Pengertian Stakeholders

Pengertian Stakeholders

Sudah lama terjadi pergeseran paradigma dalam wacana manajemen, yaitu dari paradigma yang berorientasi pada kepentingan pemegang saham (shareholder paradigm) ke paradigma pihak berkepentingan (stakeholder paradigm). Pada paradigma pertama, CEO berorientasi pada kepentingan pemegang saham. Pihak manajemen perusahaan yang telah mendapat mandat dari pemegang saham untuk mengelola perusahaan harus bertanggungjawab mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya untuk menyenangkan para pemegang saham. Sebaliknya, pada paradigma pihak berkepentingan (stakeholder paradigm) manajemen dihadapkan pada banyak kepentingan yang berpengaruh terhadap perusahaan.

Dalam melakukan praktek CSR (Corporate Social Responsibility) tidak bisa terlepas kaitannya dengan istilah Stakeholders atau pemangku kepentingan, karena irisannya besar antara mempengaruhi dan dipengaruhi terkait dengan dipengaruhinya kebutuhan masing-masing.

Menurut Tanari (2009) secara sederhana definisi “Stakeholders adalah kelompok kelompok yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh organisasi tersebut sebagai dampak dari aktivitas-aktivitasnya”.

Jika dilakukan pemerataan, Stakeholders dalam entitas perusahaan terbagi ke dalam 7 (tujuh) jenis, di antaranya pelanggan, masyarakat, karyawan, pemegang saham, lingkungan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Pemerintah. Sebagai Stakeholders memiliki kebutuhan masing-masing. Di antara fungsi Stakeholders sebagaimana dikemukakan oleh Rahmatullah dan Kurniati (2011 : 11) adalah sebagai berikut :

1. Pelanggan

  • Berhak atas produk berkualitas
  • Berhak mendapatkan harga yang layak

2. Masyarakat

  • Berhak mendapatkan perlindungan dari kejahatan bisnis
  • Mendapatkan dampak hubungan yang baik dari keberadaan perusahaan

3. Pekerja

  • Mendapatkan jaminan keamanan dalam bekerja
  • Mendapatkan jaminan keselamatan
  • Mendapatkan perlakuan yang adil dan tidak ada diskrimasi

4. Pemegang saham

Berhak mendapatkan harga saham yang layak dan keuntungan saham.

5. Lingkungan

  • Mendapatkan jaminan terhadap perlindungan alam b. Mendapatkan hak rehabilitasi

6. Pemerintah

Mendapatkan laporan atas pemenuhan persyaratan hokum.

7. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Menjalankan fungsi control baik terhadap regulasi maupun komitmern perusahaan. Dalam konteks penerapan CSR, Stakeholders wajib dirangkul dan dilibatkan baik dalam tahap perencanaan, implementasi dan evaluasi. Jika Stakeholders tidak dilibatkan dalam proses perencanaan, setidaknya mendapatkan kontribusi positif dari program yang dilaksanakan. Apabila terdapat satu Stakeholders tidak dilibatkan atau mendapatkan manfaat dari perusahaan, maka akan berpotensi menjadi masalah bagi berkelanjutan perusahaan.

Lihat daftar pustaka di sini

Loading...
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *