Hama Tanaman Wortel dan Cara Mengendalikannya

Hama Tanaman Wortel dan Cara Mengendalikannya

Hama Tanaman Wortel

Wortel merupakan tanaman umbi yang sering dimanfaatkan sebagai sayuran. Wortel memiliki banyak kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia, salah satunya yang paling terkenal adalah vitamin A. Vitamin A terkenal manfaatnya untuk kesehatan mata, sehingga wortel sangat digemari oleh seluruh masyarakat di belahan dunia.

Hama wortel

Petani khususnya di Indonesian sangat banyak yang membudidayakan wortel dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan serta memenuhi pangan yang bergizi untuk masyarakat.

Membudidayakan wortel tidak mudah banyak faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan para petani wortel. Salah satu diantaranya adalah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT)/hama terhadap tanaman wortel. Pasalnya, kehadiran hama di areal budidaya wortel dapat merusak dan menurunkan kualitas hasil panen, sehingga petani mengalami kegagalan dan kerugian secara ekonomi.

Oleh karena itu, petani wortel harus mengetahui dan memahami hama apa saja yang berpotensi menyerang tanaman tersebut. Petani juga harus mengetahui bagaimana cara pengendalian hama yang tepat, sehingga dapat meminimalkan kerugian.

bukuteori.com akan menjelaskan hama apa saja yang berpotensi menyerang tanaman wortel dan cara mengendalikannya dengan tepat. Berikut ini adalah penjelasannya:

1). Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.)

Hama ulat tanah memiliki ciri-ciri panjang tubuh berukuran sekitar 4-5 cm. Hama ini menyerang pada bagian akar tanaman wortel yang masih muda. Gejala yang ditimbulkan oleh serangan hama ini adalah tanaman tampak layu, kering, dan bahkan sampai mati.

Hama ini dapat dikendalikan dengan dua cara yaitu dengan cara manual dan kimiawi. Secara manual, hama ulat tanah dapat langsung dipungut dengan tangan dan langsung membuang lebih jauh dari areal budidaya, membakar, dan membunuhnya secara langsung. Sedangkan secara kimiawi, hama ini dapat dikendalikan dengan cara penyemprotan menggunakan insektisida jenis firasat atau indofuradan sebelum dan sesudah penanaman.

2). Lalat (Psile rosae)

Hama lalat (psile rosae) memiliki ciri-ciri tubuh berwarna hijau, hitam, dan terlihat belang kecokelatan pada tubuhnya. Hama ini saat menyerang tanaman wortel masih dalam bentuk larva sebelum berubah menjadi kepompong dan lalat dewasa.

Cukup banyak gejala yang ditimbulkan dari serangan hama ini diantaranya adalah pada bagian umbi mengalami pembusukan, adanya lubang pada tanaman dan bentuk umbi wortel yang tidak sempurna.

Hama lalat ini, kehadirannya dapat dikendalikan dengan menggunakan larutan polusi sebanyak 120 g dengan campuran air sebanyak 100 liter. Secara manual, hama ini dapat dikendalikan dengan membersihkan kebun (sanitasi) dan pemasangan perangkap lalat.

3). Kutu daun (Aphid, Aphis spp)

Hama kutu daun memiliki ciri-ciri fisik tubuh berwarna hijau kehitaman dan memiliki bulu halus di sekitar tubuh.

Gejala serangan hama kutu daun yaitu warna daun yang terserang, berlubang, kering bahkan berujung sampai mati. Hama ini dikendalikan dengan cara memperhatikan kebersihan kebun serta melakukan penjarangan tanaman.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.