Cara Budidaya Padi Gogo di Pot/Polybag

Cara Budidaya Padi Gogo di Pot/Polybag

1. Pemilihan Benih

Pemilihan benih merupakan hal yang sangat penting dalam budidaya padi gogo, sebab benih yang baik akan mempengaruhi produktivitas tanaman.

Syarat benih yang baik adalah (a) Tidak mengandung gabah hampa, potongan jerami, kerikil, tanah, dan hama gudang; (b) Warna gabah sesuai aslinya dan cerah; (c) Bentuk gabah tidak berubah dan sesuai aslinya dan (d) Daya perkecambahan
mencapai 80 %.

2. Pengelolaan lahan

Pengelolahan tanah untuk pertanaman padi seharusnya dilakukan menjelang hari hujan. Pada prinsipnya pengolahan tanah dilakukan untuk menciptakan kondisi yang optimal untuk pertumbuhan tanaman. Selain di lahan padi gogo juga bisa ditanam pada pot, dengan syarat nutrisi yang dibutuhkan padi tetap terpenuhi. Adapun cara dalam pengolahan tanah adalah :

a. Pengolahan Tanah di Lahan

Lahan yang akan digunakan terlebih dahulu dibersihkan dari tanaman pengganggu dan rumput, setelah itu tanah digemburkan dengan menggunakan garu lalu diratakan, kemudian dibiarkan sampai hujan turun.

b. Pengololahan Tanah untuk media pot

Tanah yang akan digunakan sebagai media penanaman terlebih dahulu dibersihkan dari gulma dan hama penyakit, kemudian tanah dikering anginkan dan dihaluskan.

Tanah di ayak dengan ayakan 3 mm, setelah itu tanah dicampur dengan pupuk kandang sebagai pupuk dasar, lalu tanah
dimasukkan ke polybag (Nazirah, 2008).

3. Penanaman

Menurut (Saleh et al., 2012) Penanaman padi pada dasarnya dapat dilakukan dengan tiga macam cara yaitu (1) Cara tanam disebar yaitu dengan menyebar di permukaan tanah yang sudah disiapkan; (2) Cara tanam alur yaitu tanah yang sudah dipersiapkan dibuat alur-alur selebar 3-4 cm, dengan jarak alur 20-25 cm, kemudian padi ditanam pada alur tersebut dan (3) Cara tanam tugal yaitu lahan yang sudah disiapkan dibuat lubang-lubang tanam dengan tugal.

Umumnya dengan jarak tanam 20 x 20 cm, dengan kebutuhan benih tergantung pada sistem dan jarak tanam yang digunakan, baik pada penanaman di pot/polybag maupun di lahan. Pengalaman penanaman padi dalam pot yang dilakukan petani menunjukkan hasil yang menggembirakan bahwa padi dapat tumbuh dengan baik. Dalam satu pot dengan pemupukan optimal dapat menghasilkan ± 3-5 ons gabah per pot.

4. Pemeliharaan

Hal-hal yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan adalah:

a) Penyiraman

Penyiraman dilakukan untuk menghindari tanaman kekurangan air pada lahan gambut. Jika tanaman padi kekurangan air maka akan mempengaruhi pertumbuhannya.

b) Penyiangan

Penyiangan perlu dilakukan secara manual yaitu dengan mencabut gulma dengan tangan. Hal ini dilakukan karena gulma yang tumbuh di sekitar tanaman dapat menggangu pertumbuhan padi dan juga sebagai perantara penyebaran hama dan penyakit (Catharina, 2011)

c) Pemupukan

Pupuk yang digunakan sebaiknya dengan menggunakan pupuk kombinasi, yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik dapat dimanfaatkan untuk
memperbaiki kondisi fisik tanah, sedangkan dengan menggunakan pupuk
anorganik dapat menyediakan unsur hara dengan cepat (Fitri, 2009).

d) Pengendalian hama penyakit

Pengendalian hama penyakit dilakukan apabila di lahan terdapat hama penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman padi. Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia jika tingkat serangan hama dan penyakit sudah melebihi ambang batas, akan tetapi jika hama dan penyakit masih sedikit sebaiknya dikendalikan dengan cara mekanik (Fitri, 2009).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *