Hama Tanaman Tomat dan Cara Pengendaliannya

Hama Tanaman Tomat dan Cara Pengendaliannya

Budidaya tanaman tomat sangat digemari oleh para petani karena harga jualnya cukup tinggi. Walaupun begitu, pengaturan juga sering mengeluhkan tanaman tomat yang dibudidayakan sering mengalami penurunan produksi karena adanya serangan hama. Sehingga tak sedikit petani tomat yang mengalami kerugian.

Tomat

Oleh sebab itu, bukuteori.com akan menjelaskan tentang hama apa saja yang berpotensi menyerang tanaman tomat serta cara mengendalikannya. Berikut ini adalah penjelasannya:

Hama tanaman tomat

1). Ulat buah

Ulat buah (Helicoverpa armigera atau Heliothis armigera) memiliki ciri-ciri tubuh dengan permukaan tubuh berbintil seperti kutil, berbulu, terdapat garis bergelombang di samping tubuh dan panjang tubuhnya sekitar 4-5 cm. Hama ini juga memiliki warna yang bervariasi mulai dari hijau, hijau kekuningan, kecokelatan hingga hitam. Sebetulnya ulat buah ini berasal dari ngengat dengan ciri-ciri ukuran panjangn tubuh sekitar 2 cm dan sayapnya berwarna coklat dibagian luarnya dan berwarna putih sebagian dalamnya.

Ulat buah sering ditemukan menyerang daun, bunga dan buah tomat. Hama ini menyerang dengan cara memakan dan membuat lubang pada buah tomat secara berpindah-pindah. Buah tomat yang berlubang akibat serangan ulat buah akan terjadi infeksi dan buah menjadi busuk.

Pengendalian

Hama ulat buah dapat dikendalikan dengan cara manual yaitu mengambil secara langsung ulat buah dan takutnya dengan tangan atau bantuan alat, kemudian dibakar atau dimusnahkan. Hama yang sudah berbentuk ngengat dikendalikan dengan cara menggunakan perangkap ultraviolet. Pengendalian hama dengan bahan kimia, dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida sesuai dengan aturan dosis.

2). Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.)

Hama ini aktif menyerang pada malam hari dan memiliki cici-ciri panjang tubuh sekitar 2-5 cm, berwarna hitam bernintik-bintik/bergaris-garis. Larva kecil akan memakan daun, terutama tunas yang masih muda, larva dewasa dapat memakan pangkal tanaman.

Pengendalian:

Non kimiawi: pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan dengan tujuan memutuskan siklus hidup ulat tanah, dan pemberantasan sarang-sarang ngengat di sekitar area pertanaman.

Kimiawi: pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara penggunaan insektisida sintetis sesuai dengan aturan dosis tanaman tomat .

3). Kutu daun hijau

Kutu daun hijau memiliki ciri-ciri tubuh dengan ukuran panjang tubuh sekitar 2 mm. Hama spesies ini memiliki 2 jenis yaitu yang bersayap dan tidak bersayap. Jenis yang bersayap memiliki ciri warna kepala dan dadanya coklat hingga kehitaman dan dibagian bawah perutnya berwarna hijau kekuningan. Sedangkan yang tidak bersayap memiliki ciri warna tubuhnya hijau kekuningan.

Hama ini adalah pembawa virus. Jika tanaman dihinggapi hama ini akan tertular virus yang merugikan. Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini seperti daun menjadi keriting dan kerdil, bentuknya melengkung ke bawah. Dau menjadi menyempit seperti pita, terdapat warna mozaik di permukaan daun dan daunpun menjadi rapuh.

Pengendalian:

Cara mengatasi masalah serangan hama ini dilakukan dengan cara pemasangan mulsa plastik perak karena hama ini tidak menyukai pantulan sinar matahari. Selain itu bisa juga dilakukan dengan cara penyemprotan insektisida sintetis secara berkala.

4). Kutu Kebul (Bemisia tabaci)

Hama ini memiliki ciri-ciri tubuh berwarna putih, bersayap dan seluruh tubuhnya diselimuti serbuk putih. Kutu kebul menyerang tanaman tomat dengan cara menghisap cairan daun tomat , sehingga menyebabkan kerusakan pada jaringan maupun sel-selnya.

Gejala lain yang ditimbulkan oleh hama ini yaitu pertumbuhan tanaman menjadi terhambat dan menjadi kerdil. Daun menjadi menyempit dan menggulung ke atas.

Pengendalian

Non kimiawi: pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara pembersihan lingkungan kebun, mengatur jarak tanam, pergiliran tanaman, pemasangan perangkap kuning, eradiksi bagian tanaman yang terserang, dan penggunaan musuh alami.

Kimiawi: pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara penyemprotan insektisida sintetis berbahan aktif tiametoksam, abamektin, sipermetrin, imidakloprid, karbosulfan, prothiofos, diafentiuron, tiametoksam.

5). Lalat buah (Bactrocera sp.)

Hama ini menyerang tanaman tomat dalam bentuk larva. Larva akan tinggal di dalam tomat dan memakan jaringan daging buah. Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini akan menyebabkan buah tomat busuk.

Pengendalian:

Non kimiawi: pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara eradikasi buah yang terserang, menggunakan musuh alami, pemasangan perangkap beracun yang mengandung metil eugenol.

Kimiawi: pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan insektisida sintetis berbahan aktif betasiflutrin, profenofos, deltametrin, metitation dan protiofos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!