Cara Mengendalikan Hama Tungau Merah (Tetranychus cinnabarius Boisduval) Pada Kacang Tanah

Cara Mengendalikan Hama Tungau Merah (Tetranychus cinnabarius Boisduval) Pada Kacang Tanah

Dewasa ini peningkatan produksi kacang tanah terus ditingkatkan dengan penanganan secara intensif, perluasan areal tanam, dan pembukaan lahan baru. Namun dalam pengembangannya tidak semerta mudah untuk mencapai suatu tujuan. Membudidayakan suatu tanaman seperti kacang tanah tentu tidak terlepas dari serangan hama perusak.

Hama pada suatu areal pertanaman kacang tanah sangat berdampak pada kehilangan hasil yang signifikan. Sehingga dalam program peningkatan produksi kacang tanah menuai hambatan. Salah satu hama yang perlu ditangani dengan perhatian kusus oleh para pembudidaya yakni, tungau merah.

Tungau merah tergolong hama yang merugikan karenanya tanaman kacang tanah akan mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Hama ini sifatnya menghisap cairan dari daun muda pada tanaman.

Tungau Merah

Bioekologi tungau merah

Tungau merah yang berasal dari keluarga (Tertachidae) memiliki ciri-ciri fisik tubuhnya berwarna merah dengan tungkainya berwarna putih. Ukuran tubuhnya memiliki panjang berkisar 0,5 mm. Tungau merah berkembang biak dengan cara bertelur. Telur dari serangga ini berwarna kuning pucat dan bentuknya bulat dengan ukuran berkisar 0,15 mm. Telur tersebut diletakkan tepat berada di bawah permukaan daun. Jika populasi jumlah telur meningkat maka akan diletakkan secara acak.

Musim kering atau kemarau merupakan suatu kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan jumlah populasi tungau merah. Sedangkan pada musim penghujan, populasi tungau merah akan menurun signifikan. Bulan Juni-Agustus ini merupakan bulan kering sehingga pada waktu tersebut perlu adanya perhatian khusus dalam antisipasi serangan hama tungau merah.

Serangga ini memiliki empat fase dalam pertumbuhannya dimulai dari telur sampai imago (serangga dewasa). Telur yang menetas akan menghasilkan serangga kecil berwarna putih dan memiliki 3 pasang kaki yang disebut dengan (protonimfa). 1-4 hari fase protonimfa akan berubah warna dari putih menjadi orange serta jumlah kaki bertambah menjadi empat. Kemudian fase selanjutnya dinamakan deutonimfa dan berlangsung selama 2-6 hari. Dilanjutkan dengan fase preoviposisi selama 1-6 hari, barulah terbentuk serangga dewasa (imago). Membedakan imago jantan dengan betina dapat dilihat dari bentuk tubuhnya. Jantan berbentuk lebih ramping, sedangkan betina berbentuk bulat.

Tungau merah merusak tanaman dengan cara menghisap cairan pada bagian daun muda. Bagian daun yang terserang akan tampak bercak berwarna kekuning-kuningan pada bagian bawah tengah daun. Pada serangan berat, bercak-bercak tersebut akan menyebar diseluruh permukaan daun dan berubah warna menjadi coklat karat sampai kering, kemudian daun akan rontok. Bagian daun yang terserang terdapat jaring yang digunakan untuk hama berpindah tempat secara bergantungan ke daun yang lebih muda dan segar.

Pengendalian Tungau Merah

Tungau merah yang menyerang tanaman kacang tanah dapat dikendalikan dengan cara:

  1. Menanam varietas tahan
  2. Menanam lebih awal pada musim hujan
  3. Penyiraman dengan terjadwal
  4. Pengendalian dengan biologi hidup seperti predator dari famili Coccinellidae, cecidomyiidae, dan phytoseidae
  5. Pengendalian secara kimiawi dengan insektisida Kelthene 200 EC bahan aktif difokol, Omite bahan aktif propargit, Alika 247 ZC bahan aktif lamda sihalotrin dan timetoksam