Pengertian Publikasi

Pengertian Publikasi

Menurut Astika (2013:28) menyatakan bahwa “Publikasi adalah sesuatu kegiatan yang dilakukan untuk menyediakan/menyebarkan sebuah informasi kepada masyarakat umum dengan cara bermacam-macam mulai dari buku, teks, gambar, konten audio visual dan website sehingga masyarakat mengetahui informasi yang disediakan untuk konsumen sehingga kegiatan promosi diharapkan mampu mempengaruhi masyarakat untuk memanfaatkannya”.

Sedangkan menurut Tjiptono (1997:228), bahwa “Publikasi adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang, dan jasa secara non personal, yang mana orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar untuk itu”.

Pendapat lain juga dikemukakan oleh Assauri, Sofjan. (2007 : 268- 269) bahwa “Publisitas (publicity), merupakan usaha untuk meransang permintaan dari suatu produk secara nonpersonal dengan membuat, baik yang berupa berita yang bersifat komersial tentang produk tersebut didalam media tercetak atau tidak, mau pun hasil wawancara yang disiarkan dalam media tersebut”.

Setelah melakukan kegiatan publikasi, perlu diketahui bahwa melalui publikasi dapat diperoleh keunggulan-keunggulan. Menurut Mustafa (1996: 29) keunggulan tersebut adalah: Pertama, publikasi ditempatkan sebagai berita dan bukan iklan. Kedua, publikasi cenderung sampai kepada pengguna yang tidak menyukai iklan atau kontak pribadi. Ketiga, publikasi mempunyai potensi tinggi untuk di dramatisasi sehingga menarik perhatian dan mempengaruhi orang.Tetapi selain memiliki keunggulan, publikasi juga mempunyai kelemahan. Adapun kelemahan cara publikasi menurut Mustafa (1996:29) yaitu “ Pertama, publikasi selalu melalui proses penyuntingan. Kedua, publikasi tidak memungkinkan hal-hal yang dicakup oleh iklan”.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa publikasi merupakan pelaksanaan promosi yang ringan dan mudah untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk yang ditawarkan oleh perpustakaan melalui media tercetak mau pun non cetak.

Adapun langkah-langkah pembuatan publikasi menurut Wirawan dalam laporan lokakarya bimbingan pengguna dan promosi perguruan tinggi Negeri (1993 : 32) adalah :

  1. Menentukan tujuan-tujuan publikasi. Mencakup penentuan pasar target yangmenjadi sasaran.
  2. Mencari ide publikasi yang akan mencapai dampak yang diinginkan
  3. Menentukan media yang akan digunakan untuk publikasi.

Dengan mengetahui langkah-langkah pembuatan publikasi maka kegiatan publikasi juga dapat dilakukan untuk mempromosikan perpustakaan agar masyarakat mau menggunakan, memanfaatkan maupun mendaftarkan dirinya sebagai anggota perpustakaan.

Publisitas mempunyai beberapa sifat, yaitu:

1. Kredibilitasnya tinggi

Suatu berita, pernyataan ataupun komentar dimedia, baik media cetak ataupun media elektronik yang dapat dipercaya dan familier sangat berpengaruh besar bagi pembaca terhadap kesan perusahaan dan barangnya. Kredibilitas tinggi ini tentunya karena publikasi dianggap bukan merupakan propaganda, karena tidak dibiayai oleh perusahaan pemilik produk atau jasa.

2. Dapat menembus batas perasaan (tak disangka-sangka)

Publisitas ini dapat menjangkau konsumen yang tidak menyukai iklan. Karena kesan yang timbul dari publisitas ini adalah berita yang bersifat bebas dan tidak memihak (non comercial promotion), lain halnya dengan iklan yang bersifat komersial.

3. Dapat mendramatisir

Publisitas juga mampu mendramatisir atau menyangatkan suasana, sebagaimana halnya dengan iklan, tetapi pendramatisiran publisitas lebih dipercaya daripada iklan karena yang melakukannya bukan perusahaan yang bersangkutan. (Gitosudarmo, 1994: 244-245).

Media yang dapat digunakan dalam publikasi yaitu:

1 Radio

Menurut Phyman (2009 : 40) yang dikutip oleh Shinta (2010 : 40) menyatakan bahwa “Radio adalah media elektronik tertua dan sangat luwes. Radio telah beradaptasi dengan perubahan dunia, dengan mengembangkan hubungan saling menguntungkan dan melengkapi dengan media lainnya”.

Selain pendapat diatas, Widjaja (1993 : 79) menyatakan bahwa “ Radio adalah media massa yang sangat penting oleh karena lebih banyak orang yang dapat menangkap atau mendengar radio daripada media lainnya”.
Menurut pendapat diatas menyatakan bahwa radio merupakan media massa yang tidak ternilai dan hampir semua pesan penting yang ada di televisi dapat disiarkan di radio karena lebih banyak orang mendengarkan radio daripada media lainnya dan mampu beradaptasi dengan perubahan dunia.

2 Televisi

Menurut Bland (2004: 88) bahwa “Televisi adalah suatu media komunikasi yang selalu mencari bahan hiburan. Hampir semua orang dapat memanfaatkan informasi yang disajikan secara massal oleh televisi”. Sedangkan menurut Morissan (2008: 213) bahwa “Televisi merupakan media iklan yang paling ampuh daripada yang lainnya karena dapat menunjukkan cara bekerjanya suatu produk pada saat produk itu digunakan”. Dalam hal ini televisi adalah suatu media komunikasi yang dapat dimanfaatkan semua orang sebagai hiburan yang disajikan secara massal dan
dapat menunjukkan cara bekerjanya suatu produk pada saat produk tersebut digunakan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *