Pemilihan Strategi Green Marketing

Pemilihan Strategi Green Marketing

Ginsberg dan Bloom, mengemukakan bahwa strategi pemasaran hijau yang tepat diperlukan oleh perusahaan yang ingin mengadopsi pemasaran hijau. Pemilihan strategi green marketing yang akan diterapkan perusahaan harus didasarkan pada pertimbangan dua aspek penting yaitu seberapa besar segmen pasar hijau industri dimana perusahaan beroperasi dan kemampuan perusahaan untuk mendiferensiasikan produk atau merek hijaunya dari para pesaing.

1) Lean Green Strategy

Lean green marketing cocok diterapkan oleh perusahaan yang memiliki ukuran segmen pasar hijau rendah dan kemampuan diferensiasi konsep hijau rendah. Perusahaan yang menerapkan strategi ini berusaha menjadi good corporate citizen,tetapi tidak berfokus pada pemublikasian atau memasarkan inisiatif hijaunya. Perusahaan lebih berfokus pada penghematan biaya dan peningkatan efisiensi melalui aktivitas untuk menciptakan keunggulan kompetitif dalam hal biaya rendah.

2) Defensive Green Strategy

Defensive green strategy cocok diterapkan oleh perusahaan yang memiliki ukuran segmen pasar hijau tinggi dan kemampuan diferensiasi konsep hijau rendah. Perusahan yang menerapkan defensive green strategy cenderung menggunakan pemasaran hijau sebagai ukuran pencegahan yaitu respon terhadap suatu krisis atau respon terhadap tindakan pesaing, perusahaan berusaha untuk memperbaiki citra merek dan mengurangi bahaya, mengakui bahwa segmen pasar hijau itu penting, dan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari pihak-pihak lain yang menguntungkan.

3) Shaded Green Strategy

Shaded green strategy cocok diterapkan oleh perusahaan yang memiliki ukuran segmen pasar hijau rendah dan kemapuan diferensiasi konsep hijau tinggi. Perusahaan yang menerapkan Shaded green strategy berinvenstasi pada proses ramah lingkungan yang bersifat jangka panjang dan tersistem, yang mensyaratkan komitmen besar pada aspek finansial dan nonfinasial. Perusahaan melihat konsep hijau sebagai peluang untuk mengembangkan produk dan teknologi yang inovatif dan memuaskan kebutuhan yang akhirnya menghasilkan keunggulan kompetitif.

4) Ekstreme Green Strategy

Ekstreme green strategy cocok diterapkan oleh perusahaan yang memiliki ukuran segmen pasar hijau tinggi dan kemampuan diferensiasi konsep hijau tinggi. Isu lingkungan seluruhnya diintegrasikan dalam proses bisnis dan daur hidup dari perusahaan yang menerapkan Ekstreme green strategy. Konsep hijau digunakan sebagai kekuatan kendali utama operasional perusahaan sehari-hari, praktik hijau mencakup pendekatan penetapan harga daur hidup, manajemen kualitas total hijau, dan pemanufakturan yang ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *