Pengertian Minat Beli

Pengertian Minat Beli

Dalam pemasaran produk, seorang pemasar perlu memahami konsumen, mengetahui apa yang dibutuhkannya, apa seleranya, dan bagaimana ia mengambil keputusan (Sumarwan, 2002:24).

Pemahaman yang mendalam mengenai konsumen akan memungkinkan pemasardapat mempengaruhi keputusan konsumen, sehingga mau membeli apa yang ditawarkan oleh pemasar. SebelumĀ melakukan keputusan pembelian, konsumen terlebih dahulu akan memunculkan Minat Beli.

Minat beli merupakan keinginan terpendam yang ada dalam diri seorang konsumen dan tidak ada seorang pun yang tahu apa yang sebenarnya ada di benak konsumen. Untuk itu bagian pemasaran produk harus mengenali produk seperti apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen.

Assael mendefinisikan minat beli merupakan periaku yang muncul sebaga respon terhadap obyek, atau juga minat pembelian yang menunjukkan keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian (Rahmadhany, 2011: 41). Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Minat Beli adalah pernyataan dengan maksud untuk menimbulkan keinginan untuk membeli dan dapat berakhir dengan keputusan pembelian. Namun sebelum menimbulkan keinginan untuk membeli, konsumen perlu mengetahui atau mengenali terlebih dulu apa yang menjadi kebutuhannya.

Pengenalan kebutuhan muncul ketika konsumen menghadapi suatu permasalahan berupa keiginan yang saat itu muncul namun pada kenyataannya keinginan tersebut belum bisa dipenuhi (Dwiastuti, dkk, 2012:132). Kebutuhan harus diaktifkan terlebih dahulu sebelum ia bisa dikenali. Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (Sumarwan, 2002:294) ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengaktifan kebutuhan, yaitu:

1. Waktu

Berlalunya waktu akan meyebabkan teraktifkannya kebutuhan fisiologis seseorang. Waktu juga akan mendorong pengenalan kebutuhan lain yang diinginkan oleh seorang konsumen.

2. Perubahan Situasi

Perubahan situasi akan mengaktifkan kebutuhan. Konsumen yang masih bujangan akan menghabiskan penghasilannya untuk hiburan. Jika sudah menikah, maka ia akan mengenali kebutuhan yang lain.

3. Pemilikan Produk

Memiliki sebuah produk seringkali mengaktifkan kebutuhan yang lain, seperti membeli mobil. Saat membeli mobil, kita juga memerlukan bahan bakar.

4. Konsumsi Produk

Jika buah-buahan yang tersedia di kulkas habis, maka ia akan memicu konsumen untuk membeli lagi buah-buahan untuk kebutuhan konsumsinya.

5. Perbedaan Individu

Ada konsumen yang membeli mobil baru karena mobil lamanya tidak berfungsi. Namun ada juga yang membeli mobil baru karena ingin trendi.

6. Pengaruh Pemasaran

Pengiklanan produk akan mempengaruhi konsumen untuk menyadari kebutuhannya. Produk yang dikomunikasikan dengan menarik akan memicu seorang konsumen untuk menyadari akan kebutuhannya dan merasakan bahwa produk tersebutlah yang bias memenuhi kebutuhannya.

Setelah pengenalan kebutuhan, konsumen biasanya akan langsung melakukan pencarian informasi.Pencarian informasi ini dilakukan ketika konsumen mengetahui bahwa pemenuhan kebutuhan tersebut bisa didapatkan dengan cara melakukan pembelian atau mengkonsumsi suatu produk (Dwiastuti, dkk, 2012: 132). Pencarian informasi ini bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu:

1) Pencarian internal

Pencarian internal yang dilakukan adalah pencarian informasi yang tersimpan di dalam ingatannya (Sumarwan, 2002:296). Informasi yang dicari meliputi berbagai produk dan merek yang dianggap bisa memecahkan masalahnya atau memenuhi kebutuhannya. Langkah pertama pencariannya adalah dengan mengingat semua produk dan merek.

2) Pencarian eksternal

Pencarian eksternal adalah proses pencarian informasi mengenai berbagai produk dan merek, pembelian maupun konsumsi kepada lingkungan konsumen (Sumarwan, 2002:297). Konsumen akan bertanya kepada teman, saudara atautenaga penjual. Setelah pencarian informasi, konsumen pun akan memasuki tahap evaluasi alternatif. Evaluasi alternatif adalah proses mengevaluasi pilihan produk dan merek, dan memilihnya sesuai dengan yang diinginkan konsumen (Sumarwan, 2002:301). Evaluasi alternatif muncul karena banyaknya alternative pilihan. Ada tiga hal yang menjadi kriteria evaluasi yaitu, harga, merek dan asal negara.

Hasil akhir dari proses evaluasi alternatif adalah pembentukan sikap umum terhadap masing-masing alternatif sehingga memunculkan Minat Beli konsumen. Dalam memunculkan Minat Beli konsumen hingga berakhir dengan keputusan pembelian, calon pembeli harus melalui pengidentifikasian tingkatan mental (mental stage) (Abdullah, 2013:124).

Adapun tingkatan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Punya perhatian (attention) terlebih dahulu. Keaktifan pikiran calon pembeli dalam menimbulkan rasa ingin beli.
  2. Timbulnya minat (interest) terhadap produk. Minat yang timbul pada calon pembeli terhadap produk yang ditawarkan.
  3. Adanya keinginan (desire) untuk memiliki atau mencoba produk. Keinginan calon pembeli untuk memiliki produk tersebut.
  4. Terjadinya tindakan (action) transaksi yang didukung dengan kemampuan dana yang dimiliki calon pembeli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *