Membaca Cepat Permulaan

Membaca Cepat Permulaan

Perkembangan zaman yang diikuti oleh perkembangan teknologi membuat semua berjalan serbacepat. Teknologi informasi pun berkembang demikian pesat menjadi sarana penyebaran informasi bagaikan tak terikat ruang dan waktu. Segala kejadian di mana pun dapat tersebar demikian cepat dalam hitungan detik. Berbagai sarana baik cetak maupun elektronik berlomba-lomba menyuguhkan aneka informasi yang bermanfaat dengan sajian instan. Segala bentuk informasi tertulis yang tercetak pun tak kalah pesatnya. Puluhan buku setiap harinya dicetak dan terbit. Belum lagi satu buku habis masa promosinya sudah terbit buku-buku baru yang lainnya.

Sebagai siswa, Anda tertuntut untuk dengan cepat pula mengetahui informasi yang berkembang. Siswa tidak lagi hanya berpedoman pada apa yang didapat dari sekolah, namun ia secara mandiri juga dapat menggali informasi melalui aktivitas membaca dari berbagai media yang berkembang. Mengimbangi pesatnya arus informasi yang tersebar, daya atau kemampuan menyerap informasi dari membaca juga harus ditingkatkan. Membaca dengan cara lama harus diubah dengan pola baru, yaitu membaca cepat pemahaman atau membaca efektif agar proses penyerapan ilmu atau informasi juga dapat dilakukan dengan cepat.

Membaca cepat bukan membaca dengan cepat tanpa ada yang terserap dari isi bacaan karena tujuan membaca adalah memahami isi bacaan yang dibaca. Yang dimaksud membaca cepat pemahaman adalah membaca dengan waktu yang lebih cepat dari membaca normal namun tetap dapat memahami isi bacaan sekurang-kurangnya 60 persen. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan mengubah pola membaca yang salah yang sudah menjadi kebiasaan dengan sistem membaca yang baru. Cara lama yang harus dihilangkan itu meliputi hal-hal berikut.

  1. membaca dengan suara nyaring atau melafalkan kata per kata.
  2. membaca dengan menunjukkan jari pada bacaan.
  3. membaca dengan menggerakkan kepala mengikuti baris bacaan.
  4. membaca dengan melihat kembali ke bacaan sebelumnya/regresi.
  5. membaca dengan menggerakkan bibir.
  6. membaca dengan melafazkan dalam batin atau pikiran kata-kata yang dibaca atau subvokalisasi.

Semua cara lama tersebut menjadi penghambat membaca dalam waktu yang cepat. Untuk melatih kecepatan membaca, Anda dapat melakukan pengukuran waktu lamanya membaca. Sebelumnya, Anda menentukan target lamanya membaca untuk panjangnya bacaan atau jumlah kata dalam bacaan. Walaupun ukuran kecepatan yang ideal setiap orang bergantung pada jenis bacaan dan tujuan membaca, tapi untuk tahap awal, Anda dapat mengambil ukuran membaca cepat pemula, yaitu membaca dengan kecepatan 120 – 150 kpm (kata per menit). Caranya seperti brikut.

  1. Carilah bacaan ringan yang banyaknya lebih kurang 300 kata. Atau jika bacaan panjang hitunglah setiap kata dalam bacaan hingga jumlah 300 kata (Lihat cara perhitungannya dalam penjelasan selanjutnya).
  2. Sebelum membaca, catatlah dulu waktu mulai setepat-tepatnya.
  3. Selesai membaca, catatlah waktunya.
  4. Hitung berapa menit dan detik lamanya membaca.
  5. Jika belum sampai target, ulangilah kembali dari awal pada bacaan yang lain.
  6. Setelah mencapai target waktu, cobalah menguraikan kembali hal yang sudah dibaca dengan bahasa sendiri untuk mengukur tingkat ingatan dan pemahaman.

Sumber:

IRMAN, Mokhamad. Bahasa Indonesia 1: untuk SMK/MAK Semua Program Keahlian Kelas X/Mokhamad Irman, Tri Wahyu Prastowo, Nurdin– Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!