Penyakit Hernia

Penyakit Hernia

Hernia merupakan penyakit yang terjadi di dalam tubuh akibat jaringan otot disekitarnya lemah, sehingga menyebabkan organ dalam tubuh menekan dan mencuat melaluinya. Setiap organ dalam tubuh agar tetap berada pada tempatnya masing-masing biasanya ditopang oleh jaringan otot. Jika jaringan otot tersebut salah satunya melemah sehingga tidak mampu menahan organ disekitarnya maka akan menyebabkan hernia.

Terdapat faktor risiko yang menyebabkan seseorang kemungkinan terkena hernia adalah sebagai berikut:

  • Proses kehamilan yang dihadapi oleh wanita. Proses ini mengharuskan wanita untuk mengejan saat mengeluarkan bayinya dari rahim. Di dalam proses ini terjadilah penekanan di dalam perut.
  • Konstipasi yang menyebakan pengidapnya harus mengejan
  • Berat badan yang berlebih
  • Penumpukan cairan di dalam rongga perut.
  • Berkerja dengan mengangkat beban berat.
  • Batuk terus-menerus
  • Kenaikan berat badan terlalu cepat.

Sembilan jenis penyakit hernia

Ada sembilan jenis penyakit hernia bila ditinjau berdasarkan letaknya, antara lain:

Hernia inguinalis

Hernia jenis ini merupakan yang paling tinggi risikonya diderita oleh pria. Hernia jenis ini terjadi karena ada sebagian usus/jaringan lemak di rongga perut yang mencuat ke selangkangan. Hernia jenis ini biasanya disebut dengan turun brok.

Hernia fermoralis

Hernia untuk jenis ini merupakan yang paling besar risikonya diderita oleh wanita dibandingka dengan pria. Hernia ini terjadi karena adanya sebagian usus/jaringan lemak yang mencuat ke bagian atas paha bagian dalam.

Hernia umbilikus

Hernia ini diakibatkan karena adanya jaringan usus/lemak yang mendorong/menonjol ke dinding abdomen. Hernia jenis ini dapat diderita oleh bayi dan orang dewasa. Hernia jenis ini yang terjadi pada bayi karena lubang besar tali pusat yang tidak tertutup dengan sempurna setelah lahir. Sedangkan pada orang dewasa terjadi karena adanya tekanan berlebihan pada dinding abdomen.

Hernia insisi

Hernia jenis ini dapat diderita oleh seseorang dengan semua gender pasca operasi di bagian perut. Hernia ini terjadi karena adanya jaringan yang mencuat melalui luka operasi yang belum sembuh. Hernia ini merupakan salah satu dari gejala pasca operasi di bagian perut.

Hernia hiatus

Hernia jenis ini terjadi karena ada sebagian lambung yang masuk melalui celah diafragma dan mencuat ke rongga dada. Hernia jenis ini biasanya terjadi tanpa menimbulkan gejala. Namun, jika Anda setelah makan merasakan nyeri ulu hati/tidak nyaman di bagian dada kemungkinan tanda terjadinya hernia hiatus.

Hernia Spigelian

Hernia ini terjadi pada bagian perut depan kiri atau kanan bawah pusar yang menonjol karena ada sebagian usus mendorong jaringan ikat perut (Spigelian fascia).

Hernia diafragma

Hernia jenis ini hampir mirip kejadiannya dengan hernia hiatus. Hernia diafragma terjadi juga karena adanya organ perut yang berpindah ke rongga dada melalui celah diafragma. Hernia ini juga dapat dialami oleh bayi akibat diafragma tidak terbentuk dengan sempurna.

Hernia epigastrik

Hernia jenis ini juga sama kejadiannya dengan hernia umbilikus, yaitu terjadi pada dinding abdomen yang tertekan akibat adanya jaringan lemak yang mencuat keluar dan menonjol pada dinding yang terjadi diantara pusar dan tulang dada bagian bawah.

Hernia otot

Hernia jenis ini terjadi karena adanya jaringan otot yang mencuat ke dinding abdomen. Hernia ini biasanya terjadi pada otot kaki karena mengalami cidera.

Jika gejala ini terjadi pada Anda, misalnya rasa sakit yang parah dan timbul secara tiba-tiba, muntah, sulit buang air besar, hernia disentuh terasa sakit dan tidak dapat didorong masuk, segera mungkin Anda untuk berobat ke dokter.

Pemeriksaan dan Pengobatan Hernia

Pemeriksaan penyakit hernia jenis apapun dilakukan dengan menggunakan alat USG. USG bekerja dengan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang akan menghasilkan gambar dari bagian dalam organ tubuh.

Kejadian melemahnya dinding perut ini bagi penderita sering dianggap biasa-biasa saja karena gejala yang ditimbulkan jarang terjadi. Perlu dipahami dengan seksama, bahwa dinding perut yang melemah akan menyebabkan kemungkinan terjadinya hernia. Gejala hernia bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat akan menimbulkan gejala yang dapat meningkatkan risiko komplikasi yang tinggi, karena akan menimbulkan ganguan usus dan terhambatnya aliran darah pada jaringan yang terjepit.

Kondisi jaringan otot, lemak, dan organ dalam tubuh yang terjepit tergolong ke dalam komplikasi yang darurat, sehingga dianjurkan untuk segera pergi ke dokter segera mungkin. Risiko komplikasi akibat hernia ini cendrung lebih berbahaya. Oleh sebab itu, dokter akan menyarankan bagi penderita untuk menjalani operasi.

Adapun jenis hernia yang dapat ditangani dengan tanpa melakukan operasi. Hernia jenis ini adalah hernia umbilikus yang dapat sembuh dengan sendirinya dan hernia hiatus yang dapat ditangani dengan mengkonsumsi obat-obatan.

Prosedur Operasi Hernia

Sebelum melakukan operasi hernia, biasanya dokter akan memeriksa kondisi kesehatan tubuh pasien terlebih dahulu untuk mempertimbangkan bisa/tidaknya pasien akan dioperasi. Terdapat faktor pertimbangan dari dokter sebelum melakukan operasi, yaitu seperti:

  • Keadaan kesehatan pasien. Kondisi kesehatan pasien yang buruk akan berdampak sulitnya operasi.
  • Isi hernia. Ada hernia yang terjadi karena bagian usus, otot, atau jaringan yang lainnya.
  • Gejala yang dialami. Terdapat beberapa jenis hernia yang tidak menimbulkan grjala dan ada yang menimbulkan rasa sakit.
  • Letak terjadinya hernia. Hernia fermoralis atau hernia yang terjadi pada daerah selangkangan lebih diharuskan untuk melakukan operasi, ketimbang dengan hernia yang terjadi pada daerah perut.

Perlu diketahui, bahwa setiap tindakan operasi memiliki risiko tertentu yang dapat memperburuk kesehatan pasca operasi. Oleh sebab itu, sebelum dioperasi pasien akan diberi penjelasan tentang manfaat dan resiko dari proses operasi yang akan dijalani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.