Klasifikasi dan Morfologi Ulat Api

Klasifikasi dan Morfologi Ulat Api

Ulat api termasuk dalam serangga ordo Lepidopetra dan famili Limacodidae. Ulat api memiliki kandungan senyawa burupa Histamin yang jika ujung bulunya terkena kulit manusia akan mengalami iritasi dengan rasa panas seperti terbakar dan gatal. Hal tersebut merupakan ciri khas ulat api jika dalam keadaan terancam.

Ulat api

Spesies ulat api yang sering di jumpai pada berbagai daerah Indonesia antara lain adalah Setothosea asigna, Setora nitens, Setothosea bisura, Darna diducta, dan, Darna trima, jenis yang jarang di temukan adalah Thosea veatusa, Susica palida dan Birthamula chara.

Ada salah satu jenis ulat api yang dapat menimbulkan kerugian bagi petani sawit. Ulat api (Setothosea asigna) merupakan hama yang berbahaya bagi petani khususnya kelapa sawit. Hama ini sangat tidak diharapkan berada disebuah areal perkebunan kelapa sawit. Pasalnya hama tersebut dapat merusak seluruh daun tanaman kelapa sawit. Sehingga dapat menurunkan produksi buah sawit.

Ada jenis tanaman yang dapat mengendalikan ulat api yaitu bunga pukul 8. Bunga pukul 8 (Turnera subulata) merupakan tanaman inang bagi predator ulat api.

Bukuteori.com – Akan menjelaskan klasifikasi dan morfologi ulat api:

Klasifikasi ulat api

Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insekta
Ordo : Lepidopera
Family : Limacodidae
Genus : Setothosea
Species : Setothosea asigna van Eecke

Morfologi ulat api

Ulat api berwarna kekuningan terdapat bercak-bercak yang khas dipunggungnya. Ukuran tubuh ulat api berkisar panjang 30-35 mm dan lebar 14 mm. Ulat api dengan siklus hidupnya mencapai 3 bulan yakni dimulai dari penetasan telur selema 6-8 hari, stadia ulat berlangsung 50 hari (8-9 instar) dan masa pupa 40 hari.

Setelah menetas, ulat api akan hidup berkumpul pada daerah sekitar penetasan telur. Ulat yang sudah dewasa akan menjatuhkan diri untuk membentuk kepompong. Ulat muda sangat rakus sekali mampu memakan daun sampai 300-500 cm.

error: Content is protected !!