Klasifikasi dan Morfologi Tungau

Klasifikasi dan Morfologi Tungau

Tungau merupakan kelompok hewan kecil dan bukan termasuk ke dalam golongan insekta melainkan lebih berkerabat dekat dengan laba-laba. Bukan juga disebut kutu. Hewan kecil ini banyak keanekaragamannya dan berhasil dalam beradaptasi diberbagai keadaan lingkungan. Tungau sangat mudah sekali berkembang biak dan menyebar, karena ukurannya yang sangat kecil sehingga tidak menarik perhatian oleh hewan pemangsa besar. Oleh sebab itu, penyebarannya sangat tidak terkendali.

Tungau

Anggota hewan kecil ini banyak yang hidup bebas dibeberapa lingkungan seperti daratan atau perairan dan ada juga yang hidup menjadi parasit pada makhluk hidup lain seperti: mamalia, serangga, dan tumbuhan. Terhadap manusia, tungau merupakan hewan yang dapat menyebabkan alergi kulit dengan rasa gatal.

Bidang pertanian menganggap beberapa anggota dari kelompok hewan kecil ini dapat menimbulkan masalah serius. Misalnya tungau karat buah (Phyllocoptura oleivera Ashmed) yang merusak kualitas buah jeruk dan tungau merah (Panonychus citri McGregor) yang merusak daun ketela pohon dan daun cabai.

Hingga saat ini tungau belom bisa diklasifikasikan lebih sederhana lagi karena taksonominya belum stabil dan masih banyak perubahan. Namun tungau mencakup semua anggota Acariformes, dan semua Parasitiformes.

Morfologi Tungau

Tungau memiliki cirri-ciri morfologi adalah sebagai berikut:

Memiliki 6 pasang alat tambahan, kaki tersusun atas (Coxa, trochanter, femur, patella, tibia, tarsus), tubuhnya terbagi menjadi dua bagian (cephalothorax dan abdomen).

Tungau (Acarina) berhasil teridentifikasi dengan cirri-ciri morfologi, tubuh berbentuk oval dengan ukuran sangan kecil berkisar 1 mm, memiliki abdomen yang tidak beruas dan bersatu dengan cephalothhorax, Skeleton berkhitin dan memiliki 4 pasang kaki. Tungau dapat berkembang biak dengan cepat terutama pada musim panas atau kering dan bersifat polifag.

Loading...