Cara Tepat Pengendalian Ulat Bawang pada Bawang Merah

Cara Tepat Pengendalian Ulat Bawang pada Bawang Merah

Ulat bawang (Spodoptera exigua) merupakan hama yang biasa menyerang tanaman bawang merah. Ulat ini merupakan hama yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan kerusakan berat hingga kematian pada tanaman bawang merah, sehingga dapat menjadikan petani merugi.

https://jabar.litbang.pertanian.go.id

Ulat bawang muda yang telah menetas dari telur, akan menyebar menuju ujung daun, kemudian melubanginya dan masuk ke dalam, sehingga bagian ujung daun tampak berlubang/terpotong. Di dalam daun ulat akan menggerek daun hingga menyisakan epidermis luar. Akibatnya daun bawang akan tampak menerawang tembus cahaya/terlihat bercak putih, dan akhirnya daun menjadi terkulai. Awal menyerang, ulat ini berkumpul. Setelah lapisan dalam daun habis, ulat akan menyebar, dan jika populasi besar, bagian umbi akan diserang.

Petani bawang merah harus bertindak cepat dan tepat dalam mengendalikan hama tersebut, sebelum menimbulkan kerugian. Artikel ini akan memberikan penjelasan tentang bagaimana cara yang tepat untuk mengendalikan hama ulat bawang.

1). Pengendalian kultur teknis (bercocok tanaman)

Pengendalian kultur teknis dilakukan dengan cara mengelola lingkungan atau ekosistem yang dibuat sedemikian rupa agar kehidupan dan perkembangan hama terhambat. Pengendalian ini dilakukan dengan cara teknis meliputi sanitasi, pengolahan tanah, pengelolaan air, pengaturan jarak tanam, tumpangsari, rotasi tanaman, penggunaan tanaman perangkap, pengaturan waktu tanam, dan penggunaan tanaman resisten.

2). Pengendalian mekanis

Pengendalian mekanis dilakukan dengan cara mematikan langsung hama tersebut, baik dengan tangan atau bantuan alat dan bahan lain. Mekanismenya, dengan memungut telur dan ulat bawang, kemudian dikumpulkan lalu dibakar atau dimusnahkan.

3). Pengendalian fisik


Pengendalian secara fisik ini dapat dilakukan dengan mengatur faktor-faktor fisik yang dapat menghambat perkembangan hama dan membuat hama sulit hidup dengan memberikan suatu kondisi tertentu.

Berikut ini cara pengendalian fisik hama ulat bawang:

a. Penggunaan perangkap feromon seks.

Perangkap feromon sex merupakan senyawa kimia sintetik yang berguna sebagai sarana komunikasi antar serangga jantan dan betina, dengan tujuan untuk pengendalian hama ulat bawang. Dalam 1 ha dibutuhkan 12-24 buah.

b. Penggunaan lampu perangkap/light trap.

Pengendalian ini dilakukan dengan cara pemasangan lampu perangkap yang didesain sederhana dangan waktu nyala lampu yang efektif dan efisien sekitar jam 18.00-24.00 sesuaikan dengan waktu daerah sekitar. Jumlah perangkap lampu yang dibutuhkan dalam 1 ha sekitar 25-30 unit.

c. Penggunaan kelambu kasa/shading net

Pengendalian ini dilakukan dengan cara memasang kelambu kasa yang bertujuan mencegah ngengat masuk ke areal pertanaman. Pemasangan kelambu kasa harus terbuat dari bahan khusus yang tahan lama terhadap cuaca dan bisa digunakan hingga 6-8 kali musim tanam.

4). Pengendalian hayati

Pengendalian hayati merupakan suatu cara pengendalian hama dengan memanfaat organisme hidup atau agen hayati. Hama ulat bawang dapat dikendalikan dengan agen hayati seperti virus Se-NPV (Spodoptera exigua-Nuclear polyhedrosis Virus). Virus Se-NPV merupakan salah satu virus patogen yang berasal dari larva S. Exigua yang telah ter/diinveksi oleh Se-NPV dibuat sebagai insektisida biologis pengendali ulat bawang.

5). Pengendalian kimiawi

Pengendalian ini dilakukan dengan menggunakan senyawa kimia sintetik. Areal budidaya bawang merah yang terserang hama ulat bawang, dapat disemprotkan dengan insektisida kimia secara berkala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *