Syarat Tumbuh Jamur Tiram

Syarat Tumbuh Jamur Tiram

Syarat tumbuh budidaya jamur tiram dapat dilakukan secara optimal sepanjang tahun pada dataran yang letaknya 550-800 m dpl. Kumbung/rumah jamur dianjurkan dibangun pada tempat-tempat yang teduh dan tidak terkena pancaran sinar matahari secara langsung. Ini dimaksudkan untuk menjaga suhu dan kelembaban ruang kumbung. Sirkulasi udara dalam kumbung lancar dan sirkulasi udara yang baik. Jamur tiram membutuhkan oksigen sebagai senyawa pertumbuhan. Terbatasnya oksigen dalam kumbung mengganggu pembentukan tubuh buah jamur. Oksigen berlebihan menyebabkan tubuh buah jamur tiram menjadi cepat layu sehingga tudung jamur tiram tumbuh dengan ukuran relatif kecil. Penumbuhan miselium dimulai dengan media diinokulasi dengan bibit F-3, diinkubasikan dengan posisi baglog berdiri. Baglog ditata pada ruang dengan suhu kamar: 27–30˚C. Lama miselium memenuhi seluruh media tanam untuk jamur tiram putih adalah 3-4 Minggu setelah inokulasi F-3. Tumbuhnya miselium pada media tanam ditandai adanya benang-benang putih di seluruh permukaan dan dalam media tanam. Bila pertumbuhan miselium telah mencapai 90-95%, baglog disusun mendatar pada rak kumbung (rumah jamur) dan tutup baglog (cincin) dibuka.

Penumbuhan tubuh buah jamur dibutuhkan suhu 22-26˚C dan kelembaban 90-94%. Untuk mencapai suhu dan kelembaban tersebut dilakukan penyiraman seperti hujan dalam ruang kumbung dan dasar kumbung. Satu minggu setelah dibuka biasanya calon tubuh buah jamur sudah tumbuh. Tubuh jamur yang tumbuh dibiarkan selama 3-4 hari dan bila pertumbuhan jamur sudah maksimal segera dipanen (lsnawan dkk., 2003).Jamur tiram dapat ditumbuhkan pada media kayu karena termasuk jamur kayu. Miselium dan tubuh buahnya tumbuh dan berkembang baik pada suhu 25-39 derajat selsius. Suhu, cahaya, tingkat CO2, kelembaban udara dan aerasi dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur yang optimal. Suhu yang terlalu tinggi dapat mematikan miselium. Selama pembentukan tubuh buah diatur agar kadar CO2 tidak terlalu tinggi karena akan menyebabkan tangkai yang terbentuk menjadi panjang dengan tudung kecil. Kisaran CO2 yang baik sebesar 550-700 ppm. Beberapa faktor lain yang berpengaruh pada pertumbuhan jamur tiram yaitu cahaya. Apabila sinar matahari kurang maka akan membentuk struktur seperti koral dengan banyak tangkai bercabang (Cahyana dkk, 2005). Selain itu penyiraman juga berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. Penyiraman dilakukan ke seluruh ruangan kumbung dan lantai kumbung. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari bila musim kemarau dan pada musim hujan cukup 1 kali penyiraman (lsnawan dkk., 2003).

Menurut Inggit (2002), produksi jamur dapat dicapai dengan baik apabila miselium dan kandungan nutrisinya sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan jamur. Media yang umum digunakan untuk pertumbuhan jamur tiram putih adalah serbuk gergaji kayu, jerami, alang-alang, ampas tebu atau sekam, media limbah kapas, klobot jagung, tongkol jagung, daun pisang, gabah padi dan lain sebagainya yang mengandung selulosa, pentosan, lignin, abu, zat ekstraktif, tetapi pertumbuhan yang paling baik adalah di media serbuk gergaji dan jerami, karena jumlah lignin, lignoselulosa, dan serat pada serbuk gergaji dan jerami memang lebih tinggi. Temperatur serat (miselium) jamur tiram putih tumbuh dengan baik pada kisaran suhu antara 23-28℃, artinya kisaran temperatur normal untuk pertumbuhannya. Pertumbuhan tubuh buahnya memerlukan kisaran suhu antara 13-15℃ selama 2 sampai 3 hari. Bila temperatur rendah maka ada dua kemungkinan yaitu tubuh buah tidak akan terbentuk dan terbentuk tetapi memerlukan waktu lama (Suriawiria, 2000). Sumber nutrisi yang harus ada dalam pertumbuhan jamur adalah fosfor, kalium, nitrogen, belerang, kalium, karbon dan unsur-unsur lain. Nutrisi tersebut biasa diperoleh dari media kayu atau pupuk tambahan. Kandungan air yang dibutuhkan sekitar 75% dan digunakan pertumbuhan miselium dan tubuh buah (Soenanto, 2000).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *