Awas!!!Menjual BBM Eceran Bisa Dibui 3 Tahun+Denda Rp 30 Miliar

Awas!!!Menjual BBM Eceran Bisa Dibui 3 Tahun+Denda Rp 30 Miliar

Menjual BBM secara eceran masih banyak diminati oleh masyarakat Indonesia guna mendapatkan keuntungan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Ada berbagai cara mendagangkan BBM secara eceran yakni dijual dipinggir jalan sembari berjualan lainnya seperti sembako atau pulsa.

BBM

Masyarakat mendapatkan BBM dengan cara mengetap di SPBU dengan jerigen, sepeda motor dan mobil. Sepeda motor yang populer untuk para pengetap adalah motor laki Suzuki Tunder dengan kapasitas tangki sebanyak 17-21 liter hingga saat ini 2019.

Berbagai macam jenis BBM yang diperdagangkan secara eceran seperti bensin, pertalite dan solar. Ketiga jenis BBM tersebut sering di ecerkan karena harganya misih cukup terjangkau. Harganya bermacam-macam, untuk daerah pinggir Kota sampai pusat kota harga bensin berkisar 8000-9000, sedangkan pertalite berkisar Rp 10000 per liternya.

BBM ecaran juga cukup banyak diminati oleh pembeli karena tidak perlu lama-lama kepanasan untuk mengantri mengisi di SPBU. Sehingga pembeli BBM merasa praktis tak perlu repot-repot mengantri.

Namun dibalik kemudahan dan keuntungan dari mengecer BBM, ada bahaya yang mengancam kuhusus para penjual secara eceran. Pedagang BBM eceran bisa di penjarakan selama 3 tahun dan denda Rp 30 miliar. “Wooooooow bukannya untung malah buntung , wkwjwjwjwg”.

Menurut Benny Hotagaol, selaku Selas Eksekutif pertamina retail IV, yang mengatakan “barang siapa saja yang membeli BBM jenis apapun di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kemudian dijual lagi akan bertentangan dengan UU No.22/2001”.

Tentang migas sudah diatur dalam UU No.22/2001 pasal 53. Barang siapa saja yang melanggar pasal tersebut terancam pidana yang cukup berat yakni penjara 3 tahun serta denda yang sangat besar berkisar Rp 30 miliar.

Alasan pelarangan memperdagangkan BBM eceran yaitu ada bahaya terjadinya kebakaran yang bisa terjadi dan merugikan pagi penjual dan pembeli. Pasalnya BBM merupakan bahan yang mudah terbakar.

Namun ada yang bisa dimaklumin untuk mengecer BBM yakni bagi masyarakat pedalaman desa yang jauh dari SPBU. Tetapi dalam pembelian BBM di SPBU juga diatur jumlah maksimal pembelian dan harga ecerannya.