Bioekologi Kutu Kebul Bemisia tabaci Gennadius dan Pengendaliannya

Bioekologi Kutu Kebul Bemisia tabaci Gennadius dan Pengendaliannya

Homoptera: Aleyrodidae.

Kutu kebul

Bioekologi Kutu Kebul

Secara morfologi kutu kebul dapat dicirikan sebagai berikut: kutu kebul dewasa memiliki ukuran tubuh berkisar 1-1,5 mm. Serangga ini berwarna putih dan memiliki sepasang sayap jernih, seluruh bagian tubuhnya ditutupi lapisan lilin yang bertepung. Kutu kebul berkembang biak dengan telur. Serangga betina dewasa meletakkan telurnya dibagian permukaan bawah daun yang masih muda. Ciri-ciri telur kutu kebul yakni bertangkai seperti kerucut dan berwarna kuning terang. Telur akan menetas selama enam hari. Ketu kebul merupakan serangga dengan metamorphosis yang tidak sempurna. Serangga muda yang baru menetas (nimfa) berwarna putih pucat, tubuhnya berbentuk bulat telur dan pipih. Dalam perkembangannya, kutu kebul terdiri atas 3 instar dengan siklus hidupnya dari telur, nimfa hingga serangga dewasa yakni bekisar 21-24 hari. Kaki penggerak berfungsi pada instar 1, sedangkan instar 2 dan 3 tidak berfungsi melainkan hanya menempel pada daun selama masa pertumbuhannya.

Pada tanaman, kutu kebul baik muda ataupun dewasa merusak/menyerang dengan cara menghisap cairan yang terkandung dalam daun tanaman. Keberadaan serangga ini pada tanaman dapat membuat kerentanan terhadap cendawan jelaga karena kutu kebul menghasilkan ekskkreta berupa embun madu yang merupakan sebagai media tumbuhnya, sehingga tanaman menjadi tampak hitam. Selain itu, serangga ini juga sebagai vektor atau pembawa penyakit virus pada tanaman dari famili kacang-kacangan seperti Cowpea Mild Mottle Virus (CMMV). Jenis tanaman yang sering menjadi inang kutu kebul seperti dari keluarga Compositae, Cucurbitaceae, Cruciferae, Solanaceae, dan Leguminoceae.

Pengendalian Kutu Kebul

Kutu kebul dapat dikendalikan dengan cara kultur teknis seperti menanam secara serempak dan menggunakan tanaman dengan varietas tahan. Sedangkan pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan cara penyemprotan insektisida berupa Mitac 200 EC dengan bahan aktif amitraz.