Klasifikasi dan Morfologi Eceng Gondok

Klasifikasi dan Morfologi Eceng Gondok

Eceng gondok merupakan salah satu tanaman yang hanya bisa tumbuh dengan baik di atas permukaan air. Sehingga eceng gondok disebut juga tanaman air. Pertumbuhan dan perkembang biakan tanaman ini sangat cepat. Karena perkembangannya yang cepat, eceng gondok disebut juga gulma air. Perkembang biakannya yang cepet, eceng gondok akan menutupi permukaan air yang dimana cahaya matahari tidak dapat masuk ke dalam air. Sehingga akan mengganggu dan merusak biota yang ada di dalam air. Tanaman ini dapat menyebar keseluruh badan air melalui saluran air.

Eceng gondok

Pertama kali secara tidak sengaja tanaman eceng gondok ditemukan oleh Carl Friedrich Philipp von Martius. Ia adalah ahli botani dari negara Jerman.

Eceng gondok sangat mudah ditemukan pada daerah perairan dengan aliran yang lambat seperti: kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tanaman ini sangat cepat beradaptasi dengan lingkungan yang ekstrem. Pertumbuhan eceng gondok akan terhambat ketika air mengandung garam. Seperti di negara Afrika Barat, eceng gondok akan cepat pertumbuhannya ketika musim hujan. Ketika musim kemarau tiba pertumbuhan eceng gondok akan menurun karena kandungan garam yang cukup tinggi.

Di Indonesia, eceng gondok memiliki nama daerah seperti di daerah Palembang dikenal dengan nama Kelipuk, di Lampung dikenal dengan nama Ringgak, di Dayak dikenal dengan nama Ilung-ilung, di Manado dikenal dengan nama Tumpe.

Bukuteori.com – Akan menjelaskan klasifikasi dan morfologi eceng gondok:

Klasifikasi eceng gondok

Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Alismatales
Famili : Butomaceae
Genus : Eichornia
Spesies : Eichornia crassipes solms

Morfologi eceng gondok

Akar

Tanaman eceng gondok berakar serabut yang tidak bercabang dan terdapat tudung akar. Terdapat bulu-bulu akar yang fungsinya sebagai jangkar agar tidak mudah bergerak di permukaan air. Bagian ujung akar terdapat semacam kantung berwarna merah ketika berada di bawah cahaya mata hari. Akar-akar eceng gondok juga dapat menangkap lumpur dan partikel yang larut terbawa air.

Daun

Daun eceng gondok berwarna hijau, berbentuk bundar, dan dibagian dalamnya berongga. Rongga udara pada daun eceng gondok berguna untuk tetap terapung di atas permukaan air. Daun juga memiliki tangkai yang juga berongga-rongga dan dibagian dalamnya dilapisi selaput tipis berwarna putih sebagai pembatas antar rongga.

Pada daun eceng gondok memiliki stomata yang besar dibadingkan dengan tanaman lainnya.

Bunga

Eceng gondok memiliki bunga majemuk yang jumlahnya bisa mencapai 6-35. Bungany berbentuk seperti karangan bulir dengan putik tunggal. Bunga tumbuh pada tangkai dengan warna mahkota lembayung.

error: Content is protected !!