Pengertian Dan Indikator-Indikator Country Of Origin

Pengertian Dan Indikator-Indikator Country Of Origin

Pengertian Country of Origin

Majunya perkembangan teknologi dan pentingnya keberadaan internet saat ini, telah membuat kebutuhan masyarakat akan suatu produk semakin meningkat. Hal ini juga membuat peningkatan jumlah produksi dan pemasaran produk meningkat. Peningkatan jumlah produksi dan pemasaran ini memberikan peluang yang besar bagi perusahaan untuk memasuki pasar-pasar baru demi meningkatkan laba dan penjualan. Pasar baru tersebut adalah pasar luar negeri.

Ada dua cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam memasuki pasar luar negeri, salah satunya adalah dengan cara mengekspor ke pasar luar negeri. Kebanyakan perusahaan memulai keterlibatannya dalam bisnis luar negeri dengan mengekspor, yaitu menjual beberapa produksi reguler mereka di luar negeri (Ball dkk, 2005:110). Mengekspor merupakan cara yang paling bagus untuk memperoleh rasa berbisnis internasional tanpa meningkatkan suatu sumber daya manusia atau keuangan dalam jumlah besar. Ekspor dapat bersifat langsung maupun tidak langsung.

Dengan ekspor langsung, perusahaan dapat menjual kepada konsumen di negara berbeda (Cateora dan Graham, 2005:19). Ekspor langsung merupakan pendekatan paling umum yang digunakan perusahaan yang mengawali langkah internasional mereka karena risiko kerugian dapat diminimalisir. Sedangkan, ekspor tidak langsung berarti perusahaan menjual kepada pembeli dari negara asal, kemudian mengekspornya kembali.

Sebelum melakukan ekspor, setiap perusahaan perlu mencantumkan merek sebagai pengenal dan pembeda dari produk tersebut dengan produk sejenis lainnya yang ada dipasaran.Selain sebagai identitas produk, merek juga menjadi identitas daripada negara pembuat atau pemasar produk tersebut agar dikenal di pasar global.

Ketika produk yang dipasarkan memiliki kualitas yang baik, maka konsumen akan langsung mengenali merek serta mengenali negara asal (country of origin) pembuat produk tersebut. Sehingga konsumen pun berasumsi bahwa produk dari negara tersebut memiliki kualitas yang baik. Hal inilah yang dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap kualitas suatu produk dan mengaitkannya dengan negara asalnya (country of origin).

Istilah Country of Origin dinyatakan dengan label ‘made in’. Label ‘made in’ ini digunakan di setiap produk yang akan dipasarkan secara global sebagai tanda bahwa produk tersebut dibuat dan diproduksi oleh negara yang bersangkutan. Semakin bagus citra negara, semakin penting label ‘made in’ harus ditampilkan.

Menurut Kotler dan Keller (2009:338) Country of Origin adalah asosiasi dan kepercayaan mental yang dipicu oleh sebuah negara. Semakin baik mutu produk yang dihasilkan oleh sebuah negara, maka semakin bagus pula persepsi konsumen terhadap seluruh produk negara tersebut. Hal ini akan membuat tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk negara tersebut semakin tinggi. Sebaliknya, jika perusahaan menghasilkan sebuah produk yang tidak memiliki citra yang menguntungkan untuk produk tersebut, perusahaan mungkin akan susah untuk memasarkan produknya.

Indikator-indikator Country Of Origin Berdasarkan penjelasan mengenai Country of Origin di atas, ada 5 hal yang menjadi indikator dari Country of Origin suatu produk, yaitu:

1. Tingkat kemajuan teknologi

Kemajuan teknologi dari negara asal dalam menghasilkan produk menetukan. Dalam Cateora dan Graham (2007:85) pendekatan penting dalam pengelompokan negara dalam hal permintaan pasar adalah kemampuan mereka untuk menggunakan dan mengambil manfaat dari teknologi, khususnya saat ini banyak negara menggunakan teknologi sebagai pengungkit ekonomi untuk melompati sejumlah tahap perkembangan eknomi dalam waktu sigkat. Kemampuan untuk mengembangkan teknologi informasi mutakhir dan mengambil manfaat dari aplikasinya adalah faktor penting dalam persaingan internasional antar manejer, negara, dan perusahaan.

2. Jenis produk

Negara asal dikenal karena keandalannya dalam menghasilkan produk tertentu. Seiring dengan semakin dipenuhinya lantai produksi dengan robot dan sistem kontrol digital, proses produksi produk semakin berorientasi pada ilmu pengetahuan dan akses terhadap tenaga kerja dan bahan mentah yang murah menjadi tidak terlalu penting dalam menghasilkan berbagai macam output barang (Cateora dan Graham, 2007:85).

3. Prestige atau gengsi

Prestige menjadi sebuah masalah yang bersifat relatif. Dikatakan demikian karena hal tersebut harus dikaitkan dengan kerhomatan atau wibawa yang didapatkan seseorang karena kemampuan memiliki berbagai macam hal terkait dengan kekayaan ataupun barang.

4. Kualitas produk

Negara asal dikenal karena menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Bukan hanya teknologi yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi namun bagi banyak produk mutu yang kompetitif juga menjadi penentu pada pasar global saat ini. Menurut Cateora dan Graham (2007:85) bahwa produk dipengaruhi oleh sistem kontrol digital yang berorientasi terhadap ilmu pengetahuan dalam menghasilkan keberagaman produk.

5. Citra negara asal

Menurut Infantyasning (2001:9) citra negara asal produk merupakan persepsi konsumen terhadap semua produk yang dihasilkan oleh suatu negara. Persepsi tersebut dapat berupa inovatif produk, prestige produk dan keandalan produk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *