Tanaman Sawi

Tanaman Sawi

Sawi (Brassica juncea) berasal dari wilayah tengah Asia, dekat kaki pegunungan Himalaya. Migrasi terjadi ke pusat domestikasi sekunder di India, wilayah tengah dan barat Cina, dan wilayah pegunungan Kaukasus. Catatan dalam bahasa Sansekerta menunjukkan bahwa tanaman ini ditanam sejak tahun 3000 SM (Rubatzky,1998).

Sawi (Brassica juncea) merupakan tanaman semusim yang berdaun lonjong, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Sawi yang termasuk family Cruciferae, dikenal ada tiga varietas yaitu sawi putih atau sawi jabung, sawi hijau, sawi huma (Tim Penulis PS, 1993).

Sawi (Brassica juncea) berbeda dengan petsai (Brassica chinensis). Petsai adalah tanaman dataran tinggi sementara sawi bisa juga ditanam di dataran rendah. Batang sawi ramping dan lebih hijau sedangkan batang petsai gemuk dan berkelompok dengan daun dikenal juga putih kehijauan. Ciri sawi yang khas ialah berdaun lonjong, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Sawi yang banyak di tanam di Indonesia sebenarnya dengan nama caisim (Nazaruddin, 2000).

Menurut Novary (1999), adapun varietas atau jenis-jenis sawi yaitu:

1. Sawi putih atau sawi jabung

Sawi ini memang banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena rasanya paling enak diantara jenis sawi lainnya. Daunnya lebar, berwarna hijau tua, bertangkai pendek, tegap, dan bersayap. Ada dua variates sawi putih, yaitu varietas rugosa dan varietas prain. Varietas yang terakhir merupakan varietas pendatang dari luar negeri.

2. Sawi hijau

Sawi hijau mempunyai rasa agak pahit sehingga jarang dikomsumsi segar. Cara menghilangkan rasa pahit tersebut sawi ini sering diasinkan. Sawi asin dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan. Ukuran sawi hijau lebih kecil daripada sawi putih. Daunnya lebar mirip sawi putih, tapi warna hijaunya lebih tua. Batangnya sangat pendek dan tangkai daunnya pipih serta sedikit berliku, tetapi kuat.

3. Sawi huma

Disebut sawi huma karena jenis sawi ini menyukai tempat-tempat kering seperti tegalan atau huma. Jenis sawi ini memiliki daun yang sempit dengan warna hijau keputih-putihan. Batangnnya kecil dan panjang dengan tangkai yang bersayap. Jenis sawi ini cukup digemari konsumennya.

4. Sawi bakso atau caisim

Sawi ini dikenal juga dengan nama sawi cina tapi umumnya digunakan untuk masakan-masakan cina. Daunnya lebar memanjang, tipis, dan berwarna hijau. Sawi ini bertangkai panjang, langsing, dan berwarna hijau keputihan. Rasanya pun cukup enak, renyah,segar, dan tidak terlalu pahit.

5. Sawi keriting

Dari namanya dapat diduga bahwa daun sawi jenis ini keriting. Daunnya berwarna hijau dan mulai tumbuh dari pangkal tangkai daun yang berwarna putih.

6. Sawi monumen

Sawi monumen tumbuh tegak dan berdaun kompak sehingga menyerupai tugu atau monumen. Daunnya berwarna hijau segar dengan tangkai lebar dan tulang daun berwarna putih. Dari sekian jenis sawi, sawi inilah yang paling besar dan paling berat.

Tanaman ini sebenarnya bukan khas dataran tinggi karena dapat ditanam baik di dataran rendah maupun tinggi. Sawi termasuk tanaman sayuran yang tahan terhadap hujan. Tanaman ini dapat ditanam sepanjang tahun, asalkan pada saat musim kemarau disediakan air yang cukup untuk penyiraman. Tanah yang gembur, banyak mengandung humus, dan drainase baik sangat cocok untuk sawi. Derajat keasaman yang sesuai untuk tanaman ini berkisar antara 6 – 7 (Iwan, 1995).

Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 15º – 20º C. Pada suhu di bawah 15º C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 20º C tidak akan berbunga (Fuad, 2010).

Perbanyakkan tanaman sawi dilakukan dengan biji. Biji sawi diperoleh dari tanaman yang dibiarkan hingga berkembang dan akhirnya tua, berbuah, dan menghasilkan biji. Kebutuhan benih sawi per hektarnya hanya 700 g, sebelum dikebunkan biji sawi harus disemaikan dahulu. Benih dicampur dengan sedikit pasir dan ditabur ke persemaian. Bibit yang sudah berdaun 4 helai dapat di pindahkan ke lahan. Biasanya sekitar umur 3 – 4 minggu setelah semai (Nazaruddin, 2000).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.