Pengertian Mina Sarua

Pengertian Mina Sarua

Mina Sarua merupakan minuman yang terbuat dari bahan-bahan antara lain tape ketan dan rempah-rempah. Mina Sarua yang telah ratusan tahun menjadi warisan budaya dari nenek moyang warga Dusun Sumbawa Desa Bontokape Kecamatan Bolo ini, bermanfaat sebagai obat atau biasa disebut minuman penghangat tubuh. Pada musim hujan (dingin) minuman ini sangat baik untuk menjaga stabilitas tubuh, karena komposisinya mengandung bahan-bahan rempah alami. Minuman khas ini sangat di minati oleh masyarakat. Tak hanya masyarakat Bima, wisatawan dari luar Bima pun yang yang mengetahui adanya minuman khas ini, kerap sengaja berkunjung ke Desa ini atau hanya sekedar mampir, untuk membeli dan menikmati minuman yang sangat lezat jika di sajikan dalam keadaan hangat. Proses pembuatan Mina Sarua berlangsung selama 2 (dua) hari. Campuran beras ketan dan ragi akan di diamkan selama satu malam. Paginya rempah-rempah antara lain Jahe, Merica dan Lada, di goreng. Lalu beras ketan yang telah menjadi tape ketan itu di campur dengan rempah yang telah di goreng. Kemudian di masak bersama santan kelapa dan siap di sajikan. Menurut beberapa sumber, Mina Sarua berasal dari kata Minyak Saruang, berupa minyak oles yang berfungsi sebagai obat keseleo, sakit perut, masuk angin dan beberapa manfaat lainnya, yang pertama kalinya di racik oleh orang Sumbawa. Setelah beberapa orang Sumbawa itu merantau ke Bima, tepatnya di Wilayah Sila, merekapun membawa Minyak Saruang untuk di perkenalkan pada warga setempat. Masyarakat Bima, kemudian meracik obat tersebut menjadi minuman penghangat tubuh. Akhirnya bahan dasar rempah minyak Saruang di padu dengan tape ketan. Karena dialeg Bima yang pada umumnya tidak kesampean, maka secara gamblang saja Minyak Saruang berubah nama menjadi Mina Sarua. Mina Sarua masih terus di produksi warga dusun Sumbawa Desa Bontokape hingga saat ini. Ironisnya Mina Sarua masih berupa minuman khas di kandangnya saja (Alan, 2010).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.