Hama Tanaman Kentang dan Cara Pengendaliannya

Hama Tanaman Kentang dan Cara Pengendaliannya

Kentang merupakan salah satu tanaman yang mengandung banyak karbohidrat. Sehingga kentang, memiliki potensi sebagai bahan pangan alternatif pengganti nasi. Dewasa ini, kentang menjadi salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani.

Kentang

Petani yang membudidayakan kentang mengeluhkan hasil panen yang tidak sesuai dengan harapan karena kualitas menurun akibat dari serangan hama. Sehingga petani banyak yang mengalami kerugian.

Artikel ini menjelaskan mengenai hama apa saja yang terdapat pada tanaman kentang. Agar petani mampu melakukan tindakan antisipasi terhadap serangan hama sebelum menimbulkan kerusakan berat yang berujung kerugian. Berikut ini adalah penjelasannya:

Hama Utama Tanaman Kentang

1). Trips (Trips palmi Karny)

Hama trips memiliki ciri-ciri berukuan tubuh kecil yaitu sekitar 1-2 mm. Cara hama ini menyerang tanaman kentang yaitu dengan menghisap cairan sel pada permukaan bawah daun. Gejala serangan yang ditimbulkan oleh hama ini diantaranya adalah daun mengalami perubahan warna menjadi keperakan atau kekuningan dan akan merubah bentuk daun menjadi kerut/melintang. Jika serangan hama masuk dalam kategori berat, maka permukaan bawah daun akan mengalami perubahan warna menjadi merah tembaga dan mengkilap. Kemudian daun akan mengering dan mati.

Pengendalian:

Hama ini dapat dikendalikan dengan penyemprotan menggunakan insektisida sintetis dengan bahan aktif abamectin, seperti domelish, bamex, atau pegasus.

2). Kutu daun (Myzuz persicae Sulzer)

Hama ini sering menyerang bagian daun yang masih muda. Hama ini menyerang tanaman kentang dengan cara menghisap cairan sel daun yang masih muda.

Serangan hama kutu daun dapat menimbulkan gejala pada tanaman seperti warna daun menjadi bercak-bercak. Apabila serangan masuk ke dalam kategori berat, akan mengakibatkan daun menjadi mengkerut dan keriting.

Pengendalian:

Hama ini dapat dikendalikan dengan cara penyemprotan insektisida sintetis berbahan aktif seperti demolish, numectin, curacron, atau alfamex.

3). Ulat pengerek daun (Phthorimaea operculella Zeller)

Hama jenis ini sering dijumpai pada areal budidaya tanaman kentang. Ulat penggerek daun sangat merusak tanaman kentang terutama pada bagian daunnya. Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini yaitu daun tanaman berubah menjadi merah tua dan terdapat sarang ulat kecil seperti jalinan jaring.

Pengendalian:

Hama ini dapat dikendalikan dengan cara membersihkan kebun setiap saat dan penyemprotan menggunakan insektisida sintetis dengan bahan seperti curacron, regent, atau prevaton.

4). Nematoda (Meloydogyne sp. )

Nematoda memiliki ciri-ciri tubuh berukuran sangat kecil dan tak terlihat oleh mata telanjang, bagian kepala berbentuk oval, ekor tidak terlalu runcing, dan gerakannya sangat lambat. Gejala serangan yang ditimbulkan oleh hama ini yaitu pertumbuhan dan perkembangan tanaman kentang menjadi terganggu dan tidak normal, menjadi kerdil dan tanaman tampak layu. Dibagian akar tanaman akan nampak benjolan seperti kutil.

Umbi kentang yang terserang nematoda juga terdapat benjolan-benjolan kecil seperti kutil yang membuat bentuk umbi tidak normal. Tanah yang ber pH rendah merupakan habitat nematoda.

Pengendalian:

Nematoda dapat dikendalikan dengan cara mencabut tanaman yang terserang keli dibakar, menjaga kebersihan kebun, pemupukan yang berimbang, penggunaan bibit unggul dan juga dapat menanam kenikir pada sekitar tanaman kentang.

5). Orong- orong (Gryllotalpa orientalis Burmeister)

Orong-orong atau disebut juga anjing tanah, serangga ini hidup di dalam tanah dan beraktifitas di malam hari. Orong-orong dicirikan bertubuh sedang, berwarna coklat terang sampai gelap, dan memiliki sepasang tungkai keras seperti cangkul yang berguna untuk menggali tanah. Bagian kepala orong-orong terdapat lapisan yang keras.

Hama ini menyerang bagian tanaman yang berada di dalam tanah seperti akar, umbi, dan pangkal batang tanaman yang masih muda dengan merusak atau memakannya. Gejala serangan yang ditimbulkan oleh hama ini yaitu tanaman tampak layu dan sampai mati serta menyebabkan umbi membusuk.

Pengendalian:

Hama ini dapat dikendalikan dengan cara pembongkaran tanah yang terindikasi hama orong-orong dan penburan nematisida pada saat melakukan pemupukan dasar.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!