Pengertian Media Kultur Jaringan

Pengertian Media Kultur Jaringan

Media Kultur Jaringan adalah media tanam yang terdiri dari berbagai komposisi dan macam unsure hara dan sebagainya. Menurut Ryugo (1988) media tanaman pada kultur jaringan berisi kombinasi dari asam amino essensial, garam-garam anorganik, vitamin-vitamin, larutan buffer, dan sumber eneri (glukosa). Media kultur jaringan merupakan salah satu factor penentuk keberhasilan dalam perbanyakan tanaman secara in vitro (Yusnita, 2003). Dikarenakan media merupakan factor penting dalam penentu keberhasilan in vitro maka menurut Rahardja (1994) untuk membuat media dengan jumlah zat seperti yang ditentukan, diperlukan penimbangan dan penakaran bahan secara tepat. Ketidaktepatan ukuran dapat menyebabkan terjadinya proses yang tidak dikehendaki.

Kultur Jaringan

Media tanaman kultur jaringan terdiri dari dua jenis yaitu, media cair dan media padat. Media cair digunakan untuk menumbuhkan ekspaln sampai terbentuk PLB (protocorm like body) yaitu eksplan yang akan tumbuh jaringan seperti kalus berwarna putih. Media padat digunakan untuk menumbuhkan PLB sampai terbentuk planlet (Rahardja dan Wahyu, 2003).

Beberapa media dasar yang banyak digunakan dalam kultur jaringan antara lain media dasar Murashige dan Skoog (1962) yang dapat digunakan untuk hampir semua jenis kultur, keistimewaan medium MS adalah kandungan nitrat, kalium dan ammoniumnya yang tinggi, dan jumlah hara anorganiknya yang layak untuk memenuhi kebutuhan banyak sel tanaman dalam kultur (Wetter dan Constabel, 1991).

Daftar Pustaka:

Ryugo, K. 1988. Fruit Culture. John Wiley & Sons, Inc. New York.

Yusnita. 2003. Kultur Jaringan: Cara memperbanyak tanaman secara efisien. Disunting oleh Tetty. Agromedia Pustaka. Depok. 104 hlm.

Rahardja, P.C. 1994. Kultur jaringan teknik perbanyakan tanaman secara modern. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rahardja, P.C., dan Wahyu, W. 2003. Aneka cara memperbanyak tanaman. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Murashige, T., and Skoog, F. 1962. A Resived medium for rapid growth and bioassays with tobacco tissue culture. Physiology Plant. Vol 15:473-397.

Wetter, L.R., dan F. Constabel. 1991. Metode kultur jaringan tanaman. ITB. Bandung.