Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Genjer (Limnocharis flava)

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Genjer (Limnocharis flava)

Genjer (Limnocharis flava) merupakan tanaman liar daratan yang berdekatan dengan tanaman kangkung, semanggi, dan bopong. Tetapi genjer hanya bisa tumbuh pada suatu bidang lahan yang selalu tergenang oleh air. Genjer mudah ditemui di daerah dengan lapisan tanah subur dan lumpur yang tergenang air dangkal. Pada lahan sawah bekas panen padi juga sering ditemukan genjer.

By Wikipedia

Masyarakat kelas bawah yang sering memanfaatkan tanaman ini sebagai sayur mayur. Berbagai macam olahan dari tanaman genjer seperti tumisan, kulupan, dan sayur pecel. Rasanya enak bagi yang menyukainya karena ada sedikit rasa getir.

Tanaman genjer berasal dari daratan Amerika, terutama pada daerah tropis juga mudah ditemukan di rawa-rawa, kolam dan paretan yang tergenang air. Berikut ini adalah klasifikasi dan morfologi tanaman genjer.

Klasifikasi genjer

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Alismatidae
Ordo : Alismatales
Famili : Limnocharitaceae
Genus : Limnocharis
Spesies : L. flava (L.) Buch

Morfologi genjer

Genjer dalam bahasa internasional dikenal sebagai limnocharis, sawahflower rush, sawah-lettuce, velvetleaf, yellow bur-head, atau cebolla de chucho. Tumbuhan ini tumbuh di permukaan air dengan akar yang masuk ke dalam lumpur. Tanaman genjer memiliki tinggi berkisar 0,5 meter, memiliki 4 daun tegak atau miring, tidak mengapung, batangnya panjang dibagian dalam berongga-rongga, dan bentuk helainya bervariasi. Pembungaan tanaman Genjer memiliki mahkota berwarna kuning berdiameter 1,5 cm dan kelopak bunga berwarna hijau (Steenis, 2006).

Akar

Tanaman genjer merupakan tanaman yang hanya bisa tumbuh dengan baik pada suatu lahan yang tergenang oleh air. Tempat-tempat yang mudah ditemui tanaman genjer seperti sawah ataupun rawa-rawa. Tanaman ini sistem perakarannya serabut. Selain akar serabut, genjer juga memiliki akar lembaga yang tidak bertahan lama karena dalam perkembangan selanjutnya akan mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang. Juga memiliki akar liar yang tumbuh bukan dari calon akar asli, bentuknya seperti serabut, dinamakan akar serabut (radix adventicia).

Daun

Tanaman genjer memikiki daun dengan kategori lengkap, bagian ujung daun meruncing dengan pangkal yang tumpul, tepi daun rata, panjang 5-50 cm, lebar 4-25 cm, pertulangan daun sejajar, dan berwarna hijau.

Batang

Tanaman genjer memiliki batang dengan ukuran panjang berkisar 5-75 cm, tebal, berbentuk segitiga dengan banyak ruang udara, terdapat pelapis pada bagian dasar. Batang berwarna hijau dan bagian dalamnya berwarna putih.

Bunga

Memiliki bunga yang terletak pada ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaries), majemuk, berbentuk payung, terdiri dari 3-15 kuntum, kepala putik bulat, ujung melengkung ke arah dalam, dan berwarna kuning (Fitryani, 2009). Berbunga sepanjang tahun dengan wikayah yang memikiki kelembaban cukup. Jika berada di wilayah dengan kelembaban bersifat tahunan akan berubah menjadi tanaman tahunan.

Biji

Perkembang biakan tanaman genjer secara vegetatif melalui biji. Biji tersimpan dalam kapsul matang atau folikel merupakan biji yang ringan. Kapsul yang matang akan menekuk kearah permukaan air kemudian akan pecah dan menyebarkan biji-biji. Kemudian biji akan tersebar oleh aliran air dan akan tumbuh dimana saja dengan kondisi lingkungan yang mendukung. Kapsul yang kosong dapat berkembang menjadi tanaman vegetatif yang membentuk tanaman inang atau mengapung untuk menetap di tempat lain.

Loading...