Bioekologi Aphis craccivora Koch dan Cara Pengendaliannya

Bioekologi Aphis craccivora Koch dan Cara Pengendaliannya

Homoptera: Aphididae

Aphis craccivora memiliki tubuh dengan fisik berukuran kecil, lunak dan berwarna hitam. Aphis dewasa memiliki ciri panjang tubuh bekisar 1-1,6 mm. Aphis sebagian besar tidak bersayap, akan tetapi jika populasi semakin meningkat, aphis dewasa ada yang membentuk sayap transparan. Serangga dewasa bersayap akan berpindah ke tanaman yang lainnya untuk membentuk koloni baru.

Aphis craccivora by Wikipedia

Aphis memikiki fase pertumbuhan 4 stadium/instar. Setiap instar dalam fase pertumbuhannya dapat dibedakan dari jumlah ruas antena. Aphis pada instar satu memiliki jumlah ruas pada antena 4-5 ruas, pada instar ke dua memiliki jumlah ruas 5, pada instar ke tiga memiliki jumlah ruas antena 5-6, pada instar ke empat atau imago memiliki ruas antena 6. Nimfa adalah aphis muda sedangkan imago adalah aphis dewasa.

Aphis baik nimfa dan imago merusak tanaman dengan cara menghisap cairan yang terkandung dalam organ tanaman seperti pucuk daun. Sehingga pertumbuhan menjadi terganggu dan tanaman menjadi kerdil. Aphis juga tergolong serangga penular penyakit dan virus (vektor). Penyakit virus yang ditularkan seperti: Soybean Mosaic Ynts, Soybean Yellow Mosaic Virus, Bean Yellow Mosaic Virus, Soybean Dwarf Yrus, Peanut Stripe Virus, dll. Hama ini menyerang tanaman baik yang masih muda ataupun yang tua. Musim kemarau dengan cuaca yang panas, populasi aphis semakin meningkat. Sebagian besar tanaman yang menjadi inang aphis adalah kacang tanah.

Pengendalian Hama Aphis

Hama aphis dapat dikendalikan dengan cara: menanam tanaman secara serempak, jika telah mencapai ambang kendali pada kerusakan daun sekitar 12,5% dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida Nissuron 50 EC yang berbahan aktif heksitiazok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.