Gejala Penyakit Disentri

Gejala Penyakit Disentri

Dilihat dari penyebabnya disentri dapat dikelompokan menjadi dua jenis yakni disentri akibat bakteri dan amoeba. Kedua kelompok disentri tersebut memiliki beberapa perbedaan gejala-gejala yang ditimbulkannya, gejala-gejala tersebut adalah sebagai berikut :

Gejala Disentri akibat Bakteri

Bakteri yang sering menyerang dan mengakibatkan disentri adalah bakteri shigella (disentri basiler atau sigelosis). Gejala disentri jenis ini biasanya berlangsung selama 5-7 hari dan umum berupa:

  • Diare disertai darah
  • Demam
  • Muntah
  • Mual
  • Kram perut

Gejala Disentri Akibat Amoeba

Disentri jenis ini sering terjadi pada daerah tropis, seperti di Indonesia. Disentri akibat amoeba disebut juga dengan disentri amoeba. Penderita disentri amoeba biasanya memasuki masa inkubasi terlebih dahulu (jangka waktu seseorang terinfeksi amoeba hingga muncul gejala). Lamanya inkubasi hingga 10 hari setelah seseorang terpapar dan terinfeksi. Gejala-gejala yang diakibatkan oleh disentri amoeba biasanya meliputi :

  • Diare yang disertai darah atau nanah
  • Sakit perut
  • Demam dan menggigil
  • Mual sampai muntah
  • Merasakan sakit saat buang air besar
  • Pendarahan pada rektum
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan

Amoeba penyebab disentri terkadang dapat menyebar ke organ lainnya melalui aliran darah, terutama hati. Apabila hal ini terjadi maka akan mengakibatkan abses hati dengan gejala yang ditimbulkan seperti demam, lemas, mual, batuk, hilangnya nafsu makan, sakit kuning, serta berat badan menurun.

Disentri amoeba, tanpa perawatan medis dapat menular dan kambuh kembali. Hal ini terjadi karena amoeba dalam usus terus hidup selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, sehingga penderita perlu ditangani secara klinis. Perawatan medis juga dapat mengurangi resiko terjadinya kemungkinan komplikasi.

Perlu diketahui, penderita disentri akut dapat menyebabkan tubuhnya dehidrasi. Terutama yang menderita disentri adalah anak-anak, maka perlu diwaspadai dengan serius karena pada umumnya ketahanan tubuh mereka terhadap dehidrasi tidak setinggi dari orang dewasa.

Dehidrasi yang parah pada anak dapat memicu kematian. Oleh sebab itu, perlu dipahami jika anak mengalami diare sebanyak 6 kali dalam waktu 24 jam, maka segera dibawa ke dokter. Ada beberapa tanda gejala anak penderita disentri mengalami dehidrasi dan Anda patut mewaspadainya seperti kulit pucat, suhu kaki dan tangan yang dingin, menurunnya frekuensi buang air kecil dari biasanya, dan kondisi tubuh yang semakin melemah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.