Watershed Modelling System (WMS)

Watershed Modelling System (WMS)

WMS dikembangkan di Laboratorium Komputer Grafis Brigham Young University. WMS  berbasis Windows user Interface yang menyediakan hubungan antara Geographic Information System (GIS) dan perangkat lunak standar industri yang kemudian disamakan dengan model hidrologi yang dapat dijalankan dari model WMS. Hubungan antara data spasial dan dataran model hidrologi membawa kemampuan untuk mengembangkan hidrologi data yang biasanya dikumpulkan dengan menggunakan metode manual dalam program WMS. WMS juga menyediakan fungsi penggambaran dataran banjir (Anonima, 2010).

WMS Sistem Pemodelan DAS adalah lingkungan pemodelan hidrologi yang komprehensif.WMS provides tools for all phases of watershed modeling including automated watershed and sub-basin delineation, geometric parameter computation, hydrologic parameter computation (CN, time of concentration, rainfall depth, etc.) and result visualization. WMS menyediakan alat untuk semua fase pemodelan DAS termasuk DAS otomatis dan penggambaran sub-cekungan, perhitungan parameter geometris, perhitungan parameter hidrologi (CN, waktu konsentrasi, kedalaman curah hujan, dan lain-lain) dan visualisasi hasil.Used at hundreds of government agencies and private firms around the world, WMS is the most powerful tool for analysis and visualization of watersheds.Digunakan di ratusan instansi pemerintah dan perusahaan swasta di seluruh dunia, WMS adalah alat yang paling kuat untuk analisis dan visualisasi aliran sungai (Anonima, 2012).

WMS memanfaatkan data digital untuk menggambarkan DAS dan batas-batas sub-DAS serta menghitung parameter geometrik yang digunakan dalam model hidrologi. Dalam WMS, sebuah sungai digambarkan melalui Digital Elevetion Model (DEM) atau Triangulated Irreguler Network (TIN). WMS dapat digunakan untuk mensimulasikan berbagai proses hidrologi sungai. WMS mendukung beberapa metode numerik untuk menghitung debit puncak, hidrograf dan kualitas air (Anonima, 2010).

Para Pemodelan Sistem Daerah Aliran Sungai (WMS) dikembangkan di Teknik Komputer Grafis Lab (ECGL) bekerjasama dengan US Army Corps of Engineers Waterways Experiment Station (WES) dan Administrasi Jalan Raya Federal. Fokus dari WMS adalah untuk menyediakan sebuah aplikasi yang mengintegrasikan model medan digital dengan model limpasan standar industri seperti HEC-1, TR-20, TR55, dan Frekuensi Program Banjir Nasional (NFF) persamaan regresi daerah. WMS dapat digunakan untuk mengembangkan data hidrologi dari TINS atau grid menggunakan banyak teknik khususnya Karakterisasi DAS. Lebih penting data hidrologi dikembangkan di Arc / INFO, ArcView, atau WMS dapat langsung dihubungkan dengan model hidrologi yang umum digunakan.Selain mampu mengekspor TINS atau grid dikembangkan di Arc / Info atau ArcView untuk WMS untuk pengembangan lebih lanjut data hidrologi, data vektor yang mewakili aliran dan batas-batas cekungan juga dapat ditularkan antara GIS dan WMS. Hal ini dilakukan melalui tiga shapefiles utama: sebuah shapefile poligon untuk batas cekungan, sebuah shapefile line untuk jaringan sungai, dan shapefile titik untuk mengidentifikasi lokasi outlet. Serangkaian skrip Avenue, dikembangkan oleh ESRI , dapat digunakan dengan ekstensi Spatial Analyst untuk secara otomatis menghasilkan tiga shapefiles, termasuk populasi bidang atribut dengan parameter hidrologi penting. Sebuah ArcView ekstensi tambahan membantu dalam mempersiapkan data vektor untuk impor ke dalam WMS (Anonima, 2012). WMS dapat membantu dalam mempersiapkan, mengedit dan menjalankan model hidrologi umum. WMS memiliki fasilitas untuk penggambaran daerah alirah sungai secara otomatis, perhitungan parameter geometris, perhitungan dengan menggunakan GIS (CN, tinggi hujan, koefisien kekasaran) dan lain-lain. WMS menggunakan topografi, penggunaan/penutupan lahan, data jenis tanah, curah hujan, serta klimatologi. WMS secara otomatis melakukan prosedur penggambaran batas-batas daerah aliran sungai dan menghitung limpasan DAS. WMS dapat juga digunakan untuk menghitung aliran puncak di daerah tertentu (Anonima, 2012). 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.