Hama Tanaman Seledri dan Cara Pengendaliannya

Hama Tanaman Seledri dan Cara Pengendaliannya

Seledri merupakan salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai bahan penyedap rasa oleh masyarakat Indonesia. Seledri memiliki harga jual yang cukup tinggi. Sehingga petani banyak yang membudidayakannya. Dalam membudidayakan tanaman seledri, petani sering mengeluhkan bahwa tanaman yang dibudidayakan terserang hama yang membuat harga jual menurun. Akibatnya tidak sedikit petani yang mengalami kerugian.

Seledri

Oleh karena itu, artikel ini akan menyampaikan informasi tentang hama apa saja yang berpotensi menyerang tanaman seledri.

1). Nematode

Hama ini habitatnya berada di dalam tanah dan sering menyerang akar tanaman seledri. Akibat serangan tersebut, akar seledri mengalami perubahan seperti adanya bintil besar maupun kecil. Sehingga kegunaan akar tanaman menjadi terhambat/kurang maksimal dalam penyerapan air dan unsur-unsur lain yang dibutuhkan oleh tanaman.

Jika akar tanaman seledri yang masih muda diserang oleh hama mematikan, maka pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi terhambat,sehingga tanaman menjadi kerdil.

Cara Pengendalian:

Hama ini dapat dikendalikan dengan cara penyemprotan insektisida sintetis seperti curacron dan dosisnya sekitir 1,3 cc/liter air.

2). Kutu Daun

Di dalam budidaya tanaman seledri hama kutu daun lebih menyerang bagian daun yang masih muda. Gejala yang ditimbulkan hama ini, daun menjadi kuning dan bahkan sampai kering. Jika tanaman seledri diserang oleh kutu daun, maka yang terjadi adalah pertumbuhan tanaman menjadi terhambat atau menjadi mati.

Cara Pengendalian:

Hama kutu daun dapat dikendalikan dengan cara penyemprotan menggunakan insektisida Basudin 60 EC dengan dosis 2 cc/liter air.

3). Ulat grayak

Hama ulat grayak aktif menyerang pada malam hari dengan jumlah koloni yang besar. Hama ini menyerang dengan cara memakan daun baik yang masih muda ataupun tua.

Pengendalian

Hama ulat grayak dapat dikendalikan dengan cara sebagai berikut:

Cara kultur teknis: pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara teknis yaitu dengan membuang bagian daun yang terserang.

Cara fisik atau mekanik: pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara mekanis yaitu menangkap hama dengan menggunakan tangan atau alat pendukung lainnya dan penggunaan perangkap yang diberi methyl eugenol.

Musuh alami: pengendalian ini dapat dilakukan dengan menggunakan musuh alami serangga patogen antara lain kelompok patogen (nuclear-polyhedrosis virus), Metharhizium anisopliae), parasitoid (telur: Telenomus spodopterae, larva: Apantelesspp., pupa: Brachimeria spp.), dan predator larva (Paederus fuscipes, Lycosa pseudoannulata, Selonopsis gemminata)

Cara kimia: pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara penyemprotan insektisida sintetis dengan bahan berupa pirethroid sintesis, misalnya Decis 2,5 EC dengan konsentrasi 0,5-,75 ml/l.

4). Hama Wereng

Hama wereng (Liriomyz), keberadaannya pada areal pertanaman seledri sangat berbahaya. Pasalnya hama ini menyerang tanaman seledri dengan menghisap cairan dan kandungan pigmen pada daun seledri, sehingga daun tampak kering.

Cara Pengendalian:

Hama ini dapat dikendalikan dengan penyemprotan menggunakan insektisida sintetis berupa trigard, curacron dan yang terbaru Winder 25 WP. Dosis sesuai petunjuk kemasan.

5). Tungau Tetranychus sp. (Acarina: Tetranychidae)

Tungau memiliki ciri-ciri fisik berukuran sangat kecil kurang dari 1 mm, memiliki warna tubuh yang bermacam-macam seperti kuning, coklat, kehijauan, atau merah tergantung dari jenis tungau, jenis makanan, atau stadia perkembangan. Tungau dapat menyebar dengan bantuan angin, manusia, binatang, alat-alat pertanian, benih dan lain-lain.

Gejala serangan hama tungau dapat menimbulkan bercak keperakan pada daun dan juga bintik kuning sampai coklat kemerahan pada permukaan daun. Jika serangan hama dalam intensitas berat, dapat menyebabkan daun seledri rontok. Saat musim kemarau, dapat menimbulkan serangan berat hama tungau.

Pengendalian:

Non kimiawi: pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara memungutnya langsung dari daun yang terserang kemudian dimusnahkan serta menjaga kebersihan kebun.

Kimiawi: pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara penyemprotan akarisida.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!