Tinjauan Umum Gulma

Tinjauan Umum Gulma

Gulma adalah tumbuhan tingkat tinggi yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman yang dibudidayakan. Gulma mengakibatkan kerugian-kerugian pada tanaman utama, antara lain: (1) Kompetisi antara tanaman utama sehingga mengurangi kemampuan berproduksi. (2) Allelopathy yaitu pengeluaran senyawa kimiawi oleh gulma yang beracun bagi tanaman yang lainnya, sehingga merusak pertumbuhannya. (3) Sebagai vector hama dan penyakit tanaman. (4) Memperbesar biaya usaha pertanian, seperti biaya tambahan untuk pengendaliannya.

Gulma

Gulma dan pertanaman mengadakan persaingan memperebutkan hara, air dan cahaya. Besar kecilnya persaingan gulma terhadap tanaman pokok akan berpengaruh terhadap baik buruknya pertumbuhan tanaman pokok dan pada gilirannya akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya hasil tanaman pokok. Tinggi rendahnya hasil tanaman pokok, jika dilihat dari segi gulmanya sangat ditentukan oleh kerapatan gulma, macam gulma, saat kemunculan gulma, kecepatan tumbuh gulma, lama keberadaan gulma, habitat gulma, dan ada tidaknya allelopathy (Pujisiswanto, 2011).

Tanaman sayuran merupakan kompetitor yang lemah bagi gulma, karena pertumbuhannya lambat, keberadaan gulma pada pertanaman sayuran akan bersifat merugikan karena gulma dapat menurunkan kuantitas maupun kualitas produksi karena berkompetisi dalam mendapatkan kebutuhan pertumbuhan. Teknik pengendalian gulma yang telah dikembangkan sangat beragam, yaitu seperti pengendalian secara mekanik sampai dengan menggunakan bahan kimia. Pemulsaan merupakan bentuk usaha pengendalian gulma secara kultur teknis yang dapat menciptakan keseimbangan ekologis.

Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara secara preventif, misalnya dengan pembersihan bibit-bibit pertanaman dari kontaminasi biji-biji gulma, pencegahan pengangkutan jarak jauh jerami dan rumput-rumputan makanan ternak, pemberantasan gulma di sisi-sisi sungai dan saluran-saluran pengairan, pencegahan pengangkutan tanaman berikut tanahnya dan sebagainya. Secara fisik, missal dengan pengolahan tanah, pembabatan, penggenangan, pembakaran dan pemakaian mulsa. Dengan sistem budidaya, misal dengan pergiliran tanaman, budidaya pertanaman dan penaungan dengan tumbuhan penutup (cover crops). Pengendalian secara biologis, yaitu dengan menggunakan organisme lain yang bersifat antagonis. Secara kimiawi, yaitu dengan menggunakan herbisida atau senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma baik secara selektif maupun non selektif, kontak atau sistemik, digunakan saat pratanam, pratumbuh atau pasca tumbuh. Secara terpadu, yaitu dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya (Pujisiswanto, 2011).

Gulma diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok yaitu teki-tekian, rumput-rumputan, dan gulma daun lebar. Ketiga kelompok gulma memiliki karakteristik tersendiri yang memerlukan strategi khusus untuk mengendalikannya. Kelompok teki-tekian dalam pengendaliannya sulit dilakukan baik secara mekanik ataupun dengan kimia karena memiliki umbi batang di dalam tanah yang mampu bertahan berbulan-bulan, sehingga jenis pestisida yang baik untuk gulma ini adalah sistemik. Jenis pestisida sistemik ini dapat meresap sampai umbinya. Selain itu, gulma ini menjalankan jalur fotosintesis C4 yang menjadikannya sangat efisien dalam menguasai areal pertanian secara cepat. Gulma dalam kelompok ini berdaun sempit seperti teki-tekian tetapi menghasilkan stolon, alih-alih umbi. Stolon ini di dalam tanah membentuk jaringan rumit yang sulit diatasi secara mekanik. Gulma rumput-rumputan ini dikendalikan dengan cara mekanik yaitu dengan mencabut.

Gulma berdaun lebar ini merupakan gulma yang berasal dari ordo Dicotyledoneae. Gulma ini berada pada lubang mulsa yang menjadi tempat tumbuh tanaman cabai rawit dan gulma ini biasanya muncul pada akhir masa budidaya. Kompetisi yang terjadi dengan munculnya gulma berdaun lebar ini adalah kompetisi dalam memperebutkan unsur hara dan air. Akan tetapi, kemunculan gulma ini tidak mempengaruhi dari perkembangan tanaman karena telah melalui periode kritis.