tidak harus semuanya digunakan. Oleh karena akuntansi biaya digunakan untuk menyajikan informasi biaya agar manajemen dapat mengelola perusahaan secara efektif maka dalam mencatat, menggolongkan meringkas dan menyajikan harus selalu diperhatikan untuk tujuan apa manajemen memerlukan informasi biaya tersebut. Hal ini disebabkan tidak ada satu konsep biaya yang dapat memenuhi berbagai macam tujuan.

error: Content is protected !!