Alat-Alat Pemasaran Hijau

Alat-alat Pemasaran Hijau

Eco-label, eco-brand, dan iklan bertema lingkungan diidentifikasi sebagai alat pemasaran hijau yang dapat meningkatkan pengetahuan konsumen mengenai produk ramah lingkungan (Rahbar dan Wahid, 2011). Alat-alat pemasaran hijau tersebut dapat diyakini menjadi sarana yang memudahkan bagi konsumen mempersepsikan produk hijau, memunculkan kesadaran akan produk hijau, dan mendorong konsumen untuk membeli produk ramah lingkungan.

Penerapan alat-alat pemasaran hijau ini berperan penting dalam membantu konsumen untuk membedakan produk hijau dengan produk konvensional dan mengubah perilaku pembelian aktual konsumen dari yang semula membeli produk konvensional, lalu membeli produk ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif produk sintetis pada lingkungan.

1) Eco-label

Menurut Rex dan Brauman (2007), eco-label adalah sebagai alat yang digunakan konsumen untuk memfasilitasi pengambilan keputusan dalam memilih produk ramah lingkungan dan memungkinkan konsumen untuk mengetahui suatu cara produk dibuat. Eco-label berperan sebagai pedoman bagi konsumen dalam memilih produk ramah lingkungan dan sering kali digunakan oleh perusahaan untuk mendiferensiasikan produk, memosisikan produk, dan mengomunikasikan produk yang ramah lingkungan (D’Schouza, 2000; D’Schouza et al, 2006).Eco-label lebih ditujukan untuk mempromosikan konsumenrisme lingkungan, sehingga konsumen dengan mudah mengidentifikasi dan lebih menyukai produk yang ramah lingkungan daripada produk konvensional.

2) Eco-brand

Eco-brand merupakan nama, simbol, atau desain produk yang tidak berbahaya bagi lingkungan, eco-brand dapat digunakan untuk memosisikan produk yang ditawarkan perusahaan sebagai produk hijau sehingga memudahkan konsumen membedakan merek produk hijau dengan merek produk nonhijau dala kategori produk yang sama. Faktor utama yang memotivasi konsumen mengubah perilaku pembelian aktual untuk membeli produk ramah lingkungan adalah manfaat emosional dari merek.

3) Iklan Dengan Tema Lingkungan

Iklan dengan tema lingkungan disebut juga iklan hijau. Tujuan iklan hijau adalah memengaruhi perilaku pembelian konsumen dengan cara mendorong konsumen untuk membeli produk yang tidak berbahaya bagi lingkungan dan mengalihkan perhatian konsumen pada konsekuensi positif dari perilaku pembelian dari konsumen itu sendiri dan lingkungannya. Iklan dengan tema lingkungan yang digunakan oleh perusahaan memiliki tiga elemen utama, yaitu iklan yang menggambarkan kepedulian perusahaan pada lingkungan, iklan yang menggambarkan cara perusahaan mengubah prosedur operasionalnya untuk menunjukkan kepedulian dan dedikasinya dalam memperbaiki lingkungan, dan iklan yang menggambarkan tindakan perusahaan yang terlibat terhadap lingkungan tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *