Efisiensi Pemasaran

Efisiensi Pemasaran

Efisiensi dapat diartikan sebagai upaya pemggunaan input sekecil-kecilnya untuk mendapatkan produksi yang sebesar-besarnya. Bila efisiensi dimasukkan dalam analisis maka variable baru yang harus dipertimbangkan dalam model analisisnya adalah variable harga. Oleh karena itu ada dua hal yang harus diperhatikan sebelum efisiensi dikerjakan yaitu tingkatkan tramspormasi antara input dan output, serta perbandingan antara harga input dan harga output sebagai upaya mencapai indicator efisiensi (Soekartawi, 1993).

Pandangan lain menyatakan bahwa efisiensi merupakan ukuran dari produktivitas. Sedang efisiensi sendiri merupakan perbandingan antara unsure output dan unsur input. Apabila hasil perbandingan ini lebih besar dari oada 1 (satu) maka dapat dikatakan produktif. Sebaliknya bila perbandingan antara output dan input hasilnya kurang dari 1 (satu) maka dikatakan kurang produktif. Perusahan yang produktif adalah perusahan yang efisien. Perusahaan yang efisien apabila nilai output lebih besar dari nilai inputnya. Sebaliknya perusahan tidak efisien jika outpu bernilai lebih kecil dari nilai inputnya (Ranupandojo, 1990)

Daniel (2002) mengmukakan bahwa efisiensi pemasaran adalah ukuran dari perbandingan antara keguanaan pemasaran dengan biaya pemasaran. Beberapa faktor yang dapat dipakai sebagai ukuran efisiensi pemasaran, yaitu :

  1. Keuntungan pemasaran
  2. Harga yang diterima oleh konsumen
  3. Tersedianya fasilitas fisik pemasaran
  4. Kompetensi pasar.

Lanjut dikatakan suatu sistem pemasaran dianggap efisien apabila memenuhi 2 syarat yaitu :

  1. Mampu menyampaikan hasil-hasil produsen sampai ke konsumen dengan biaya serendah-rendahnya.
  2. Mampu mengadakan pembagian yang adil dari keseluruhan harga yang dibayar konsumen akhir kepada semua pihak yang ikut serta dalam kegiatan produksi dan pemasaran barang.

Downey dan Erickson (1992) menyatakan bahwa istilah efisiensi pemasaran sering digunakan dalam menilai prestasi kerja (performance) pemasaran. Hal ini mencerminkan consensus bahwa pelaksanaan proses pemasaran harus berlangsung secara efisien. Teknlogi atau prosedur baru hamya boleh ditetapkan apabila meningkatkan efisiensi proses pemasaran. Efisiensi dapat didefisnisikan sebagai peningkatan rasio “keluaran-masukan” yang umumnya dicapai dengan salah salah satu dari empat cara berikut :

  1. Keluaran tetap konstan sedang masukan mengecil
  2. Keluaran meningkat sedang masukan tetap konstan
  3. Keluaran meningkat dalam kadar yang lebih tinggi ketimbang peningkatan masukan
  4. Keluaran menurun dalam kadar yang lebih rendah ketimbang penuruna masukan.

Lebih lanjut dikatakan bahwa ada dua dimensi yang berbeda dari efisiensi pemasaran dapat meningkatkan rasio keluaran-masukan. Yang pertama disebut efisiensi operasional dan mengukur aktivitas pelaksanaan jasa pemasaran di dalam perusahaan. Dimensi kedua disebut penetapan harga, mengukur bagaimana harga pasar mencerminkan biaya produksi dan pemasaran secara memadai pada seluruh sisitem pemasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.