Lembaga Pemasaran

Lembaga Pemasaran

Lembaga pemasaran adalah badan usaha atau individu yang menyelenggarakan pemasaran, menyalurkan jasa dan komoditi dari produsen ke konsumen akhir, serta mempunyai hubungan dengan badan usaha atau individu lainnya. Lembaga pemasaran muncul karena adanya keinginan konsumen untuk memperoleh komoditi yang sesuai dengan waktu (time utility), tempat (place utility), dan bentuk (form utility). Lembaga pemasaran bertugas untuk menjalankan fungsi-fungsi pemasaran serta memenuhi keinginan konsumen semaksimal mungkin. Imbalan yang diterima lembaga pemasaran dari pelaksanaan fungsi-fungsi pemasaran adalah margin pemasaran (yang terdiri dari biaya pemasaran dan keuntungan). Bagian balas jasa bagi lembaga pemasaran adalah keuntungan yang diperoleh dari kegiatan pemasaran (Kamaludddin, 2008).

Selanjunya menyatakan pula bahwa golongan lembaga pemasaran terdiri atas dua yaitu :

1. Menurut Penguasaannya terhadap Komoditi yang Diperjual Belikan

Menurut penguasaannya terhadap komoditi yang diperjual belikan, lembaga pemasaran dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu:

  • Lembaga yang tidak memiliki komoditi, tetapi menguasai komoditi, seperti agen dan perantara, makelar (broker, selling broker, dan buying broker).
  • Lembaga yang memiliki dan menguasai komoditi-komoditi yang dipasarkan, seperti: pedagang pengumpul, tengkulak, eksportir, dan importir.
  • Lembaga pemasaran yang tidak memiliki dan menguasai komoditi yang dipasarkan, seperti perusahaan-perusahaan yang menyediakan fasilitas transportasi, auransi pemsaran, dan perusahaan yang menentukan kualitas produk pertanian (surveyor).

2. Berdasarkan Keterlibatan dalam Proses Pemasaran

Berdasarkan keterlibatan dalam proses pemasaran, lembaga pemasaran terdiri dari:

  • Pedagang pengumpul, yaitu lembaga pemasaran yang menjual komoditi yang dibeli dari beberapa tengkulak dari petani. Peranan pedagang pengumpul adalah mengumpulkan komoditi yang dibeli tengkulak dari petani-petani, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemasaran seperti pengangkutan.
  • Pedagang besar, untuk lebih meningkatkan pelaksanaan fungsi-fungsi pemasaran maka jumlah komoditi yang ada pada pedagang pengumpul perlu dikonsentrasikan lagi oleh lembaga pemasaran yang disebut pedagang besar.
  • Pedagang besar juga melaksanakan fungsi distribusi komoditi kepada agen dan pedagang penjagal.
  • Agen penjual, bertugas dalam proses distribusi komoditi yang dipasarkan, dengan membeli komoditi dari pedagang besar dalam jumlah besar dengan harga yang realtif lebih murah.
  • Penjagal (retailers), merupakan lembaga pemasaran yang berhadapan langsung dengan konsumen. Penjagal merupakan ujung tombak dari suatu proses produksi yang bersifat komersil. Artinya kelanjutan proses produksi yang dilakukan oleh produsen dan lemabaga-lembaga pemasaran sangat tergantung dengan aktivitas penjagal dalam menjual produk ke konsumen.

Oleh sebab itu tidak jarang suatu perusahaan menguasai proses produksi sampai ke penjagal. Seluruh lembaga-lembaga pemasaran tersebut dalam proses penyampaian produk dari produsen ke konsumen berhubungan satu sama lain yang membentuk jaringan pemasaran. Arus pemasaran (saluran pemasaran) yang terbentuk dalam proses pemasaran ini beragam sekali, misalnya:

  1. Produsen berhubungan langsung dengan konsumen akhir
  2. Produsen – tengkulak – pedagang pengumpul – pedagang besar – penjagal – konsumen akhir
  3. Produsen – tengkulak – pedagang besar – penjagal – konsumen akhir
  4. Produsen – pedagang pengumpul – pedagang besar – penjagal – konsumen akhir.
  5. Hubungan antar lembaga-lembaga tersebut akan membentuk pola-pola pemasaran yang khusus. Pola pemasaran yang terbentuk selama pergerakan arus komoditi pertanian dari petani ke konsumen akhir disebut sistem pemasaran (Kamaludiin,2008).

Fungsi-fungsi pemasaran yang dilaksanakan adalah:

  1. Mengkombinasikan beberapa jenis barang tertentu
  2. Melaksanakan jasa-jasa eceran untuk barang tersebut
  3. Menempatkan diri sebagai sumber barang-barang bagi konsumen
  4. Menciptakan keseimbangan antara harga dan kualitas barang yang diperdagangkan
  5. Menyediakan barang-barang untuk memenuhi kebutuhan konsumen
  6. Melaksanakan tindakan-tindakan dalam persaingan (Kamaluddin, 2008).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.